Blog

5 Prediksi Tren E-Commerce di Tahun 2021 yang Perlu Kamu Ketahui

Pandemi telah mengubah perilaku dan tren berbelanja konsumen. Aktivitas berbelanja sebagian besar kini bergeser ke online. Produk-produk yang tadinya dibeli langsung di toko kini dibeli melalui website atau marketplace. Bagaimana hal ini mempengaruhi lanskap e-commerce ke depannya? Berikut 5 prediksi tren e-commerce di tahun 2021 yang perlu diketahui oleh pelaku bisnis.

Baca juga: Tren Belanja Akhir Tahun, Bagaimana Perilaku Konsumen?

Kompetisi Semakin Ketat

Dengan diberlakukannya lockdown dan pembatasan aktivitas di luar selama pandemi, jumlah penjualan e-commerce meningkat drastis dan mencapai angka tertingginya, yakni 16,4% dari total penjualan ritel global. Tren belanja online pun tidak hanya dilakukan oleh generasi millenial dan Z saja tetapi oleh generasi sebelum-sebelumnya. 

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut dan melipatgandakan tingkat penjualan di e-commerce. Brand dan bisnis offline pun ikut merambah ke penjualan online, termasuk merk-merk besar. Ini akan mengakibatkan tingkat kompetisi di e-commerce semakin ketat. Bergesernya fokus ke arah digital dan meningkatnya kompetisi diprediksi akan membuat biaya iklan untuk mengakuisisi customer baru akan semakin tinggi.

Omnichannel Jadi ‘New Normal’

Pandemi membuat sebagian besar aktivitas dilakukan secara digital. Ini membuat pengalaman digital customer semakin penting untuk diperhatikan. Konsumen saat ini mengharapkan pengalaman digital lintas channel dan perangkat yang mudah digunakan.

Untuk menyesuaikan dengan tuntutan ini, mengkapitalisasi penjualan e-commerce yang meningkat, serta bertahan di tengah tingginya kompetisi, kamu perlu mengoptimalkan penjualanmu di seluruh channel mulai dari media sosial, marketplace, website, hingga toko fisik. 

Hal ini dapat dilakukan melalui strategi omnichannel. Dengan memiliki akses terhadap produk dan data customer yang menyeluruh, kamu pun bisa menyajikan pengalaman yang konsisten kepada customer terlepas dari channel yang mereka gunakan. Mengelola bisnis dari satu platform akan memudahkanmu mengelola penjualan di seluruh channel dan mengintegrasikannya dengan mudah. 

Mobile Commerce Akan Mendominasi

Lebih dari 50% penjualan e-commerce global dilakukan melalui smartphone. Akses mobile yang tidak responsif akan membuat customer meninggalkan channel tersebut dan mencari alternatif lain. Artinya, pebisnis perlu menghadirkan pengalaman yang konsisten di semua perangkat, mulai dari PC, tablet, hingga smartphone

Usahakan untuk menciptakan desain pada mobile yang user-friendly dan mudah dinavigasikan. Situs yang responsif juga akan membantu meningkatkan kecepatan website dan SEO. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan progressive web-apps lintas channel yang umumnya memerlukan waktu yang lebih singkat untuk loading bahkan saat offline.

Penjualan Produk Berkelanjutan Meningkat

Konsumen saat ini juga semakin peduli terhadap dampak suatu produk atau bisnis terhadap lingkungan. Sebesar 50% konsumen global mengaku rela membayar lebih untuk mendapatkan produk atau jasa yang lebih ramah lingkungan. Hal ini pun tidak berhenti pada produk saja tetapi juga pada packaging-nya. 

Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran konsumen terhadap dampak bisnis pada lingkungan, pelaku bisnis pun perlu berinisiatif mengembangkan strategi untuk menghasilkan produk maupun keseluruhan operasionalnya yang lebih ramah lingkungan.

Integrasi Antara Pengalaman Berbelanja di Dunia Nyata & Digital

Diperkirakan pengalaman berbelanja antara dunia nyata dan dunia digital akan semakin terpadu, mulai dari melalui inovasi AI & AR hingga event live shopping. Teknologi AI diperkirakan akan semakin banyak digunakan mulai dari untuk memberikan rekomendasi, meningkatkan produktivitas, hingga mengolah data.

Bagi perusahaan e-commerce, teknologi AI dapat membantu mengotomasi pekerjaan rutin serta mendukung tim marketing dan sales membuat keputusan yang lebih informatif. Selain itu, teknologi AR juga memungkinkan customer ‘mencoba’ suatu produk secara online. Hal ini akan membantu customer melihat detail dan ukuran dari produk dan dapat meningkatkan konversi penjualan.

Baca juga: Sambut 2021, Ini 7 Hal yang Perlu Disiapkan untuk Bisnis

Di tahun baru ini, kamu bisa memanfaatkan berbagai channel penjulan untuk bisnismu, baik di website, marketplace, dan WhatsApp. Solusi teknologi dari SIRCLO dapat membantumu mengelola penjualan dan menggapai konsumen secara efisien. Dengan budget yang sesuai kantong, kini kamu bisa berjualan online secara profesional. Cari tahu selengkapnya di sini.

___

Tentang SIRCLO

Didirikan pada tahun 2013, SIRCLO merupakan perusahaan e-commerce enabler yang menawarkan empat solusi bisnis bagi brand untuk berjualan online, yaitu SIRCLO Store, SIRCLO Connexi, SIRCLO Chat, dan SIRCLO Commerce. SIRCLO Store adalah sebuah platform SaaS (Software as a Service) pembuatan toko online berbasis template bagi bisnis dan brand lokal. SIRCLO Connexi menawarkan dashboard interaktif untuk mengelola penjualan dari berbagai platform e-commerce Indonesia. Selain itu, SIRCLO Chat menghadirkan platform conversational commerce berupa dashboard interaktif yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API. Melalui solusi channel management bersifat end-to-end, SIRCLO Commerce menjawab kebutuhan brand korporat memasuki jalur distribusi online. 

Di bulan Mei 2020, SIRCLO secara resmi melakukan merger dengan ICUBE, Magento Premier Solutions Partner di Indonesia, untuk mendatangkan solusi-solusi pengembangan teknologi e-commerce dan Swift, sebuah omnichannel e-commerce builder. SIRCLO Store telah memprakarsai lebih dari 100.000 website dan membantu 3.000 brand mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear. SIRCLO juga telah dipercaya oleh puluhan klien yang terdiri dari 300+ brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, Eiger, dan Levi’s. 

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!