Blog

apa itu kompetitor

Apa Itu Kompetitor dan Cara Menghadapinya dalam Bisnis

Apa itu kompetitor? Dalam pengertian sederhananya, kompetitor adalah pesaing. Ketika kamu sedang berusaha meraih sesuatu, kompetitor juga menginginkan hal yang sama. Kalian pun bertarung untuk mendapatkan hal tersebut.

Dalam dunia bisnis, keberadaan kompetitor merupakan hal yang lumrah. Sekalipun kamu menawarkan produk atau jasa yang hanya ada satu-satunya di dunia, suatu hari akan muncul kompetitor menawarkan hal sama.

Kompetitor bisa berarti baik atau buruk, tergantung dari kamu menilainya. Kompetitor bisa menjadi ancaman atau menjadi benchmark untuk memperbaiki produk dan jasa yang kamu tawarkan.

Berikut bahasan mengenai apa itu kompetitor, apa manfaat memiliki kompetitor, hingga bagaimana mengatasi kompetisi dalam berbisnis?

Baca juga: Apa Itu Reseller dan Bagaimana Perannya dalam Bisnis?

Apa Itu Kompetitor?

apa itu kompetitor

Foto: Freepik.com

Kompetitor adalah individu, bisnis, tim, atau organisasi yang bersaing denganmu atau perusahaanmu. Jika seseorang berupaya mengalahkanmu dalam sebuah perlombaan, orang itu adalah kompetitormu.

Kompetitor umum digunakan dalam berbagai sektor. Istilah ini digunakan dalam olahraga, politik, musik, sastra, akting, dan sebagainya.

Ada banyak perusahaan yang menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Namun, bukan berarti semua perusahaan tersebut adalah kompetitormu.

Dalam dunia bisnis, kita menyebut sebuah perusahaan sebagai kompetitor ketika mereka menawarkan hal yang sama dengan perusahaan kita. Perusahaan tersebut memiliki ukuran yang sama dan membuat produk serupa.

Jika produk suatu perusahaan bisa menjadi barang substitusi bagi produkmu di pasaran, berarti ia adalah kompetitor. Contoh merek dagang yang paling terkenal akan kompetisinya, yaitu Coca-Cola dan Pepsi.

Kedua raksasa produsen minuman bersoda tersebut menjadi kompetitor berat satu sama lain. Produknya identik dan bisa menyubstitusi satu sama lain.

Kompetitor tidak hanya membuat produk yang sama persis, tetapi menjual produk tersebut dengan harga yang sama pula. Hingga akhirnya pemasaran menjadi faktor penentu untuk memengaruhi keputusan pembeli.

Kompetitor merupakan bagian penting dalam perekonomian, terutama dalam pasar bebas. Kehadiran mereka dalam suatu industri membuat harga barang dan jasa menjadi turun.

Manfaat Memiliki Kompetitor

Memiliki kompetitor mungkin terdengar mengerikan, karena kita bukan satu-satunya di lini bisnis kita. Namun, kehadiran kompetitor perlu dianggap sebagai tantangan.

Nyatanya, terdapat sejumlah manfaat dengan kita memiliki kompetitor di lini bisnis kita. Setelah tahu apa itu kompetitor, mari kita kupas bagaimana manfaatnya memiliki kompetitor.

1. Manfaat Mengetahui Segmen Pasar Kompetitor

Segmentasi pasar bisnismu dengan kompetitor kemungkinan besar tidak berbeda jauh. Namun, akan ada banyak manfaat dari mempelajari target konsumen kompetitor.

Salah satunya, kamu bisa mempelajari strategi pemasaran mereka. Dari situ kamu dapat membaca apakah strategi kompetitor berhasil atau tidak.

Kamu pun dapat memodifikasi strategimu agar lebih baik. Hal ini juga meminimalkan tenagamu untuk bereksperimen, karena sudah ada kompetitor yang melakukannya terlebih dahulu.

Dengan mempelajari segmen pasar kompetitor, kamu pun bisa tahu ceruk pasar mana yang belum tersentuh oleh kompetitor.

Semisal, kompetitormu fokus pada segmen umur 30-an ke atas, kamu bisa mencoba membangun ceruk pasar untuk umur 20-an.

2. Manfaat Mengetahui Pelanggan Kompetitor

Pelanggan memang berasal dari target konsumen, tetapi kedua kelompok ini tidak sama. Ketika membuat target konsumen, kamu menilai bahwa kelompok konsumen tertentu bisa cocok dengan produk atau jasamu.

Berbeda dengan pelanggan. Kelompok ini merupakan konsumen yang sudah menggunakan produk atau jasamu dan merasa cocok dengannya. Lalu, apa manfaatnya mengetahui pelanggan kompetitor?

Kamu bisa mempelajari preferensi pelanggan kompetitormu lalu membandingkannya dengan pelangganmu sendiri. Meski kompetitor memiliki segmentasi pasar yang sama, karakteristik pelanggannya belum tentu sama.

Misalnya perusahaanmu dan kompetitor menyasar segmen pasar umur 30-an. Namun, ternyata produkmu lebih disukai pelanggan perempuan dan kompetitor sebaliknya. Dari sini kamu bisa mempelajari bagaimana kompetitor menggaet pelanggan dari kelompok laki-laki umur 30-an.

Penting pula untuk mengetahui berapa lama pelanggan kompetitormu bertahan menggunakan produk mereka. Kamu bisa belajar dari kompetitor bagaimana menciptakan pelanggan yang loyal.

Jika ternyata tingkat retensi pelanggan kompetitor rendah, kamu bisa mencari cara untuk menggaet pelanggan mereka agar pindah ke produkmu. Memahami tingkat loyalitas pelanggan kompetitor dapat membuatmu menetapkan target yang realistis untuk perusahaanmmu.

3. Manfaat Mengetahui Produk dan Layanan Kompetitor

Dengan mengetahui produk dan layanan kompetitor, kamu bisa memahami posisimu sendiri. Kamu bisa mengevaluasi kelemahan dan kelebihan produkmu dengan membandingkannya terhadap punya kompetitor.

Dari evaluasi tersebut, kamu dapat meningkatkan produk dan layananmu agar dapat bersaing dengan kompetitor. Dari segi proses bisnis, kamu pun bisa melakukan sejumlah efisiensi agar dapat memberikan harga terbaik.

Ketika kompetitor melakukan promosi produk dan layanan, kamu bisa mempelajari dan mengadopsi strateginya. Tentunya, dengan strategi yang lebih matang, tidak sekadar meniru.

Baca juga: Warehouse adalah Kunci Kesuksesan Bisnis E-commerce

Tips dan Cara Mengatasi Persaingan dengan Kompetitor

Pengetahuan mengenai apa itu kompetitor itu tidak cukup dalam mengatasi persaingan dengan kompetitor di pasar. Meski kamu bisa banyak belajar dari kompetitor, kamu harus selalu waspada strategi bisnismu tidak dicuri oleh kompetitor.

Berikut ejumlah tips dan cara mengatasi persaingan denga kompetitor di pasaran.

1. Kenali Kompetitormu

Pelajari kompetitormu dengan baik, mulai dari apa yang mereka tawarkan, apa kekuatan dan kelemahan, hingga siapa pelanggan mereka. Dengan demikian kamu bisa memosisikan produkmu sendiri di pasaran dan menciptakan peluang dari kelemahan kompetitor.

2. Kenali Pelangganmu

Jangan cepat puas dengan jumlah pembelian yang tinggi dari pelangganmu, karena sewaktu-waktu mereka bisa beralih ke kompetitor. Cari tahu terus apa yang mereka butuhkan, sehingga kamu dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan menciptakan loyalitas tinggi.

3. Membuat Perbedaan

Meski bergerak di lini bisnis yang sama, kamu harus menciptakan karakteristik unik pada produk atau layananmu. Hal ini untuk membuat kesan bahwa apa yang kamu tawarkan berbeda dengan kompetitormu.

4. Tingkatkan Pemasaranmu

Ketika kompetitor mulai banyak bermunculan, mau tak mau kamu pun harus meningkatkan pemasaranmu. Lakukan campaign produk secara berkala untuk mencitrakan perusahaanmu sebagai yang terdepan di bidangnya.

5. Menargetkan Segmen Baru

Seperti yang disebut sebelumnya, pelajari segmentasi kompetitormu, dan temukan ceruk pasar yang belum tersentuh. Dari situ, targetkan ceruk pasar tersebut sebagai segmentasi pasar baru bagi perusahaanmu.

6. Buatlah Rencana untuk Masa Depan

Buatlah rencana jangka panjang untuk perusahaanmu, karena bisnis yang merencanakan pertumbuhan akan lebih sukses daripada bisnis yang stagnan. Ikuti pula perkembangan, tren konsumen, dan berinvestasilah pada teknologi baru.

Baca juga: Strategi Negosiasi Bisnis yang Ampuh untuk Capai Kesepakatan

Demikian penjelasan mengenai apa itu kompetitor, manfaat memiliki kompetitor, hingga tips mengatasi persaingan. Semoga bermanfaat!

Tags: , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!