Blog

brand awareness adalah

Brand Awareness adalah Strategi Tingkatkan Penjualan

Brand awareness adalah tingkat pengenalan konsumen terhadap nama suatu merek. Tingkat brand awareness yang tinggi dapat memicu penjualan yang tinggi pula.

Seperti apa bentuk brand awareness itu? Sederhananya, brand awareness adalah ketika kamu sedang berbicara kepada temanmu akan membeli suatu produk. Ketimbang menyebutkan jenis produknya, kamu akan menyebutkan nama merek.

Nama merek tersebut sudah melekat di kepalamu dan sudah mengasosiasikannya dengan produk yang kamu maksud. Sampai-sampai kamu lupa apa penyebutan yang benar untuk jenis produk tersebut.

Brand awareness adalah kunci untuk meningkatkan penjualan produk. Bagi pemilik bisnis, penting untuk mengetahui apa itu brand awareness.

Definisi Brand Awareness

brand awareness adalah
Foto: Unsplash.com

Brand awareness adalah istilah pemasaran yang menggambarkan tingkat pengenalan konsumen terhadap nama suatu produk. Menciptakan brand awareness penting untuk meningkatkan penjualan.

Berbagai merek dagang di luar sana berkompetisi untuk menjadi top of mind para konsumen. Ketika konsumen memikirkan suatu produk, lalu ada merek dagang tertentu yang muncul di kepalanya, itu artinya strategi brand awareness merek tersebut berhasil diterapkan.

Brand awareness juga merupakan langkah penting ketika mempromosikan produk baru atau menghidupkan kembali penjualan produk lama. Merek dagang yang lekat dikenal oleh konsumen cenderung dibeli meskipun ada produk lain yang lebih murah.

Dalam menciptakan atau meningkatkan brand awareness, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini karena tidak mudah membangun kepercayaan konsumen dalam waktu singkat.

Perusahaan-perusahaan besar dengan merek dagang ternama, menerapkan strategi promosi dan pemasaran selama bertahun-tahun. Hal ini dilakukan demi meningkatkan brand awareness produk, sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang E-Commerce Enabler

Fungsi Brand Awareness

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, brand awareness adalah tingkat pengenalan konsumen terhadap merek yang berpengaruh langsung kepada penjualan. Selain meningkatkan penjualan, brand awareness juga memiliki fungsi lainnya dalam pemasaran.

Berikut sejumlah fungsi brand awareness dalam pemasaran produk:

1. Menciptakan Persepsi

Brand Awareness tercipta melalui berbagai media promosi, mulai dari media massa, media sosial, iklan, baliho, review produk, dan sebagainya.

Dengan strategi promosi dan pemasaran yang baik, konsumen yang terpapar informasi tentang suatu merek pun lama-lama akan mengingatnya. Nilai plusnya, terpatri persepsi positif di benaknya ketika mendengar nama produk tersebut.

Jika sudah sampai tahap ini, word of mouth pun akan terjadi. Konsumen akan merekomendasikan produk merek tersebut terhadap keluarga atau kerabat dekatnya. Rekomendasi dari orang terdekat terkadang lebih efektif daripada bentuk promosi apa pun.

2. Menciptakan Jaringan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, strategi brand awareness yang baik akan menciptakan word of mouth. Produk akan jadi topik diskusi dan menciptakan jaringan yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi lebih lanjut.

Ketika konsumen puas akan suatu merek produk, ia akan merekomendasikannya ke orang lain. Jadi, selain menciptakan brand awareness, penting juga untuk mendesain produk yang membawa pengalaman baik bagi konsumen.

3. Menumbuhkan Kepercayaan

Konsumen melihat merek tersebut ada di mana-mana, selalu dibicarakan orang, hingga direkomendasikan orang terdekat. Jika sudah begini, akan tumbuh kepercayaan konsumen terhadap merek. Sekalipun ia belum mencoba dan merasakan langsung kualitasnya.

4. Menciptakan Asosiasi

Brand awareness dalam tahap selanjutnya akan menciptakan asosiasi di benak konsumen. Semisal ketika konsumen sedang memikirkan suatu produk, merek tertentu yang akan muncul di benaknya.

