Blog

Tips Membangun Bisnis Online Dengan Newsletter

Pemasaran merupakan tahap krusial dalam proses penjualan. Tanpa pemasaran, kamu pasti akan kesulitan untuk mendapatkan awareness dan ketertarikan konsumen. Namun, beberapa jenis pemasaran tergolong mahal, seperti menggunakan iklan, mengadakan event, ataupun membuat campaign.

Itu alasannya pemasaran media sosial dan pemasaran email sangat disenangi para penjual online karena cenderung lebih murah. Tetapi bila sampai saat ini, kamu hanya lebih fokus menggunakan pemasaran media sosial, maka kamu melakukan sebuah kesalahan yang besar.

Menurut McKinsey & Company, penggunaan email dalam mendapatkan konsumen hampir 40 kali lebih efektif dibandingkan menggunakan Facebook dan Twitter. Maka itu, jangan pernah meremehkan kekuatan pemasaran email dalam meningkatkan omzet bisnismu.

Denny Santoso, founder dari DigitalMarketer.id, menjelaskan kepada tim SIRCLO bahwa email marketing sebenarnya terdapat 3 jenis, yaitu transactional email, newsletter, dan engagement email. Transactional email berupa konfirmasi atau notifikasi yang dikirim karena adanya transaksi pembeli. Sedangkan newsletter berisi promosi, penawaran produk, serta berita yang dikirim penjual online kepada pembeli yang bersifat broadcast. Terakhir, engagement letter lebih fokus pada penawaran nilai dan membangun relasi dengan menawarkan tepat apa yang dibutuhkan konsumen. Sehingga bisa dikatakan engagement letter berupa versi canggih dari newsletter.

1. Layanan email marketing


Pada artikel ini, kami akan terlebih dahulu bahas mengenai newsletter. Berikut tiga hal penting yang perlu diperhatikan saat memulai newsletter

Pertama, pilihlah layanan yang sesuai kebutuhan bisnismu. Untuk melakukan itu, kamu perlu pertimbangkan beberapa aspek saat melakukan pemilihan seperti harga, deliverability, analytics, dan lainnya. Di sini, kami membandingkan tiga jenis layanan populer berdasarkan masing-masing aspek tersebut, yaitu Mailchimp, Aweber, dan GetResponse.

Harga

Harga selalu menjadi pertimbangan utama karena sebagai pelaku bisnis, tidak ada yang ingin dirugikan. Untuk pemula, Mailchimp terlihat sangat menggiurkan. Mailchimp menawarkan layanan gratis selama subscribers di bawah 2.000 orang dan kamu juga bisa mengirim hingga 12.000 email setiap bulannya. Penawaran ini berlaku selamanya, tetapi perlu kamu ketahui, untuk versi gratis ini, kamu tidak dapat menikmati fitur autoresponder Mailchimp, yang bisa mengirimkan email otomatis kepada pelanggan.

Sedangkan Aweber dan GetResponse masing-masing menawarkan free trial pada bulan pertama. Tetapi bila kamu tertarik untuk melanjutkannya, kamu perlu membayar biaya bulanan setidaknya US$15 (sekitar 200 ribu rupiah) untuk layanan GetResponse dan US$19 (sekitar 253 ribu rupiah) untuk layanan Aweber.

Untuk harga lengkap, kamu bisa cek di link berikut.

Deliverability

Deliverability berupa satu hal yang penting karena bila email yang kamu kirimkan selalu masuk ke folder spam, maka usahamu dapat dibilang sia-sia. Untuk aspek ini, Aweber dinilai memiliki deliverability yang terbaik oleh MonetizePros.

Analytics

Mengenai penyediaan laporan, ketiga layanan memberikan pendekatan yang berbeda. Mailchimp menyediakan analytics yang paling sederhana namun sangat mudah dipahami. Aweber menawarkan hasil analytics yang lebih canggih dengan data yang lebih lengkap, tetapi hal ini membuatnya menjadi lebih rumit untuk dipelajari. Di samping itu, GetResponse berada di antara keduanya.

Selain tiga aspek di atas, beberapa aspek lainnya berupa autoresponder dan templates yang tersedia. Mengenai autoresponder, ketiga layanan tersebut memiliki fitur yang sama bagusnya. Pada templates, Aweber memiliki templates yang terbanyak yaitu sekitar 700 templates, namun biasanya pengguna tidak akan membutuhkan pilihan sebanyak itu.

 

2. Opt-in forms


Sebagai informasi, opt-in forms merupakan formulir agar pengunjung toko online kamu bisa mendaftar newsletter. Fitur ini penting agar toko online kamu secara resmi mendapatkan ijin dari subscriber untuk mengirimkan newsletter.

Meskipun opt-in forms juga merupakan salah satu fitur yang tersedia dari layanan email marketing, namun yang dibahas disini berupa hal yang perlu diperhatikan supaya opt-in kamu mencapai hasil optimal dan kamu bisa mendapatkan email sebanyak mungkin, terlepas dari layanan apapun itu.

Posisi opt-in forms

Beberapa posisi yang menghasilkan subscribers terbanyak berupa feature box, top sidebar, dan akhir dari sebuah post.

Single opt-in atau double opt-in

Perbedaan single dan double opt-in terletak pada berapa kali pelanggan harus melakukan konfirmasi atas pendaftaran yang dilakukan. Untuk single opt-in, pelanggan akan segera terdaftar setelah memasukkan data dan mengklik tombol Daftar pada opt-in forms. Sedangkan pada double opt-in, pelanggan harus mengkonfirmasi pendaftarannya melalui email sekali lagi.

Kelebihan single opt-in terletak pada kemudahan dan kecepatan bagi kamu untuk membangun daftar karena subscribers dapat langsung mengirimkan data mereka. Selain itu, subscribers juga tidak perlu mengkonfirmasi ulang sehingga menghindari kondisi “kelupaan”. Namun kekurangan terbesar adalah kamu akan sering mendapatkan email yang tidak valid.

Kelebihan double opt-in yaitu email yang kamu dapatkan berupa email yang valid serta aktif. Dan para subscribers juga merupakan orang yang benar-benar tertarik terhadap penawaranmu. Tetapi kekurangan dari double opt-in adalah kamu akan lebih lambat dalam mengumpulkan email, baik dikarenakan langkah lebih yang perlu dilakukan sehingga membuat subscribers menjadi malas ataupun mereka lupa menkonfirmasi ulang.

Konten opt-in forms

Pesan yang paling efektif adalah pesan yang dapat menawarkan nilai tepat sesuai kebutuhan pelanggan. Beberapa contoh yang sering ditemukan adalah dengan menawarkan diskon ataupun voucher belanja.

Tidak hanya itu, kalimat yang digunakan juga harus menarik. “Hindari kata newsletter dan subscribe,” ujar Denny Santoso. Sebagai pengganti, berikan pertanyaan atau gunakan kalimat yang bersifat mengajak. Terakhir, gunakan kolom pendaftaran yang secukupnya. Menurut Ascend2, angka idealnya berupa dua hingga empat kolom.

 

3. Newsletter


Setelah kamu memilih layanan email marketing yang sesuai dan telah mendapatkan subscriber, saatnya untuk mengirimkan newsletter!

Awali newsletter kamu dengan sebuah subject line yang efektif! Bila subject line kamu dinilai tidak menarik bahkan spamming, maka email tersebut pasti akan langsung dihapus oleh subscribers.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah gunakan kalimat yang singkat namun menarik. Tawarkan keuntungan atau interest. “Kamu juga bisa memasukkan berbagai simbol yang menarik dari Facebook Symbols untuk meningkatkan ketertarikan newsletter-mu,” tambah Denny.

Pada bagian konten, gunakan desain simpel yang dapat merepresentasikan karakter bisnismu. Tambahkan setidaknya satu gambar serta masukkan link atau tombol yang relevan. Selain itu, Denny Santoso juga menjelaskan pada bagian ini, sangat penting untuk menggunakan kata-kata yang tepat. Jangan terlalu fokus untuk berjualan, pahami siapa pelanggan kamu, tawarkan nilai sesuai kebutuhan mereka, serta tangani masalah psikologi. Misalnya, bila kamu menawarkan celengan, kamu tidak boleh sekedar mengajak beli. Tetapi kamu dapat mengingatkan konsumen kamu supaya mereka sadar akan pentingnya mendidik anak menabung sejak dini.

Walau tidak memberikan ajakan langsung agar subscriber membeli produk kamu, dengan memberikan nilai lebih seperti ini toko online kamu akan membangun relasi baik dengan pelanggan. Mereka pun akan lebih gampang teringat dengan toko online kamu saat ingin membeli produk. Tentu saja, sekali-kali kamu juga bisa memasukkan info diskon dalam newsletter yang dikirim.

Terakhir, pastikan newsletter yang kamu kirim selalu konsisten. Frekuensi yang tepat sekitar dua hingga empat newsletter setiap bulan.

Nah, bila kamu memiliki pertanyaan seputar teknik email marketing, tim SIRCLO akan senang membantu menjawabnya!

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit