Blog

Sosok Womanpreneur Di Balik Pulchra Gallery

Di balik brand-brand lokal nusantara, terdapat orang-orang yang bekerja keras membangun nama dan kualitas produknya; menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis hingga akhirnya berdiri dengan membanggakan. Pulchra Gallery adalah brand yang dibangun oleh sosok womanpreneur, Dinda Dwi Wahyuni, sejak 2013 dan terus berkembang hingga menjadi salah satu brand modest wear yang dikenal. Perjalanan Dinda dalam membangun bisnisnya tidak selalu berjalan mulus, namun ia terus bangkit dari kejatuhannya dan tidak ragu untuk belajar demi kemajuan bisnisnya.

Awal dimulainya Pulchra Gallery

Sebelum berkecimpung di dunia bisnis, Dinda bekerja di sebuah bank nasional. Ia mengundurkan diri dari posisinya untuk mendampingi sang anak yang kala itu baru berusia 6 bulan. Namun dengan inisiatifnya sendiri untuk membantu ekonomi keluarga, Dinda terdorong untuk merintis sebuah bisnis.

Dinda memilih untuk membangun bisnis busana karena passion-nya di dunia fashion. Walaupun saat itu pengetahuannya dalam merancang busana dan menjahit masih minim, ia tetap berupaya untuk belajar mendalami bidang tersebut. Pulchra Gallery lahir pada akhir tahun 2013 dengan menjual baju grosir dari Pasar Tanah Abang, hingga kini menjadi bisnis mandiri yang memproduksi lini busananya sendiri.

Tantangan sebagai womanpreneur

Dalam merintis usahanya, Dinda beberapa kali dipertemukan dengan tantangan. Bisnisnya pernah mengalami kegagalan produksi yang menyebabkan kerugian ratusan juta Rupiah, juga harus mengurus administrasi keuangan dan pajak dalam waktu singkat. Dinda pun belajar untuk bangkit dari kegagalannya dan mempelajari lebih dalam tentang manajemen usaha profesional. Melalui upayanya, Pulchra Gallery resmi menjadi badan usaha legal di bawah CV Pulchra Kreasi Modesty.

Sebagai seorang womanpreneur, Dinda mengaku bahwa ia masih menghadapi tantangan dalam membagi waktu sebagai seorang ibu dan istri, serta memimpin bisnis dan kehidupan sosialnya. Ia dituntut untuk dapat membagi waktu dan prioritasnya, juga mengatur mood dengan sebaik-baiknya agar setiap pekerjaan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Pesan untuk womanpreneur

Dinda Dwi Wahyuni memberikan empat tips untuk para womanpreneur dalam merintis bisnis, yakni:

  1. Memulai bisnis yang bidang usahanya familiar. Dengan begitu, kamu bisa menikmati setiap prosesnya.
  2. Buat pencatatan keuangan yang memadai dan dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis. Womanpreneurs yang baru memulai bisnis kecil-kecilan biasanya melakukan semuanya sendiri, sehingga penting untuk mengetahui data pertumbuhan usaha dan mempelajari tentang catatan keuangan guna membantu berjalannya bisnis.
  3. Menyusun sistem manajemen usaha. Dengan menyerahkan pekerjaan kepada orang yang tepat secara terstruktur, maka womanpreneurs akan bisa fokus mengerjakan tanggungjawabnya dan bisnis tetap berjalan.
  4. Membuat rencana dan tujuan bisnis yang jelas. Adanya tujuan bisnis yang jelas dapat membantu kita menyatukan visi dan misi bersama tim, serta berupaya mencapai tujuan yang sama.

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit