Blog

Menilik Kembali Industri E-Commerce di 2020, Bagaimana Perkembangannya?

Tahun 2020 membawa banyak tantangan bagi bisnis. Pandemi mengakibatkan banyak perubahan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk juga dalam hal berbelanja. Platform online menjadi sumber utama bagi pebisnis maupun konsumen untuk menjual dan membeli barang. 

Pertumbuhan e-commerce pun meningkat drastis. Jumlah pelanggan e-commerce meningkat menjadi 66% sejak pandemi. Perilaku belanja online pun diperkirakan akan bertahan bahkan setelah pandemi usai. Berikut beberapa perkembangan e-commerce yang signifikan dari tahun 2020 menurut laporan internal SIRCLO.

Baca juga: 5 Prediksi Tren E-Commerce di Tahun 2021 yang Perlu Kamu Ketahui

Boomingnya Harbolnas

Beberapa bulan menjelang penutup tahun, Harbolnas atau festival belanja online pada tanggal cantik selalu menjadi momen meriah yang ditunggu-tunggu banyak konsumen. Berbagai e-commerce pun turut meramaikan festival ini dengan berbagai promo dan hadiah menarik. Bahkan transaksi pada Harbolnas 12.12 sendiri meningkat 328% dibanding tahun sebelumnya.

Adapun kategori produk yang banyak dicari selama Harbolnas adalah produk perawatan pribadi, peralatan rumah tangga, dan fashion. Khususnya produk perawatan pribadi telah menjadi prioritas belanja banyak orang di tahun 2020. Marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada juga melaporkan meningkatnya pembelian produk elektronik. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang melakukan aktivitas dari rumah seperti belajar dan bekerja sehingga membutuhkan alat elektronik yang memadai.

Jangkauan yang Semakin Luas

Jangkauan e-commerce juga semakin merata di Indonesia. Sebelumnya, jumlah transaksi di Pulau Jawa umumnya jauh lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Tahun ini, jumlah order di luar Pulau Jawa meningkat 5 kali lipat dibanding tahun lalu. Diperkirakan, transaksi e-commerce di Indonesia akan merata antara Jawa dan daerah lainnya dalam beberapa tahun.

Menurut Nielsen, beberapa faktor yang mendorong ketertarikan konsumen untuk berbelanja online antara lain adalah voucher diskon (49%), harga yang terjangkau (47%), gratis ongkir dan ketentuan pengembalian barang (33%). Bersamaan dengan itu, campaign Shopee di tahun 2020 juga menunjukkan bahwa diskon, flash sale, dan gratis ongkir merupakan jenis promo yang paling disenangi oleh penggunanya.

Kerjasama dengan Bintang K-Pop dan TV Nasional

E-commerce di tahun 2020 juga terus berinovasi dalam strateginya untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penjualan. Budaya K-Pop yang banyak digandrungi oleh banyak orang saat ini membuat e-commerce pun turut bekerja sama dengan selebriti dari Korea sebagai brand ambassador mereka. 

Tokopedia mengundang berbagai idola K-Pop untuk acara WIB (Waktu Indonesia Belanja) mereka mulai dari Blackpink hingga NCT. Lazada juga menunjuk aktor asal Korea Lee Min Ho sebagai brand ambassador mereka. Sementara Blibli mengadakan acara talkshow dengan aktor Park Seo Jun.

Selain bekerja sama dengan bintang K-Pop, banyak marketplace juga mengadakan acara live streaming melalui aplikasi mobile mereka untuk memudahkan para penggunanya mengakses acara mereka. Dua marketplace terbesar di Indonesia Tokopedia dan Shopee juga menyiarkan acara mereka di saluran TV nasional untuk meningkatkan awareness.

Pembayaran Digital Semakin Jadi Pilihan

Biasanya pengguna baru e-commerce lebih memilih untuk membayar menggunakan cash atau metode cash-on-delivery saat membeli barang. Namun, metode pembayaran via cash disebut kurang aman akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, penjual dan penerima harus melakukan kontak langsung. 

Alhasil, pembayaran via cash dan COD menurun, sementara pembayaran melalui dompet digital meningkat 11%. Hal ini terlihat dari transaksi selama Harbolnas dimana penggunaan e-wallet menjadi metode yang paling banyak digunakan (59%), diikuti dengan virtual account (30%), dan COD (25%). 

Dompet digital yang paling banyak digunakan di antaranya ShopeePay, OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja. Penggunaan ShopeePay sendiri meningkat 18 kali lipat, dikarenakan banyaknya promo yang ditawarkan serta banyaknya merchant yang menawarkan pembayaran dengan ShopeePay.

Layanan Pelanggan via Chat & Omnichannel

Kehadiran manusia ternyata menjadi faktor yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Artinya, interaksi antara bisnis dan pelanggannya menjadi begitu penting. Hal ini membuat chat commerce kian dibutuhkan oleh banyak bisnis. Melalui chat commerce, bisnis dapat terhubung dengan konsumen secara dua arah sehingga lebih mudah untuk memberikan informasi dan detail terkait produk dan harga. 

Selain itu terbatasnya aktivitas di luar rumah juga semakin mendorong terjadinya integrasi antara proses belanja offline dan online untuk menjadi suatu ekosistem yang utuh, membuat strategi omnichannel semakin diperlukan oleh bisnis untuk menyediakan pengalaman berbelanja yang mudah dan lancar. 

Baca juga: 8 Tips Merencanakan Bisnis di 2021 Bagi Pebisnis Pemula

Dengan meningkat pesatnya penggunaan e-commerce, pebisnis pun harus peka terhadap perubahan-perubahan yang ada untuk bisa untuk beradaptasi dengan cepat. Melihat adanya kebutuhan ini, SIRCLO pun mengembangkan teknologi SIRCLO Chat untuk membantu berbagai bisnis melayani pelanggan dengan lebih baik. Selain itu, SWIFT by juga menghadirkan solusi strategi omnichannel bagi bisnis sehingga penjualan bisa optimal. 

___

Tentang SIRCLO

Didirikan pada tahun 2013, SIRCLO merupakan perusahaan e-commerce enabler yang menawarkan empat solusi bisnis bagi brand untuk berjualan online, yaitu SIRCLO Store, SIRCLO Connexi, SIRCLO Chat, dan SIRCLO Commerce. SIRCLO Store adalah sebuah platform SaaS (Software as a Service) pembuatan toko online berbasis template bagi bisnis dan brand lokal. SIRCLO Connexi menawarkan dashboard interaktif untuk mengelola penjualan dari berbagai platform e-commerce Indonesia. Selain itu, SIRCLO Chat menghadirkan platform conversational commerce berupa dashboard interaktif yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API. Melalui solusi channel management bersifat end-to-end, SIRCLO Commerce menjawab kebutuhan brand korporat memasuki jalur distribusi online. 

Di bulan Mei 2020, SIRCLO secara resmi melakukan merger dengan ICUBE, Magento Premier Solutions Partner di Indonesia, untuk mendatangkan solusi-solusi pengembangan teknologi e-commerce dan Swift, sebuah omnichannel e-commerce builder. SIRCLO Store telah memprakarsai lebih dari 100.000 website dan membantu 3.000 brand mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear. SIRCLO juga telah dipercaya oleh puluhan klien yang terdiri dari 300+ brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, Eiger, dan Levi’s. Hari ini SIRCLO memiliki lebih dari 600 karyawan yang berkantor pusat di BSD Tangerang, serta memiliki kantor cabang atau perwakilan di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

Tags: , , , , , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!