Blog

5 Cara Menjaga Loyalitas Konsumen Selama Pandemi

Menjaga loyalitas pelanggan merupakan bagian penting untuk meningkatkan pendapatan dan menjaga kelangsungan bisnis. Pelanggan yang sudah ada merupakan sumber pendapatan terpenting, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung. Apalagi, mempertahankan pelanggan dikatakan jauh lebih murah dibandingkan mencari pelanggan baru. 

Baca juga: Ini Praktisnya Berbelanja dengan Chat Commerce

Di sisi lain, pemberlakuan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus menjadi tantangan baru bagi banyak bisnis. Melalui pembatasan ini, konsumen bisa merasa tidak terhubung dengan brand. Pengalaman berbelanja yang mereka dapatkan belum tentu selancar seperti saat mereka berbelanja langsung di toko. Kebutuhan konsumen pun mengalami pergeseran. Apa yang bisa dilakukan bisnis untuk menjaga loyalitas konsumennya?

Proaktif Beradaptasi dengan Perubahan Perilaku Konsumen

Terjadinya perubahan perilaku konsumen akibat pandemi tidak dapat dipungkiri. Untuk bisa bertahan, bisnis pun tidak bisa tinggal diam saja. Pebisnis harus bisa proaktif beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. 

Misalnya jika kamu menjual produk makanan, kamu bisa menyediakan layanan pemesanan online dan pengiriman bebas kontak. Kamu juga bisa menginformasikan kepada konsumen bahwa seluruh karyawan mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan sarung tangan saat membuat, mengemas, dan mengirimkan makanan. 

Kamu juga bisa mengembangkan inovasi produk. Misalnya jika awalnya kamu menjual makanan siap saji, kamu bisa kemudian menjual juga paket frozen atau siap masak mengingat masyarakat jadi lebih sering memasak sejak pandemi. 

Tunjukkan Kepedulian

Menunjukkan kepedulian merupakan salah satu cara yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan loyalitas konsumen. Menurut riset, 55% konsumen senang apabila brand membantu komunitas yang terdampak pandemi. Ada banyak cara bagi brand untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap situasi saat ini.

Brand bisa melakukan ini lewat berbagai cara, misalnya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya social distancing seperti yang dilakukan Nike dan McDonald’s. Bisa juga dengan memberikan sumbangan atau donasi kepada tenaga kesehatan atau orang-orang yang terdampak oleh pandemi. Ada banyak cara yang bisa dieksplor mulai dari menunjukkan kepedulian lewat komunikasi hingga tindakan langsung.  

Tingkatkan Social Media Presence

Memiliki online presence yang kuat menjadi kunci bagi brand untuk bisa bertahan saat pandemi. Saat ini media sosial menjadi salah satu alat yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan engagement dengan konsumen. 

Kamu bisa membuat konten-konten yang relevan bagi konsumenmu sehingga hubungan antara brand dengan konsumen tidak terputus. Kamu juga bisa melibatkan mereka dalam konten yang kamu buat, misalnya dengan membuat kuis, mengajak mereka meninggalkan komentar, atau me-repost konten mereka yang menampilkan produkmu. Selain mempromosikan produk yang kamu jual, cara ini juga membuat konsumen senang karena membuat mereka merasa menjadi bagian dari brand.

Jaga Kualitas Layanan

Ada banyak aspek yang bisa kamu lakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas layanan. Saat ini konsumen mencari cara yang cepat dan praktis untuk berbelanja. Jika mereka merasa kesulitan saat ingin membeli produkmu, mereka kemungkinan akan mencari brand lain yang dapat menawarkan pengalaman yang lebih mudah.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa brand lakukan untuk menjamin kualitas layanan. Pertama, pastikan saluran penjualanmu mudah diakses pelanggan. Apabila kamu berjualan melalui website, pastikan website berjalan lancar dan mudah dinavigasikan. Jika kamu berjualan melalui marketplace, social commerce, atau chat commerce, pastikan kamu memberikan respons yang cepat. 

Jangan lupa juga untuk terus meng-update stok sehingga saat konsumen ingin membeli suatu produk, barang tersebut sudah tersedia dan bisa langsung dikirimkan. Selain itu, kamu juga bisa menawarkan metode pembayaran yang beragam serta proses pembayaran yang praktis.

Manfaatkan Chat Commerce untuk Terhubung dengan Konsumen

Komunikasi menjadi bagian krusial bagi brand untuk menjaga loyalitas selama pandemi. Tanpa komunikasi yang baik, brand akan sulit terhubung dengan konsumen dan akhirnya bisa kehilangan pelanggan. 

88% konsumen mengharapkan kamu untuk merespons dalam 60 menit. 30% dari mereka bahkan berharap mendapatkan tanggapan dalam 15 menit atau kurang. Jika konsumen tidak bisa mendapatkan jawaban yang membantu saat mereka membutuhkannya, mereka bisa jadi batal membeli produk yang kamu jual. 

Chat commerce dapat membantu brand memberikan layanan yang optimal kepada pelanggan. Saat ini platform chat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Whatsapp. Kebanyakan bisnis saat ini rata-rata juga menggunakan Whatsapp untuk melayani konsumen. 

Baca juga: Perkembangan Chat Commerce di Indonesia dan Efektivitasnya untuk Bisnis

Brand dapat memanfaatkan chat commerce seperti SIRCLO Chat untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi dalam merespons konsumen. Dasbor SIRCLO Chat yang terintegrasi dengan inventori dan katalog produk akan memudahkan kamu dalam melayani pertanyaan konsumen terkait produk yang dijual. Kamu juga dapat menerima dan melakukan transaksi secara langsung melalui Whatsapp serta mengirimkan notifikasi status pemesanan kepada pelanggan. Apabila konsumen merasa dilayani dengan baik, mereka pun akan puas dan tidak ragu untuk kembali berbelanja. 

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!