Blog

usaha laundry

Usaha Laundry: Jenis, Cara Memulainya, hingga Tips Bisnis

Membuat usaha laundry bisa menjadi peluangmu di tengah kesibukan orang-orang. Pasalnya, tidak semua orang punya waktu untuk mengurus cucian mereka.

Perihal mencuci bukanlah urusan gampang. Setelah mencuci, pakaian harus dikeringkan, kemudian disetrika dan dilipat atau digantung dengan baik.

Tampak sepele, tetapi ada banyak tahapan dalam mencuci baju dan itu sangat menyita waktu. Bagi orang-orang dengan kesibukan tinggi, baik karena pekerjaan maupun kuliah, perihal mencuci baju jadi sangat mengganggu.

Kamu bisa menyingkirkan “gangguan” tersebut dengan menawarkan jasa cuci. Selain itu, usaha laundry terkadang dibutuhkan untuk merawat pakaian yang membutuhkan penanganan khusus.

Di sinilah peran profesional jasa laundry bermain. Ada bahan, alat, dan kemampuan khusus yang diperlukan untuk menangani pakaian tersebut.

Jika kamu tertarik untuk membuka usaha laundry, kamu harus terlebih dahulu jenis-jenisnya dan cara membukanya. Selain itu, kamu perlu tahu kelebihan dan kelemahan memiliki usaha laundry serta tips dan trik dalam mengelolanya.

Jenis-Jenis Usaha Laundry

usaha laundry
Foto: Unsplash.com

Ada banyak jenis usaha laundry di luar sana. Jenis-jenis ini tergantung dari besaran modal yang dikeluarkan, mulai dari usaha kecil menengah hingga usaha besar.

1. Laundry Kiloan

Laundry kiloan termasuk dalam usaha kecil menengah. Dengan modal dua hingga tiga mesin cuci, kamu sudah bisa membuka usaha laundry kiloan.

Tarif cuci dan setrika yang dihitung, yakni berdasarkan berapa kilo jumlah keseluruhan pakaian yang diberikan pelanggan. Sebelumnya, kamu harus menetapkan dahulu berapa tarif per kilonya. Laundry kiloan cocok ditempatkan di lokasi perumahan, kampus, dan dekat kawasan indekos.

2. Laundry Koin

Untuk yang satu ini, kamu perlu modal yang cukup banyak untuk menyediakan mesin cuci dalam jumlah banyak pula. Namun sisi baiknya, kamu bisa ikut menjual berbagai kebutuhan laundry, seperti detergen, pewangi, kantong laundry, dan sebagainya.

Konsep laundry koin, yaitu self-service. Artinya, pelanggan mencuci sendiri bajunya dengan mesin cuci yang kamu sediakan. Mereka perlu memasukkan koin agar mesin cuci dapat berjalan.

Keuntungan dari laundry koin, kamu tidak perlu banyak-banyak memperkerjakan orang untuk mengurus pakaian. Kamu hanya perlu menyewa jasa servis untuk maintenance mesin cuci secara berkala.

3. Laundry Retail

Usaha laundry berbentuk bisnis retail biasanya lebih “serius” dalam hal membersihkan pakaian. Serius, dalam hal ini laundry ini memiliki kemampuan untuk membersihkan pakaian yang butuh penanganan khusus.

Laundry retail cenderung lebih besar ketimbang landry kiloan dan menawarkan jasa dry cleaning. Jika ada noda pada kain yang sulit untuk dibersihkan, usaha laundry jenis ini bisa memberikan solusi dengan keahlian dan peralatan khususnya.

Laundry retail sering kali memiliki sejumlah cabang di beberapa kota, bahkan berbentuk franchise.

4. Laundry Industri

Jenis usaha ini melakukan aktivitas laundry dalam partai besar. Siapa saja pelanggannya? Tentu saja bisnis-bisnis besar seperti industri, perhotelan, rumah sakit, dan sebagainya.

Terdapat sejumlah bisnis atau industri besar yang tidak mampu membuat in-house laundry, atau divisi khusus yang menangani laundry di perusahaannya. Mereka cenderung mengandalkan vendor dari luar untuk melakukannya.

Baca juga: Melihat Masa Depan Chat Commerce yang Cerah

Cara Membuka Usaha Laundry

Setelah tahu berbagai jenis laundry, kamu sudah bisa mempertimbangkan usaha laundry apa yang mau kamu mulai. Tentu, faktor besaran modal juga menjadi bahan pertimbangan.

Namun jenis apa pun usaha yang mau kamu mulai, tentu ada sejumlah tahapan yang harus dilalui untuk mendirikannya. Berikut ini cara membuka usaha laundry.

1. Pilih Nama dan Buat Logo

Hal paling menyenangkan dari memulai bisnis, yaitu menentukan nama dan membuat logo. Pastikan nama usaha laundry-mu unik dan mudah diingat.

Nama juga harus dapat mendeskripsikan usahamu, sehingga pelanggan dapat mengasosiasikannya terhadap jenis usahamu. Begitu juga dengan logo yang harus dapat menggambarkan jenis usahamu.

2. Buat Perencanaan Bisnis

Buatlah perencanaan bisnis yang jelas sejak awal. Tentukan peralatan apa saja yang akan kamu beli atau sewa.

Hitung perkiraan biaya operasional, lalu tentukan tarif jasa laundry. Buat juga bagaimana strategi pemasaran usaha laundry-mu.

3. Tentukan Lokasi

Penentuan lokasi sangat penting. Pastikan tempat usahamu dekat dengan orang-orang yang memang membutuhkannya dan mendapat sumber air yang lancar.

Orang cenderung mencari tempat laundry yang dekat dengan lokasi mereka, karena setiap minggu ada saja cucian yang harus diurus. Namun kamu bisa juga menyiasati perkara lokasi dengan menawarkan jasa antar jemput laundry hingga depan pintu rumah pelanggan.

4. Beli Peralatan yang Sesuai

Laundry merupakan usaha yang membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang cukup banyak. Selain mesin cuci dan setrika, kamu membutuhkan detergen serta pewangi pula.

Jika kamu menawarkan jasa dry clean, kamu juga butuh peralatan khusus. Perlengkapan lain yang kamu butuhkan antara lain timbangan, keranjang laundry, plastik kemasan laundry, bon, dan sebagainya.

5. Mendaftarkan Usaha

Ini tahap yang paling penting. Jangan sampai tempat usahamu jadi usaha ilegal dan mengundang urusan hukum di kemudian hari.

Uruslah sejumlah izin usaha ke instansi terkait. Izin usaha itu berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan SITU (Surat Izin Tempat Usaha).

Adapun kamu perlu membuat surat pernyataan yang menyatakan usahamu tidak akan mengganggu lingkungan sekitar. Hal ini perlu dilakukan jika usahamu berlokasi dekat perumahan.

Jika kamu memiliki usaha laundry skala besar, seperti laundry industri, kamu juga perlu mengurus Izin Pembuangan Air Limbah.

6. Lakukan Pemasaran

Setelah semua tahapan dilakukan dengan tepat, selanjutnya adalah menerapkan strategi pemasaran yang sudah kamu rencanakan. Sambil melakukan promosi, kamu bisa mengevaluasi pemasaran seperti apa yang tepat untuk memajukan usahamu.

Baca juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi WhatsApp Business

Kelebihan dan Kelemahan Usaha Laundry

usaha laundry
Foto: Unpslash.com

Mengetahui kelebihan dan kelemahan usaha laundry juga dapat membantumu mempertimbangkan untuk membuka usaha ini atau tidak.

Berikut ini sejumlah kelebihan usaha laundry:

  1. Cepat balik modal. Permintaan pasar untuk laundry sangat tinggi.
  2. Tempat penyimpanan minim. Tidak seperti bisnis lain yang menjual produk, kamu tidak perlu menyediakan gudang besar untuk menyimpan stok.
  3. Tidak perlu mengikuti tren. Mencuci pakaian merupakan salah satu kebutuhan sehari-hari, jadi kamu tidak perlu tertekan untuk mengikuti tren bisnis terkini.
  4. Resistan terhadap resesi. Memiliki pakaian bersih merupakan salah satu kebutuhan utama. Resesi ekonomi tidak terlalu memengaruhi usaha ini.
  5. Berpotensi untuk membuka cabang di sejumlah tempat. Usaha laundry, terutama yang skala kecil, tidak memerlukan ruang yang terlalu besar. Kamu bisa membuka cabang di tempat lain yang potensial.
  6. Banyak komunitas pengusaha laundry. Kamu bisa bergabung dengan asosiasi pengusaha laundry sesuai wilayah tempat usahamu. Biasanya asosiasi ini memberikan benefit tertentu untuk para anggotanya.

Adapun sejumlah kelemahan usaha laundy, yakni sebagai berikut:

  1. Fleksibilitas. Ketika fleksibilitas sering kali menjadi kelebihan untuk usaha lain, pada usaha laundry justru menjadi kelemahan. Ketika kamu menjanjikan kepada pelanggan bahwa laundry selesai dalam tiga hari, maka harus kamu tepati. Pelanggan tidak peduli kamu sedang sakit, sedang libur, mesin cuci sedang bermasalah, dan sebagainya.
  2. Maintenance peralatan. Usaha laundry sangat tergantung pada peralatan cuci yang kamu punya. Kamu harus merawat dan mengeceknya secara berkala agar tak cepat rusak. Selain itu, kamu harus memastikan air dan listrik selalu tersedia di tempat usahamu.
  3. Banyak permintaan terhadap jasa laundry, tetapi banyak pula pesaing. Apalagi di tempat-tempat strategis seperti kampus dan kawasan indekos. Kamu harus bisa memberikan penawan lebih baik dari pesaingmu.
  4. Pelanggan. Ya, pelangganmu bisa jadi kelemahan usaha ini. Setiap pelanggan punya preferensinya masing-masing. Misalnya, cara melipat pakaian, jenis pewangi yang ingin digunakan dan sebagainya. Kamu pun harus teliti, jangan sampai ada satu potong pakaian pun yang hilang atau tercecer.

Baca juga: Tips dan Daftar Produk Jualan yang Laris

Tips dan Trik Menjalankan Usaha Laundry

Agar survive dalam dunia laundry dan bertahan melawan banyaknya pesaing, kamu harus bisa memberikan penawaran yang unik.

Berikut ini tips dan trik dalam menjalankan usaha laundry agar cuan:

  1. Jasa antar jemput. Membawa cucian yang bertumpuk itu melelahkan. Kamu bisa memberikan servis antar jemput, sehingga pelanggan hanya perlu menyimpan cucian mereka di depan pintu rumah.
  2. Pilih lokasi strategis. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pilihlah lokasi di mana permintaan akan jasa laundry sangat tinggi. Orang-orang sibuk cenderung mengandalkan cuciannya kepada pihak luar.
  3. Beri harga kompetitif. Observasi dahulu pesaing-pesaingmu di sekitar lokasi usaha. Beri harga kompetitif yang tentunya tetap dapat menutupi biaya operasional dan mendapat margin profit.
  4. Buatlah promosi spesial. Misalnya, mendapat diskon dengan jumlah laundry tertentu atau mendapat kupon setiap satu kali transaksi. Bisa pula menawarkan langganan bulanan dengan tarif flat.
  5. Usahakan tepat waktu. Jangan biarkan pelangganmu menunggu terlalu lama. Pakaian apa yang akan mereka kenakan jika semua pakaiannya masih kamu proses di usaha laundry-mu?
  6. Maintenance peralatan secara berkala. Jangan tunggu sampai mesin cucimu rusak. Tetapkan jadwal servis yang teratur. Hal ini juga untuk menghindari kerugian, karena mengganti peralatan dengan yang baru jauh lebih mahal ketimbang perawatannya.

Itulah seluk beluk mengenai usaha laundry. Bagaimana, apa kamu sudah tertarik untuk membukanya?

Tags: , ,

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!