Blog

#CeritaSIRCLO: Wearing Klamby



Apa itu Wearing Klamby dan bagaimana awal mula WearingKlamby?

Kami sama-sama kuliah di salah satu universitas negeri di Yogyakarta, tetapi beda jurusan. Awalnya, saya--Ridho, membuka warung tenda dan Nadine berjualan barang secondhand yang di kemas dengan tampilan baru. Untuk barang secondhand ini kami jual lewat facebook dan pasarya bagus banget.

Di tahun 2015 warung tenda dan klamby berjalan mulus dan akhirnya kami menikah.



Bagaimana penentuan cara berjualan hingga akhirnya menemukan metode Flash sale?

Awalnya wearing klamby menggunakan sistem preorder. Mulai tahun 2016, kita mulai berani stock produk karena modal yang juga udah terkumpul.



Setelah 3 tahun berdiri, apa yang membuat Wearing Klamby memutuskan untuk membuat website?

Salah satu alasan kami membuat website karena jumlah followers yang meningkat sehingga jumlah produksi kami tidak sebanding. Dengan website, kami bisa mengatur jumlah stock barang tanpa harus melakukan konfirmasi satu persatu kepada customer.



Apakah ada kesulitan selama menggunakan website?

Awalnya produk yang dijual melalui webite tidak langsung sold out, setelah mengedukasi konsumen dengan memberi alur atau pola untuk berbelanja melalui website, produk yang 1-3 kali upload langsung sold out.



Perubahan apa yang dirasakan setelah menggunakan website?

SDM sudah pasti bertambah, karena harus ada karyawan yang mengurusi admin panel dan finance untuk proses verifying payment. Selain itu, data yang ada di website sangat valid, jadi lebih mudah juga untuk membuat analisa produk.

Analisa produk itu bertujuan untuk mengecek berapa orang yang masuk ke website setiap harinya. Penjualan juga meningkat sekitar 5 sampai 7 kali dari biasanya.



Sebagai seorang MomPreneur, bagaimana Nadine mengatur waktu antara bisnis dan keluarga?

Klamby belum punya tim kreatif, jadi aku yang menanganinya sendiri sedangkan suamiku di bagian produksi. Untuk pekerjaan atau bisnis, aku mulai kerja dari jam 12 siang. Paginya, aku mengurus rumah dan anak dulu



Sebagai pasangan suami-istri yang membangun bisnis bersama, adakah tips dan trik untuk memisahkan urusan rumah tangga dan bisnis?

Alhamdulilah sejauh ini tidak ada konflik yang terjadi, salah satu nya karena kami menangani bagian yang berbeda. Namun, jika ada suatu masalah, kami sudah memiliki perjanjian untuk menyelesaikan masalah tersebut sendiri-sendiri tanpa campur tangan dari pihak lain



Harapan Wearing Klamby sebagai Local Brand dan pesan untuk perintis Local Brand di Indonesia?

Kami ingin menjadi lebih besar dan kalau bisa Go Internasional. Menjadi salah satu produk muslim kebanggan orang Indonesia adalah tujuan kami.

Untuk Local Brand yang masih merintis adalah perubahan memang tidak enak di awalnya, namun setelah menikmati proses tersebut, bisnis kalian akan lebih cepat berkembang dan tumbuh. Apalagi dengan website yang kalian bisa track weekly dan monthly report nya untuk keputusan bisnis selanjutnya.

Related Posts

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit Buat Toko Online