Blog

strategi penetapan harga

7 Strategi Penetapan Harga Jual Produk untuk Bisnismu

Selain menciptkan produk yang berkualitas, kamu juga perlu menentukan harga jual yang masuk akal. Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui strategi penetapan harga yang benar.

Untuk diketahui, strategi penetapan harga adalah kebijakan suatu perusahaan dalam menentukan harga produk yang mereka jual.

Penetapan harga yang tepat akan membuat perusahaan mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Namun, dalam menentukannya, ada banyak hal yang perlu diperhatikan.

Kamu sebaiknya tidak menetapkan harga yang terlalu tinggi karena akan sulit untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga tak disarankan untuk menentukan harga jual terlalu rendah. Karena hal tersebut bisa saja tak menutup biaya bisnis yang telah dikeluarkan.

Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang strategi penetapan harga berikut!

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Jiwa Kewirausahaan, Simak Tipsnya

Faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Strategi Penetapan Harga

Foto: SIRCLO Photo Stock

Sebelum mentukan harga produk yang akan kamu jual, perhatikan dahulu beberapa faktor berikut:

  • Biaya

Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan sebelum menetapkan harga jual produk adalah biaya.

Dalam hal ini, biaya yang dimaksud adalah biaya produksi yang mencakup bahan baku beserta tenaga kerja dan biaya tambahan lain, seperti biaya sewa, alat produksi, biaya pengiriman, atau sarana lain untuk mengangkut produk ke tempat pemasaran.

Usahakan untuk menentukan harga yang masuk akal, yakni dengan menetapkan harga jual produk lebih tinggi dibanding biaya rata-rata produksi.

Semakin besar selisih harga jual yang ditetapkan dari biaya produksi, maka akan semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan.

  • Pelanggan

Faktor lain yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan harga jual produk adalah mempertimbangkan pelanggan.

Coba cari tahu seberapa banyak permintaan produk yang kamu jual. Pada produk tertentu, menurunkan produk bisa meningkatkan permintaan.

Namun, hal ini tak selalu berlaku sama, ada beberapa produk yang justru semakin tak diminati ketika harganya terlalu murah. Karena mereka berpikir bahwa harga murah menandakan kualitas yang kurang baik.

Jadi, pintar-pintarlah untuk menganalisis calon pelanggan potensial sebelum menentukan harga jual produkmu.

  • Jenis Produk

Hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga jual produk adalah jenis produk.

Coba identifikasi produk apa yang kamu jual. Apabila produk bisnismu termasuk dalam produk massal, maka tentukanlah harga berdasarkan harga rata-rata produk lain yang dijual oleh kompetitor.

Sementara itu, jika produk yang ingin kamu jual merupakan produk terdiferensiasi, coba tentukan harga premium.

Dengan harga yang relatif tinggi tersebut biasanya pelanggan akan menganggap bahwa kualiatasnya lebih baik. Hal ini sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa ada harga ada rupa. Apakah kamu setuju dengan pendapat tersebut?

  • Target Pasar

Lihat juga target pasar yang akan kamu tuju untuk memasarkan produk. Misalnya, dengan mempertimbangkan harga pesaing yang produknya serupa dengan bisnismu.

Cari tahu juga apakah lokasi, bahan baku, dan hal lainnya bisa memengaruhi harga jual produk.

Jika kamu menentukan pasar baru sebagai target, menetapkan harga jual rendah mungkin akan berhasil untuk mendapatkan banyak pelanggan dan keuntungan.

Dengan begitu, perusahaan kamu pun akan cepat mencapai penghasilan rata-rata yang diinginkan, sehingga biaya produksi akhirnya dapat diminimalkan.

  • Kompetitor

Tak ada salahnya juga bagi kamu untuk melihat kompetitor terlebih dahulu sebelum menentukan harga jual produk.

Kamu bisa menetapkan harga jual produk di bawah, sama, atau di atas rata-rata dari harga jual produk dari kompetitor.

Pilihlah salah satu dari opsi tersebut sesuai dengan produk dan tujuan bisnis kamu. Tenang saja, masing-masing harga jual tersebut dapat menentukan kesuksesan produk saat dipasarkan, kok.