Merek tersebut berada di top of mind konsumen. Lebih lanjut, konsumen pun akan menyebut nama merek itu ketimbang jenis produknya. Contoh brand awareness yang berhasil adalah Google.

Orang cenderung akan berkata, “Cari saja di Google” ketimbang, “Cari saja di mesin pencari.” Pada produk rumah tangga, misalnya, ada merek Rinso yang sering disebutkan ketimbang menyebut “detergen”.

5. Membangun Ekuitas Merek

Produk suatu merek akan semakin berharga ketika sudah tercipta brand awareness di benak konsumen. Ini adalah konsep di balik ekuitas merek.

Ekuitas merek itu sendiri adalah nilai merek sebagai aset yang terpisah. Artinya, terlepas dari produk apa yang dijual dan bagaimana kualitasnya, nama merek itu sendiri sudah punya nilai di mata konsumen. Brand awareness itulah yang membangun nilai tersebut.

Baca juga: 5 Cara Jualan Online Laris di WhatsApp

Strategi Meningkatkan Brand Awareness

Setelah mengetahui definisi brand awareness dan bagaimana fungsinya, kini kamu perlu tahu bagaimana strategi brand awareness dieksekusi.

1. Desain Logo yang Menarik

Agar dapat menjadi top of mind konsumen, tidak hanya bertumpu pada nama merek, tetapi juga desain logo. Dengan strategi brand awareness yang baik, konsumen seharusnya dapat mengenali logo tanpa harus membaca nama mereknya.

Segala aspek dalam logo perlu diperhatikan dengan saksama. Mulai dari bentuk, warna, hingga font. Semua aspek tersebut adalah bagian integral dari pembentukan citra merek. Selain memengaruhi ingatan orang, desain logo yang baik juga harus menciptakan asosiasi positif.

Membuat logo yang baik bagus dan menarik juga tidak hanya mengandalkan desainer yang profesional atau berpengalaman. Perusahaan tertentu sampai rela menyewa jasa konsultasi psikologi untuk menentukan logo.

Psikolog dapat menyarankan bentuk dan warna seperti apa yang memiliki relasi positif dengan citra perusahaan. Logo yang baik, yakni logo yang menyampaikan apa yang bisa didapat konsumen dari produk.

2. Strategi Media Sosial

Kini, berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya, menyiapkan ruang untuk beriklan. Layanan ini memudahkan para pemilik bisnis mengiklankan mereknya.

Namun, selain dari pemasangan iklan, brand awareness bisa dibangun melalui engagement langsung dengan para konsumen.

Dengan perencanaan konten yang matang dan tepat, media sosial juga bisa menjadi medium untuk memperluas jangkauan pasar.

Strategi brand awareness bisa dimulai dengan promosi sederhana dengan membuat hashtag challenge. Para pengikut di media sosial bisa diminta meramaikan tagar yang mempromosikan produk dengan imbalan hadiah jika konten yang mereka buat menarik.

Cara lainnya adalah dengan melakukan endorsement oleh para influencer. Selain itu, masih banyak lagi strategi media sosial yang bisa dilakukan untuk meningkatkan brand awareness.

3. Pemasaran Cara Lama

Meski sudah memasuki era industri 4.0 yang ditandai dengan tingginya penggunaan teknologi informasi, bukan berarti cara pemasalan lama atau “jadul” tidak bisa digunakan.

Media massa berbasis cetak, radio, dan televisi masih punya pengaruh kuat bagi masyarakat. Memasang iklan di berbagai media massa atau mengundang awak media massa dalam launching produk, masih efektif untuk meningkatkan brand awareness.

Cara lainnya juga jika produkmu didistribusikan di toko retail, membuat displai khusus yang ditempatkan di dekat kasir atau posisi strategis lainnya, bisa meningkatkan pembelian impulsif oleh konsumen.

Memanfaatkan ruang publik seperti memasang baliho, videotron, dan spanduk juga bisa dilakukan sebagai strategi brand awareness. Hanya saja untuk melakukan berbagai strategi ini memang membutuhkan modal yang tak kecil.

Demikian definisi brand awareness beserta fungsi dan strategi untuk meningkatkannya. Semoga bermanfaat!

Tags: , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!