Blog

4 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan saat Berbisnis di Bulan Ramadan

Banyak bisnis memanfaatkan momen Ramadan untuk memasarkan barang dan jasa yang ditawarkannya guna meningkatkan penjualan. Bisnis-bisnis baru yang dadakan juga bermunculan, seperti bisnis kue kering, pastry, baju Muslim, sampai parsel lebaran. Wajar jika bisnis memiliki mindset profit-oriented, tapi pebisnis juga perlu mempertimbangkan performa bisnis agar bisa bertahan di bulan Ramadan.


Sebagian besar masyarakat menjalani puasa di bulan suci ini dan produktivitas saat bekerja pun cenderung menurun. Masyarakat juga akan memanfaatkan musim ini untuk pergi keluar kota. Lalu, bagaimana cara agar bisnis tetap berjalan dengan kondisi produktif yang terbatas? Bagaimana sebuah bisnis bisa melakukan pendekatan kepada konsumen potensial saat bulan Ramadan?


Tidak hanya bertahan, bisnismu juga perlu berkembang. Ini dia 4 hal yang perlu kamu perhatikan saat berbisnis di bulan Ramadan!


Bantu tim-mu untuk bekerja secara efisien

Di bulan Ramadan, banyak bisnis yang mengalami peningkatan penjualan. Hal ini menyebabkan pekerjaan yang harus dikerjakan semakin banyak. Namun, hal tersebut tidak diimbangi oleh waktu kerja yang cukup dikarenakan jam pulang yang lebih cepat atau produktivitas karyawan yang menurun saat bulan puasa. Untuk menyiasati hal tersebut, berikanlah tim-mu job desc dan deadline yang jelas. Dua hal ini akan membuat tim-mu bekerja lebih efisien dengan waktu yang lebih singkat.


Gunakan elemen dengan suasana Ramadan dalam praktik marketing

Momen Ramadan merupakan momen yang bisa dijadikan peluang untuk memasarkan produk-produk yang kamu jual, sama halnya dengan Natal dan Imlek. Penggunaan desain bertemakan Ramadan di toko, website, maupun feeds media sosial akan meningkatkan minat calon pembeli yang merayakan Ramadan. Selain itu, mengadakan promosi khusus seperti memberikan diskon spesial atau bundling produk untuk Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau juga menjadi praktik marketing yang efektif.


Nilai kekeluargaan menjadi kunci

Ramadan kental dengan nilai kebersamaan dan persatuannya. Banyak orang yang memanfaatkan bulan suci ini untuk saling berbagi kebahagiaan bersama keluarga maupun kerabat mereka. Hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk menentukan strategi pemasaran produk mereka yang mengarah pada keluarga atau kerabat. Usaha B2C bisa melakukan pendekatan melalui channel-channel yang family-friendly untuk mencapai target audiens, sedangkan usaha B2B bisa menunjukkan perhatian pada nilai kekeluargaan yang dianut oleh klien.


Memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin

Walaupun bisnis yang kamu jalani berada di suatu industri yang angka penjualannya akan menurun pada bulan Ramadan, kamu tetap bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kamu tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk menyusun strategi marketing Ramadan, namun waktu yang tersedia bisa digunakan untuk memperbarui aset digital seperti konten foto, video, tampilan visual website, dan user experience. Kamu juga bisa mencari cara untuk mengembangkan bisnismu beserta tim di dalamnya pada kesempatan ini.

Related Posts

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit Buat Toko Online