Blog

7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan untuk Pebisnis Pemula

Dalam membangun usaha, salah satu yang penting untuk diperhatikan adalah alur keuangan. Dengan manajemen cash flow yang disiplin, kita bisa tahu seberapa produktif bisnis kita dan menganalisis strategi dan perencanaan apa yang dibutuhkan ke depannya. 

Namun, tak sedikit juga pebisnis pemula yang membuat kesalahan dengan mengesampingkan aspek ini. Menurut riset CB Insights, salah satu faktor utama yang menyebabkan sebuah startup gagal adalah kurangnya pendanaan. Maka itu, diperlukan manajemen keuangan yang tepat agar usaha bisa tetap berjalan dengan stabil dan lancar. Berikut beberapa tips cerdas dalam mengatur keuangan bisnis agar usaha dapat terus berkembang. 

Baca juga: Baru Mulai Berbisnis Online? Tingkatkan Penjualanmu lewat Strategi Pemasaran Ini

Pisahkan Keuangan Perusahaan dan Keuangan Pribadi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis pemula adalah mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Padahal, hal ini dapat membuat cash flow bisnis jadi berantakan. 

Anggaplah dirimu sebagai salah seorang pekerja di perusahaanmu sendiri. Alokasikan sejumlah uang dari penghasilan bisnismu untuk ‘menggaji’ dirimu. Gaji tersebutlah yang bisa kamu gunakan untuk urusan pribadi. Sementara dana sisanya digunakan untuk kepentingan perusahaan. Agar tidak bingung, sebaiknya buat rekening khusus usaha secara terpisah. Dengan cara ini kamu pun juga jadi lebih mudah menganalisis keluar masuknya kas perusahaan. 

Membuat Perencanaan 

Perencanaan jelas menjadi bagian esensial dalam membangun sebuah bisnis. Kamu tentu perlu menetapkan target dan perencanaan jangka panjang maupun jangka pendek untuk mencapai target tersebut. Jika kamu sudah membuat perencanaan, lakukan analisis mengenai berapa kira-kira dana yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana-rencana tersebut sesuai timeline

Setelahnya, buat perkiraan pendapatan yang dibutuhkan untuk mencapai dana tersebut. Mulai dari berapa penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah tersebut, bagaimana cara menjualnya, dan sebagainya. Susun budget secara berkala sesuai dengan pemasukan yang diterima. Dengan demikian, uang bisnismu tidak akan keluar masuk tanpa tujuan yang jelas. 

Catat Arus Kas

Hal yang satu ini jangan sampai dilewatkan! Memantau laporan arus kas secara detail memang merepotkan. Tapi ini penting untuk dilakukan supaya kamu tahu ke mana saja dana perusahaan mengalir. 

Catat setiap pengeluaran yang kamu lakukan serta pos-posnya. Jadi kamu bisa tahu pos apa yang memerlukan dana yang lebih besar dan pos mana yang bisa ditekan biayanya. Catat juga tiap transaksi yang masuk. Kalau kamu berjualan secara offline, kamu bisa menyimpan daftar keluar masuk uang di buku catatan. Kalau kamu berjualan di web jualan online, pastikan kamu memiliki akses terhadap tiap transaksi agar semuanya transparan.

Dengan demikian, kamu bisa mengetahui produk mana saja yang penjualannya tinggi dan yang mana yang kurang. Hal ini juga membantumu untuk mengetahui perkembangan usahamu lho. Dengan memiliki laporan cash flow yang detil, kamu bisa melakukan review secara berkala sehingga bisa memperkirakan risiko-risiko yang ada dan membuat keputusan yang tepat.

Ingat Wajib Pajak

Kelihatan sepele hingga sering dilupakan, tapi sebenarnya kalau diabaikan bisa menjadi beban untuk keuangan perusahaan. Banyak pebisnis pemula yang terlalu sibuk mengurus segala urusan usaha mereka sampai akhirnya kelewatan bayar pajak. 

Akhirnya uang yang harusnya bisa disimpan untuk mengembangkan usaha malah harus dikeluarkan untuk membayar denda. Maka itu, jangan sampai lupa membayar pajak ya. Supaya tidak lupa, catat di agenda atau pasang reminder di kalender smartphone-mu.

Selalu Sediakan Cadangan

Walaupun sudah membuat perencanaan dengan matang, terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita prediksi. Dalam menjalani bisnis, pasti ada yang namanya jatuh bangun. Masalah dan kegagalan pasti akan dihadapi. Kelangsungan bisnismu tergantung pada bagaimana kamu melewati masa-masa tersebut.

Masalah yang datang sangat mungkin berpengaruh pada keuangan bisnismu. Untuk bisa menghadapi masalah yang demikian, pastikan kamu memiliki cadangan uang tunai yang dapat membantu meringankan beban sehingga kamu pun masih tetap bisa melanjutkan pengembangan usaha. 

Alokasikan Keuntungan dengan Tepat

Sudah mendapatkan keuntungan yang lumayan dari bisnismu? Bagus! Selanjutnya adalah mengalokasikan keuntungan tersebut dengan baik. Lihat kembali perencanaan dan catatan keuangan bisnismu. Atur keuntungan tersebut dan bagi ke beberapa pos berdasarkan catatan yang kamu punya. Berapa persen untuk dana cadangan, berapa persen untuk produksi, berapa persen untuk modal, gaji karyawan, dan sebagainya. Dengan cara ini, uang perusahaan tidak macet dan bisa terus berputar. 

Manfaatkan Teknologi

Mengatur cash flow perusahaan memang rumit, apalagi untuk pebisnis pemula. Dibutuhkan ketelitian dan konsistensi dalam melakukannya. Untungnya saat ini sudah ada teknologi yang memungkinkanmu untuk membuat dan mengakses laporan keuangan secara mudah, bahkan lewat smartphone. Jadi kamu tidak perlu pusing-pusing mencari struk yang hilang atau berkas catatan yang terselip entah dimana. 

Salah satu yang sering menjadi kendala dalam mengatur keuangan khususnya bagi pebisnis pemula yang berjualan online melalui berbagai platform adalah melacak tiap transaksi. Pasalnya, saat ini ada banyak kanal penjualan mulai dari web jualan online hingga berbagai platform e-commerce. 

Baca juga: Kelola Stok di Marketplace secara Otomatis, Caranya?

Dengan banyaknya kanal tersebut, kalau harus memeriksa satu per satu rasanya begitu menghabiskan waktu. Untuk kamu yang menghadapi masalah ini, ada kabar baik. Sekarang sudah ada Connexi, sistem manajemen yang memungkinkan kamu mensinkronisasi berbagai kanal penjualan e-commerce. Jadi kamu bisa dengan mudah memeriksa logistik, mengelola produk, dan mengakses tiap penjualan yang masuk. Sekarang kamu bisa fokus mengembangkan bisnismu dan sukses jualan online tanpa dipusingkan dengan tumpukan struk dan bon deh!

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit