Blog

gudang

Jenis-jenis Gudang dan Fungsinya

Gudang adalah bangunan yang dibuat khusus untuk menyimpan barang sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Gudang dapat digunakan oleh semua jenis bisnis yang berbeda sebagai tempat sementara untuk menyimpan produk dalam jumlah besar sebelum mengirimkannya ke lokasi lain atau secara individual ke konsumen akhir.

Misalnya, e-commerce membutuhkan gudang untuk menyimpan stok barang yang mereka beli dari produsen.

Ketika pelanggan melakukan pemesanan, e-commerce kemudian mengambil dan mengemas produk dari gudang dan mengirimkannya langsung ke pelanggan.

Selain para pebisnis online, pemilik bisnis ritel juga biasanya membutuhkan gudang karena toko fisik mereka hanya memiliki ruang penyimpanan barang secara terbatas.

Jadi, membutuhkan gudang yang dekat dengan lokasi toko fisik sehingga mereka dapat selalu memasok toko dengan barang-barang yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Pasokan barang di toko fisik pun akan lebih stabil meski permintaan terus bertambah atau ketika produsen memiliki kendala dalam memproduksi dan mengirimkan barang baru.

Baca Juga: Kelola Stok di Marketplace secara Otomatis, Caranya?

Jenis-jenis Gudang

Foto: Unsplash/Remy Gieling

Adanya gudang bagi sebuah perusahaan sangatlah penting. Nah, dalam penggunaannya, jenis-jenis gudang dibagi menjadi:

1. Gudang Bahan Baku

Dikutip dari Jurnal Politeknik APP Jakarta, jenis gudang yang pertama adalah gudang bahan baku.

Gudang bahan baku atau bahan mentah adalah tempat penyimpanan sebelum dipergunakan untuk proses produksi oleh perusahaan yang bersangkutan.

Biasanya, gudang bahan baku terletak dekat dengan pusat pengolahan produksi.

2. Gudang Barang Setengah Jadi

Berikutnya, ada gudang barang setengah jadi yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang yang sudah diproses tetapi belum selesai atau memerlukan proses lanjutan (work in process).

Tentu saja, barang setengah jadi ini membutuhkan waktu tunggu dalam antrian proses produksi sehingga membutuhkan tempat penyimpanan tersendiri yang juga disebut persediaan on line (inventory on line).

Baca Juga: Jenis-Jenis Persediaan di Gudang untuk Menunjang Bisnis

3. Gudang Barang Jadi

Sesuai dengan namanya, gudang jenis ini disiapkan oleh perusahaan untuk menyimpan barang jadi atau produk dari akhir proses produksi atau dapat juga berupa barang/produk yang siap didistribusikan atau dijual kepada pelanggan.

Dalam hal ini, perusahaan perlu menentukan seberapa besar atau luas ruang yang akan digunakan untuk menyimpan barang/produk jadi, serta syarat apa saja yang diperlukan bagi penyiapan gudang tersebut.

4. Gudang Terminal (Pusat) Konsolidasi

Tak hanya sampai di situ, ada juga jenis lainnya yang dinamakan sebagai gudang terminal (pusat) konsolidasi.

Gudang terminal (pusat) konsolidasi umumnya digunakan untuk mengumpulkan beberapa jenis barang dari masing-masing sumber atau pemasok. Selanjutnya, menggabungkannya untuk dikirimkan ke tempat tujuan tertentu atau pelanggan.

Jenis tempat ini juga dapat digunakan dalam proses asembling, dimana komponen dikirim pemasok ke gudang.

Selanjutnya, dilakukan pengumpulan komponen sesuai dengan jadwalnya (schedule). Ragam komponen dan jumlahnya berbeda satu terhadap lainnya sesuai kebutuhan perakitan produk.

Gudang seperti ini banyak digunakan dalam perakitan otomotif.

Baca Juga: Cara Menghitung Diskon yang Tepat Agar Tak Merugi

5. Pusat Distribusi

Selanjutnya, ada gudang yang diperuntukkan sebagai pusat distribusi.

Jadi, tempat ini digunakan untuk mengumpulkan beberapa jenis barang/produk dari sumber tunggal (hasil satu perusahaan manufaktur) untuk selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan (pelanggan).

Dalam hal ini, perusahaan induk menyewa atau membuat satu anak perusahaannya berbentuk pengelolaan pergudangan yang berfungsi untuk mendistribusikan seluruh hasil produksinya kepada pelanggan yang sudah ditetapkan.

6. Break-bulk Operation

Break-bulk Operation merupakan gudang yang digunakan untuk menerima barang atau produk dalam jumlah atau volume besar, kemudian dipecah-pecah atau dibagi-bagi dalam jumlah atau volume yang lebih kecil dan selanjutnya dikirimkan ke beberapa tempat tujuan atau pengguna.

Baca Juga: Apa Itu Stock Opname dan Bagaimana Cara Melakukannya?

7. Cross-Docking

Gudang yang berbentuk cross docking disebut juga gudang in-transit mixing.

Gudang ini digunakan untuk menerima atau mengumpulkan beberapa jenis barang dari beberapa pemasok dan kemudian dibagi-bagi dan digabungkan atau dikombinasikan sesuai dengan jumlah/ragam barang dari permintaan masing-masing pelanggan.

