Blog

5 Karakter Brand untuk Ide Nama Bisnismu

Ketika kamu ingin memulai sebuah bisnis startup, rebranding, atau produk baru, memilih nama yang cocok untuk brand memang seperti tidak ada habisnya. Namun, nama yang tepat akan bisa membantu bisnismu lebih mudah dikenal dan diingat oleh audiens maupun customer potensial!

 

Pemilihan nama bisnis yang berkarakter dan sesuai dengan bisnis yang kamu jalankan juga akan memperdalam identitas serta meningkatkan kredibilitas brand. Contohnya, saat kamu ingin mempromosikan clothing line khusus untuk gaun-gaun prom, pesta, atau pernikahan, tentunya kamu akan memilih nama yang terkesan mewah dan anggun untuk mendukung persepsi konsumen tentang bisnismu.

 

Nama bisnis yang tepat juga memiliki andil dalam kesuksesan sebuah usaha, maka kamu tidak bisa sembarangan dalam memilih. Dalam memilih nama bisnis, pastikan nama tersebut sesuai dengan brand tone idealmu agar bisa meninggalkan kesan yang tepat untuk customer potensialmu.

 

Lima karakter brand yang bisa kamu manfaatkan dalam bisnismu, antara lain:

 

Classic

Nama-nama dengan karakter klasik biasanya digunakan untuk bisnis yang berhubungan dengan industri hukum, finance, bank, universitas, atau properti. Nama klasik dapat memberikan karakteristik kuat seperti prestise, rasa percaya, nilai, dan kekuatan dari sebuah bisnis. Karakter brand ini umumnya menunjukkan sisi serius dari sebuah bisnis. Contoh nama klasik, misalnya, Zenith Capital atau Burberry.

 

Clever

Nama-nama yang ‘pintar’ biasanya lebih cheerful dan tidak takut melakukan permainan kata pada nama bisnisnya. Nama yang berkarakter pintar ini memanfaatkan pun, rima, atau idiom untuk memberikan kesan kreatif, playful, approachable, dan friendly. Contohnya, Deja Brew atau Whey To Go.

 

Modern

Karakter brand yang modern memiliki nama yang memberi kesan inovatif, progresif, dan terus berkembang. Nama yang modern berupaya untuk tampil fresh dan futuristik di depan customer, seperti perusahaan teknologi Apple rintisan Steve Jobs. Nama Apple memberikan gambaran familiar dan menjadi image yang tertanam di benak customer. Contoh nama modern lainnya adalah Hulu atau Vivo.

 

Pragmatic

Nama-nama dengan karakter pragmatis berupaya untuk mengkomunikasikan tujuan atau bidang sebuah bisnis dengan jelas. Karakteristik yang terus terang, praktis, dan to the point ini justru memberi kesan yang jujur serta disukai customer. Nama yang pragmatis biasanya deskriptif dan cukup jelas, seperti PayPal atau Poetry Magazine.

 

Emotional

Karakter yang emosional juga bisa diaplikasikan ke dalam nama bisnis. Nama yang emosional biasanya menggunakan istilah yang kental dengan emosi atau kata sifat. Penggunaan karakter emosional ini tidak hanya langsung memberikan kesan, namun juga bisa menarik dan menjalin koneksi dengan customer. Contoh nama yang emosional, misalnya, Greenpeace atau WorkJoy.

 

Sebuah nama bisnis tentu tidak langsung muncul. Kamu harus mempertimbangkan jenis usaha, image ideal brand, arah bisnis, hingga persepsi customer yang kamu harapkan tentang bisnismu. Bila nama bisnis yang kamu pilih bertabrakan dengan jasa atau produk yang kamu tawarkan, kamu justru bisa terancam kehilangan customer. Nah, dengan memahami karakteristik brand di atas, sekarang kamu bisa melakukan perencanaan yang lebih matang untuk membangun bisnismu!

 

Related Posts

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit Buat Toko Online