Blog

Tips Berbisnis ala Womanpreneurs

Pencapaian para womanpreneurs di dunia bisnis tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja. Dikutip dari Kumparan, Bank Dunia mencatat rasio kepemilikan usaha utamanya UMKM oleh wanita di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di dunia. Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi womanpreneurs di Indonesia. Lalu apa yang dimaksud berbisnis ala womanpreneurs? Pendiri PR consultant agency HK Communications, Halima Khatun, memberikan tips berbisnis berdasarkan pengalaman dan dedikasinya sebagai seorang womanpreneur untuk para pebisnis wanita maupun laki-laki di luar sana.

 

Jangan meragukan diri sendiri

Saat memulai pertama memulai, kamu mungkin akan merasa tidak percaya diri. Ketika berhadapan dengan customer atau investor, kamu bisa merasa insecure dengan dirimu sendiri dan bisnismu. Namun jika kamu mempertanyakan dan meragukan dirimu sendiri, maka orang lain juga tidak akan yakin dengan bisnis rintisanmu. Karena itu, kamu perlu mengingat bahwa kamu telah berjuang dan berhak berada di posisimu saat ini karena usahamu sendiri.

 

Tidak takut untuk berkata “tidak”

Menerima dan menolak sama pentingnya. Jika kamu menerima semua ajakan kerjasama atau permintaan customer yang tidak memungkinkan, kamu akan kesulitan mengatur dan menyeimbangkan pekerjaanmu yang lain. Kamu bahkan mungkin tidak bisa memenuhi satupun pekerjaanmu yang menumpuk. Walaupun profit dan portofolio itu penting, kamu juga perlu mengingat mana yang baik untuk bisnismu secara jangka panjang.

 

Jangan melewatkan kesempatan

Kesempatan yang awalnya biasa saja justru bisa memberikan kamu ruang untuk belajar, mengembangkan networking, bahkan menguntungkan. Kamu perlu mempertimbangkan pro dan kontra dari setiap kesempatan yang mendatangimu. Apabila prospek yang ditawarkan cukup baik dan bisa memberikanmu pengalaman atau tantangan baru, jangan ragu untuk menerimanya.

 

Terus belajar dan memperbarui kemampuanmu

Segalanya bergerak dengan cepat di era digital ini, karena itulah kamu perlu mengikuti perkembangan dengan banyak belajar dan memperbarui kemampuanmu. Apalagi jika kamu seorang solopreneur atau baru merintis perusahaan startup dengan anggota yang sedikit, maka kamu memerlukan banyak kemampuan untuk bisa berkembang, seperti mempelajari digital marketing atau memperkuat analytical skills-mu. Namun itu bukan berarti kamu harus melakukan semuanya sendiri, karena kamu bisa mencari bantuan dengan belajar dari sumber atau kelas online.

 

Menjadi advokat terbaik untuk brand-mu

Sebagai sebuah startup atau bisnis kecil, kamu pasti tidak bisa langsung bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Namun kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan brand-mu dan lebih dekat dengan customer. Kamu bisa merepresentasikan brand-mu sendiri dengan lebih personal kepada customer dan memperkuat branding bisnismu dibanding perusahaan korporat yang seakan tidak “berwajah”.

Related Posts

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit Buat Toko Online