Biasanya, proses penerimaan dan pengiriman berlokasi dalam satu tempat yang sama dan dilakukan pada waktu yang bersamaan.

8. Pergudangan Publik

Jenis-jenis yang lainnya adalah gudang publik. Gudang sektor publik akan menyimpan persediaan untuk fasilitas pemerintah daerah seperti sekolah dan kantor.

Produk yang disimpan dapat mencakup alat tulis, seragam, furniture, hardware dan software komputer, dll.

Semua operasi gudang tersebut dapat dimiliki, disewakan atau dioperasikan oleh perusahaan pihak ketiga atas nama kepala sekolah atau kantor.

Salah satu contoh pergudangan publik, yakni Badan Urusan Logistik (BULOG), suatu pergudangan sektor publik yang memberikan kepastian pasokan dalam rantai nilai dari hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat yang dikelola oleh pemerintah.

Baca Juga: Jenis-Jenis Anggaran Perusahaan yang Perlu Kamu Pahami

Fungsi Gudang

jenis-jenis persediaan

Foto: SIRCLO Photo Stock

Meski terlihat sederhana karena hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi fungsi gudang sangatlah penting bagi sebuah perusahaan.

Berikut fungsi gudang dalam keperluan bisnis:

1. Menyimpan Stok Barang

Sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fungsi gudang yang pertama tentu saja menyimpan stok barang.

Selama proses produksi, kamu pun bisa menyimpan barang jadi tersebut ke dalam gudang sehingga tempat produksi bisa beroperasi semaksimal mungkin.

Barang jadi yang telah selesai diproduksi pun akan lebih aman disimpan di sana karena terhindar dari kerusakan atau pencurian.

Gudang juga bisa menjadi tempat penyimpanan barang yang surplus sampai waktunya pelanggan melakukan pembelian.

2. Memenuhi Pesanan Pelanggan

Ketika permintaan terhadap barang meningkat, bagian produksi pun akan membuat banyak barang untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Biasanya, pelanggan hanya peduli tentang kapan barang mereka segera dikirimkan. Nah, untuk mencegah terjadinya keterlambatan pengiriman, perusahaan perlu memiliki stok barang.

Jadi, keberadaan ruangan ini sangat dibutuhkan untuk menyimpan barang. Dengan stok barang yang aman, perusahaan bisa langsung mengirimkan pesanan pelanggan.

Pelanggan pun akan merasa puas dengan pelayanan perusahaanmu sehingga peluang mereka untuk berbelanja kembali bisa meningkat.

3. Melindungi Barang dari Kerusakan

Dengan adanya ruangan ini, barang yang sudah selesai diproduksi juga bisa lebih terlindungi dari kerusakan.

Hal ini karena sistem gudang biasanya sudah diatur atau dirancang agar mampu melindungi barang dari bahaya pencurian, kebakaran, banjir, serta masalah keamanan lainnya.

Kamu pun dapat memastikan bahwa kondisi barang yang dikirimkan pelanggan tetap baik dan berkualitas. Yang pada akhirnya bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dalam berbelanja.

Baca Juga: Apa Arti CoD dan Kelebihannya untuk Bisnis E-commerce?

4. Meningkatkan Kualitas Produksi

Dengan manajemen penyimpanan yang baik di gudang, perusahaan bisa memantau kuantitas dan meningkatkan kualitas produksi.

Gudang memungkinkan perusahaan untuk mengetahui jumlah bahan mentah dan bahan jadi yang dimiliki.

Data tersebut pun bisa membantu perusahaan dalam menentukan jumlah material yang diperlukan dalam proses produksi.

Dengan demikian, perusahaan akan lebih mudah dalam mendeteksi jika ada kesalahan atau kecacatan barang hasil produksi.

Menggunakan sistem pelacakan yang tepat juga memungkinkan para karyawan bekerja lebih efektif. Mereka bisa mengidentifikasi dan meminimalkan bahan baku yang cacat.

Selain itu, sistem kontrol kualitas inventaris juga membantu perusahaan dalam memantau masa simpan dan tanggal kedaluwarsa bahan baku. Pekerja dapat dengan mudah mengidentifikasi dan menghapus stok bahan baku sebelum kedaluwarsa.

5. Menentukan Keputusan Pembelian

Gudang juga bisa membantu sebuah perusahaan dalam menentukan keputusan pembelian.

Hal ini karena data dari hasil pelacakan bisa menentukan kapan perusahaan perlu membeli bahan baku untuk produksi.

Jadi, dapat menghindari pembelian bahan tertentu dalam jumlah yang berlebihan.

Itu dia informasi seputar gudang dan fungsinya bagi sebuah bisnis. Baik bisnis offline maupun bisnis online membutuhkan gudang untuk menyimpan stok barang sebelum didistribusikan pada pelanggan.

Apabila kamu membutuhkan bantuan dalam mengelola bisnis online, bisa menggunakan layanan dari SIRCLO Store.

SIRCLO Store berdiri paling depan unuk solusi pembuatan website gratis. Layanannya bisa didapatkan dengan beragam template siap pakai serta penggunaannya mampu terintegrasi dengan marketplace dan WhatsApp Business lewat satu halaman dashboard. Informasi selengkapnya klik tombol di bawah ini.

Tags: , , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!