Yang jelas, tidak ada cara yang sempurna untuk menetapkan harga, tetapi strategi penetapan harga yang cerdas melibatkan faktor-faktor apa yang harus diperhatikan, dan informasi apa yang harus dikumpulkan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Baca Juga: 10 Manfaat Promosi untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan, Wajib Tahu!

Jenis-jenis Strategi Penetapan Harga

Foto: SIRCLO Photo Stock

Lebih lanjut, berikut jenis-jenis strategi penetapan harga yang bisa kamu terapkan, sehingga bisa menentukan harga jual produk dengan tepat.

1. Competition-Based Pricing

Jenis strategi penetapan harga ini juga disebut dengan penetapan harga kompetitif atau penetapan harga berbasis pesaing.

Strategi penetapan harga berbasis persaingan ditentukan menggunakan harga pesaing sebagai tolok ukurnya.

Jadi, kamu dapat memberi harga produk sedikit di bawah pesaing, sama dengan pesaing, atau sedikit di atas pesaing.

Baca Juga: 8 Tips untuk Menjangkau Konsumen di Berbagai Platform Penjualan

2. Dynamic Pricing

Strategi penetapan harga berikutnya adalah dynamic pricing. Dikutip dari Hubspot, penetapan harga dinamis juga dikenal sebagai penetapan harga lonjakan, penetapan harga permintaan, atau penetapan harga berdasarkan waktu.

Ini adalah strategi penetapan harga yang fleksibel di mana harga berfluktuasi berdasarkan permintaan pasar dan pelanggan.

3. High-Low Pricing

Ini merupakan strategi penetapan harga ketika perusahaan menjual produk dengan harga tinggi awalnya, tetapi akhirnya menurunkan harga itu ketika relevansi produk turun atau ada produk baru yang lebih diminati.

Penetapan harga tinggi-rendah biasanya digunakan oleh perusahaan ritel yang menjual barang musiman atau produk yang sering berubah, seperti pakaian, dekorasi, atau furnitur.

Strategi penetapan harga yang satu ini biasanya digunakan untuk menentukan harga diskon atau penjualan akhir tahun.

Baca Juga: 5 Keuntungan Menggunakan Chat Commerce Yang Kamu Harus Tahu!

4. Basing-Point Pricing

Basing-Point Pricing merupakan strategi penetapan harga yang dilakukan perusahaan dengan cara menambahkan biaya pengiriman berdasarkan titik lokasi pelanggan.

Biasanya, semakin jauh titik lokasinya, akan semakin besar pula biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh pelanggan.

5. Captive Pricing

Strategi penetapan harga yang satu ini dilakukan dengan cara menentukan harga yang berbeda pada produk inti dan aksesori produk.

Umumnya, perusahaan akan menentukan harga jual yang lebih rendah pada produk inti. Jadi, pelanggan lebih tertarik untuk membeli produk inti.

Nantinya, pelanggan akan tertarik untuk membeli aksesori produk sesudah memiliki produk inti, meski harganya jauh lebih mahal.

Baca Juga: 8 Tips untuk Menjangkau Konsumen di Berbagai Platform Penjualan

6. Skimming Pricing

Strategi penetapan harga skimming adalah ketika perusahaan menetapkan harga setinggi mungkin untuk produk baru, kemudian menurunkan harga seiring waktu karena produk tersebut menjadi semakin tidak populer.

7. Penetration Pricing

Berlawanan dengan penetapan harga skimming, strategi penetapan harga penetrasi adalah ketika perusahaan memasuki pasar dengan harga yang sangat rendah sehingga menarik perhatian (dan pendapatan) secara efektif dari pesaing dengan harga lebih tinggi.

Biasanya, penetapan harga penetrasi tidak berkelanjutan dalam jangka panjang, dan biasanya diterapkan untuk waktu yang singkat.

Metode penetapan harga ini paling cocok untuk bisnis baru yang mencari pelanggan atau untuk bisnis yang memasuki pasar kompetitif yang sudah ada.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Meningkatkan Retensi Pelanggan Untuk Bisnis E-Commerce

Itu dia beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan harga jual produk. Manakah jenis strategi penetapan harga yang akan kamu pilih?

Tags: , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!