Blog

Sektor Ritel Indonesia Menuntut Perubahan

Perusahaan ritel di Indonesia terus berkembang dengan ekspansi dan kemunculan lebih banyak gerai ritel di daerah-daerah. Gerai ritel kecil yang tidak terorganisir kini menjadi supermarket dan hypermarket. Namun perkembangan sektor ritel ini juga menuntut perubahan dari berbagai sudut, seperti pembangunan dan penetrasinya ke ranah ke dunia digital.

Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah, didirikan pada 1963 dan diikuti oleh dibangunnya pusat perbelanjaan luar negeri pertama, Sogo pada awal 1990-an. Sejak itu, pusat perbelanjaan semakin marak dibangun dan persaingan ritel semakin ramai. Menurut Gapura Bali, lebih dari 15 pusat perbelanjaan baru telah dibangun di Jakarta sejak 2011 silam. 

Gerai ritel tradisional tetap berjaya, namun konsumen bisa mencari produk dan melakukan transaksi dengan lebih mudah di pertokoan yang lebih terstruktur. Toko-toko yang modern dan praktis juga diminati oleh konsumen karena kemudahan untuk berbelanja lebih diutamakan. Karenanya, kebutuhan untuk minimarket dan daerah pertokoan modern terus meningkat.

Di sisi lain, McKinsey mencatat industri e-commerce Indonesia telah menghasilkan hingga $8 juta per 2017. Konsumen dan penjual semakin aktif melakukan kegiatan jual-beli secara online dengan adanya platform marketplace yang menengahi proses transaksi. Tidak hanya itu, e-commerce juga mampu menggapai titik distribusi yang luas dan menyebar, serta konsumen di daerah-daerah yang belum mampu digapai oleh ritel offline. Keberadaan e-commerce telah mengaburkan jarak antara penjual dan pembeli. Produk yang dibeli secara online bisa langsung sampai ke tangan konsumen. Kemudahan ini adalah salah satu yang menjadi daya tarik e-commerce.

Kebutuhan akan produk-produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang dijual secara offline tidak berkurang, dan justru didukung oleh e-commerce. Konsumen bisa mengakses marketplace untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan, minuman, produk kecantikan, hingga produk perawatan diri. Tidak membingungkan jika banyak brands nasional yang merambah ke ranah online untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan penjualan mereka, karena brands harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar bisa bertahan.

Penetrasi brands nasional dan multinasional ke ranah e-commerce kini dapat dibantu oleh medium yang membantu mengelola penjualan produk di marketplace hingga logistiknya. SIRCLO Commerce sebagai e-commerce enabler dapat memenuhi kebutuhan brands dalam operations management; mulai dari memproses pemesanan, mengurus administrasi transaksi, menyusun strategi marketing, pendistribusian produk, sampai ke pelayanan konsumen.

Jika ingin tahu lebih banyak informasi dan tips seputar e-commerce, kamu bisa membaca artikel SIRCLO di sini dan follow Instagram @sirclosolution.

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit