Blog

SIRCLO Membagikan Tantangan dan Peluang Perkembangan Industri Kecantikan Indonesia

Posted in Berita

TANGERANG, 22 Juli 2019 – Salah satu sektor industri konsumen yang berkembang paling pesat di Indonesia saat ini adalah industri kecantikan. Pada tahun 2017, menurut Kementrian Perindustrian, nilai keseluruhan dari pasar industri kosmetik Indonesia mencapai Rp46,4 triliun. Pada tahun 2020, diperkirakan nilai ini akan menembus angka Rp100 triliun. 

Akan tetapi pertumbuhan nilai dari sektor kecantikan ini masih bergantung pada seberapa cepat para pemilik usaha, regulator, dan pemegang kepentingan dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Di sini, Executive Vice President perusahaan teknologi Channel Management Solution SIRCLO memberikan beberapa insight terkait pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia, terutama secara digital. 

Dibandingkan negara dengan kemajuan teknologi dan kematangan pasar yang tinggi, Indonesia masih ketinggalan. Bila di Tiongkok e-commerce berkontribusi hingga 40% terhadap penjualan pada industri kosmetik, Indonesia masih di bawah 7%. “Indonesia masih dalam proses mematangkan pasar digitalnya, sehingga masih berada di belakang negara-negara tersebut. Terlepas dari hal ini, pertumbuhan dari tahun ke tahun justru sangat baik dan signifikan. Diprediksi dalam satu atau dua tahun kedepan, channel online seperti e-commerce justru akan berkontribusi sebesar 7% dari total penjualan,” ujar Rinaldi Tjhin selaku  Vice President SIRCLO. “Ketimbang melihat ini sebagai ‘ketinggalan’, kita justru perlu melihat hal ini sebagai sebuah kesempatan atau potensi yang besar.”

Potensi tersebut tidak hanya datang dari optimisme terhadap angka, namun juga dari beberapa karakteristik pasar Indonesia. “Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara. Populasi yang tinggi tidak hanya mencerminkan daya beli yang tinggi kedepannya, namun juga banyaknya potensi pengembangan usaha yang belum ditemukan”, jelas Rinaldi. “Kami mencoba untuk menjadi katalis dari perkembangan ini, dengan memberikan yang terbaik untuk mengerti dan menyelesaikan permasalahan yang dimiliki penjual dan pemilik brand kecantikan.” 

Rinaldi menekankan pentingnya melihat dan mengkaji kebutuhan konsumen sesuai segmen. Industri kecantikan dan kesehatan misalnya, menaungi segmen personal care dan kosmetik. Keduanya esensial, namun kebutuhannya berbeda. Ia menambahkan, “Dari segi nilai, warna, harga, produk halal, dan preferensi brand ada banyak sekali hal mendetail yang perlu kita lihat dalam mendorong suatu produk yang menjawab kebutuhan konsumen kecantikan di Indonesia.”

Di sini peran penyedia solusi channel management seperti SIRCLO menjadi sangat relevan. “Sebagai perusahaan teknologi, SIRCLO dapat membantu brand mendapat feedback personal akan kebutuhan konsumen, dan menerapkannya pada sistem penjualan agar lebih efisien, terjangkau, dan tepat waktu. Dengan adanya teknologi kami, proses pengembangan ini bisa dilakukan dengan lebih cepat. Tujuan akhirnya adalah semakin mendekatkan hubungan antara penjual dan pembeli,” ujar Rinaldi. 

Tentu saja, dalam mewujudkan peningkatan nilai pertumbuhan pasar kecantikan dan penjualan digital, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi di luar kesediaan teknologi. Misalnya, penetrasi internet dan logistik. “Beruntungnya, pemerintah cukup mendukung dari segi infrastruktur. Hal yang paling mendasar bisa dilihat dari dibangunnya sistem fiber optic di seluruh penjuru. Dari segi regulasi pun, kami percaya bahwa pemerintah akan selalu mempertimbangkan kemajuan e-commerce,” jelasnya. “Dalam menghadapi tantangan logistik, SIRCLO juga bekerjasama dengan pihak penyedia layanan logistik terpercaya secara transparan dan akurat.”
Selain itu, tantangan terbesar lainnya menurut Rinaldi adalah mindset, karena banyak yang masih menyesuaikan terhadap pendekatan digital pada bisnis. Ini kemudian berpengaruh pada persiapan operasional, marketing, budgeting hingga manajemen sumber daya manusia. “Seberapa dinamis dan agile sebuah bisnis dalam beradaptasi di dunia digital, terutama untuk penggiat industri kecantikan yang berkembang pesat, cukup menentukan kesuksesannya,” tambah Rinaldi.

***

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce unggul di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan empat solusi bisnis, yakni SIRCLO Store, SIRCLO Connexi, SIRCLO Chat, dan SIRCLO Commerce. SIRCLO Store adalah sebuah platform SaaS (Software as a Service) pembuatan situs toko online berbasis template bagi bisnis lokal skala kecil hingga menengah. SIRCLO Connexi menawarkan dashboard interaktif untuk mengelola penjualan dari berbagai platform e-commerce Indonesia. Selain itu, SIRCLO Chat menghadirkan platform conversational commerce berupa dashboard interaktif yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API. Melalui solusi channel management bersifat end-to-end, SIRCLO Commerce menjawab kebutuhan brand korporat memasuki jalur distribusi online. 

Di bulan Mei 2020, SIRCLO secara resmi melakukan merger dengan ICUBE, Magento Premier Solutions Partner di Indonesia, untuk mendatangkan solusi-solusi pengembangan teknologi e-commerce dan Swift, sebuah omnichannel e-commerce builder. SIRCLO Store telah memprakarsai lebih dari 100.000 website dan membantu 3.000 brand mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear. SIRCLO juga telah dipercaya oleh puluhan klien yang terdiri dari 200+ brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, Eiger, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Tangerang), hari ini SIRCLO memiliki 500 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

Tags: , , , , , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!