Blog

6 Hal yang Harus Ada dalam Financial Plan Bisnismu

Financial plan atau perencanaan keuangan merupakan aspek penting dalam mengembangkan bisnis, apalagi untuk kamu yang baru mulai membangun usaha. Kalau punya perencanaan keuangan yang jelas, kamu jadi bisa terhindar dari kerugian dan mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. 

Selain itu, financial plan juga menjadi fokus dari investor yang mungkin melirik bisnismu. Punya financial plan yang rinci bisa membantumu mendapatkan modal tambahan untuk mengembangkan bisnis. 

Baca juga: 7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan untuk Pebisnis Pemula

Hal apa saja yang harus ada dalam financial plan bisnismu? Berikut 6 komponen serta penjelasannya untuk memudahkan kamu membuat perencanaan keuangan untuk bisnis. 

Proyeksi Penjualan

Buat spreadsheet yang memproyeksikan penjualan bisnismu selama 3 tahun ke depan. Buat kolom yang berbeda untuk penjualan tiap bulan untuk tahun pertama. Untuk tahun-tahun setelahnya, kamu bisa memisahkannya per triwulan. 

Apa saja yang harus ada dalam spreadsheet proyeksi penjualan? Idealnya, proyeksimu mencakup 4 kolom yang dibagi menjadi:

  • Potensi penjualan per unit
  • Harga per unit
  • Potensi pendapatan penjualan = jumlah penjualan unit x harga
  • Biaya per unit
  • Harga pokok penjualan = jumlah unit terjual x biaya per unit

Dengan menghitung hal-hal di atas, kamu kemudian bisa memperkirakan laba kotor (gross margin), yakni total potensi pendapatan penjualan dikurangi harga pokok penjualan. 

Buat Budget Pengeluaran

Agar financial plan-mu tepat, kamu juga perlu membuat perkiraan berapa biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan penjualan. Kamu bisa membaginya antara biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan secara konstan seperti uang sewa, gaji karyawan, dan sebagainya. Sementara biaya variabel merupakan pengeluaran yang tidak menentu seperti biaya untuk beriklan dan promosi. 

Cara lain adalah dengan membaginya antara biaya setup dan biaya operasional. Biaya setup merupakan biaya yang dibutuhkan di awal untuk membangun bisnis seperti biaya pendaftaran dan perizinan bisnis, properti, dan sebagainya. Sementara biaya operasional mencakup hal-hal yang diperlukan agar bisnis tetap berlangsung seperti biaya logistik, biaya internet, biaya untuk promosi, jasa pembuatan website toko online, dan sebagainya. 

Laporan Pendapatan

Laporan pendapatan menunjukkan pendapatan, pengeluaran, dan keuntungan bisnismu dalam periode tertentu. Hal ini penting baik untuk kamu sebagai pemilik bisnis maupun investor yang tertarik pada bisnismu untuk mengetahui apakah bisnismu menguntungkan atau tidak. 

Kamu bisa menghitung laba bersih (net profit) dengan cara mengurangkan laba kotor (gross margin) dengan bunga dan pajak. Kalau biasanya perusahaan besar membuat laporan pendapatan per kuartal, untuk kamu yang baru mulai berbisnis sebaiknya membuat laporan pendapatan per bulan selama 1 tahun pertama. 

Perkiraan Arus Kas

Laporan ini menunjukkan arus keluar masuknya uang tunai dalam bisnismu. Uang tunai sangat penting untuk memastikan bisnis tetap bisa berjalan dan tidak kekurangan dana. Isi perkiraan arus kas yang mendasar antara lain pendapatan tunai dan pengeluaran tunai. Ingat, hanya catat penghasilan dan pengeluaran tunai saja.

Buat perkiraan arus kas untuk 12 bulan ke depan. Dalam membuat laporan ini, penting untuk realistis dalam membagi proses pembayaran faktur, mana yang dibayar tunai, mana yang dibayar dalam 30 hari, 60 hari, dan seterusnya agar kamu tidak kebingungan dalam mengatur keuangan bisnismu. 

Neraca Keuangan

Neraca keuangan pada dasarnya merupakan laporan kekayaan bisnismu. Dari neraca keuangan, pengusaha maupun investor dapat menilai kesehatan keuangan suatu bisnis. Perkiraan neraca keuangan meliputi:

  • Aset: nilai finansial yang dimiliki perusahaan seperti properti, uang tunai, web jualan online, dan sebagainya.
  • Liabilitas: Utang kepada kreditor perusahaan.
  • Ekuitas: Selisih antara aset dan liabilitas.

Analisis Break Even Point

Komponen utama yang juga harus ada dalam financial plan bisnismu adalah analisis break even point. Break even point atau yang biasa disebut dengan BEP adalah titik dimana ketika pengeluaran bisnis sama dengan tingkat penjualan. Jika bisnismu layak, total pendapatan bisnismu pada waktu tertentu akan melebih total pengeluaran. Bagian ini penting bagi investor untuk menilai apakah sebuah bisnis bertumbuh dan menguntungkan atau tidak. 

Lewat financial plan, kamu jadi bisa mengukur dan membandingkan performa bisnismu dengan periode sebelumnya maupun dengan kompetitor. Dengan demikian, kamu bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengembangkan bisnismu. 

Baca juga: Kelola Stok di Marketplace secara Otomatis, Caranya?

Untuk kamu yang berjualan online khususnya di marketplace, sekarang ada cara bisnis online yang lebih mudah lewat Connexi yang memungkinkan kamu untuk mengelola persediaan barang, pemesanan, hingga mengakses laporan transaksi. Membuat laporan keuangan bisnis jadi lebih praktis dan kamu bisa lebih fokus mengembangkan usaha agar sukses jualan online deh!

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit