Blog

Fakta Perubahan Pola Perilaku Konsumen Online di Bulan Ramadhan

Menyambut datangnya bulan Ramadhan, ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui mengenai perubahan perilaku konsumen – khususnya bagi masyarakat yang menjalankan puasa ketika berbelanja online.

aCommerce telah melakukan studi kasus di bulan Ramadhan tahun 2014 yang mempelajari data lima klien. Masing-masing bergerak di bidang toko online berbeda yaitu fashion, pakaian Muslim, kecantikan, olahraga, dan umum.

Berikut 3 fakta yang mereka kemukakan:

1. Kunjungan ke toko online tidak mengalami banyak perubahan, tetapi waktu berbelanja bergeser menjadi lebih awal

Karena hari dimulai dan diakhiri pada waktu yang lebih awal (pukul 8 pagi sampai 5 sore), para pebelanja online yang menjalankan ibadah puasa otomatis menggunakan waktu luang di siang hari untuk mengakses situs-situs toko online. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kunjungan ke situs-situs toko online sebesar 12% dimulai dari pukul 11 pagi. Aktivitas berbelanja yang tinggi ini terus berjalan hingga pukul 2 siang. Titik terendah kunjungan ditemukan pada jam pulang kantor.

2. “Indonesians eat, pray, shop shop shop

Setelah bangun pagi dan menyantap sahur, ditemukan bahwa tingkat kunjungan ke situs-situs toko online secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 152% kecuali pada kategori fashion. Pada pukul empat dini hari, kunjungan ke berbagai situs online meningkat sebesar 400% dengan peningkatan sebesar tujuh kali lipat di kategori pakaian muslim.

Berdasarkan pengamatan tersebut, aCommerce merekomendasikan para pemilik toko online untuk meningkatkan SEM (Search Engine Marketing), penawaran promosi, dan online marketing antara pukul 3 sampai 6 dini hari. Jam-jam terpenting untuk promosi telah bergeser ke pagi hari karena pada umumnya komunitas muslim akan jalan-jalan dan menyantap makan malam bersama keluarga atau kerabat terdekat setelah berbuka puasa.

3. Busana muslim dan produk kebugaran banyak dicari

Dalam segi pencarian produk, busana muslim terbukti semakin diminati di bulan Ramadhan. Para pebelanja online juga terlihat menghargai konten yang setidaknya relevan dengan bulan suci ini; produk-produk dengan tema Ramadhan mendapatkan CTR atau click-through rate lebih besar, termasuk juga pakaian dengan lengan panjang atau busana lainnya yang tidak banyak mengekspos badan.

Dari fenomena tersebut, para pelaku toko online pun disarankan untuk tidak memuat gambar-gambar bersifat provokatif di situs. Tentunya, image produk itu tidak harus menjadi religi, tetapi bisa disesuaikan dengan tema yang lebih konservatif.

Di samping busana Muslim, toko online berkategori olahraga pun mengalami peningkatan kunjungan sebesar 189% di dini hari dan berujung pada penjualan yang meningkat sebesar 26% dari (mayoritas) penjualan sepatu. Fakta ini dapat didukung oleh maraknya tren fitness dan hidup sehat di Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang ini.

Dari uraian di atas, bisa kita pahami bahwa berbagai upaya perlu dilakukan untuk menyesuaikan bisnis kita dengan pola perilaku pebelanja online, agar strategi pemasaran dapat terus menarik minat para pembeli. E-commerce di bulan Ramadhan memiliki potensi besar untuk menjadi explosif, sesuai dengan perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang kerap berbelanja secara online. Tidak hanya pada satu tipe konsumen, produk dan pemasaran pun dapat difokuskan kepada keluarga, masyarakat, dan waktu lebaran yang akan datang.

Mari kita sambut bulan penuh berkah ini dengan berbagai inisiatif unik dan strategis!

*Sumber: aCommerce Asia, Juli 2014

*aCommerce adalah salah satu partner SIRCLO

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!