Blog

Tips Membuat Strategi Content Marketing untuk Optimalkan Toko Online

Dalam dunia bisnis, apalagi bisnis online, content marketing rasanya sudah jadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. Apalagi, hampir semua pemasaran saat ini diarahkan ke digital. Maka itu, kualitas konten yang diterima audiens menjadi begitu penting. 

Lewat content marketing yang menarik, kamu bisa menarik audiens, membangun hubungan dan interaksi dengan mereka, meningkatkan traffic, hingga penjualan.Kenapa content marketing ini begitu penting? Karena saat ini, orang-orang tidak sekadar lagi melihat produk atau jasa, tetapi juga ingin merasa terhubung. Maka itu, semakin kuat content marketing, semakin kuat pula hubungan antara brand-mu dengan audiens.

Bagaimana menghasilkan konten yang berkualitas? Sebelum kamu mulai membuat blog, podcast, ataupun video di Youtube, kamu harus punya strategi konten yang jelas. Simak langkah-langkah membuat strategi content marketing agar toko online-mu bisa semakin optimal dan kamu pun bisa sukses jualan online. 

Baca juga: Trend Grafis 2020 untuk Ide Konten Media Sosialmu

Kenali Target Audiensmu

Terdengar sederhana bukan? Namun ternyata masih banyak pelaku bisnis yang bingung saat ditanya pertanyaan ini. Coba deh ambil waktu sejenak untuk benar-benar memikirkan siapa target audiensmu. Mulai dari usia, jenis, kelamin, lokasi, kesukaan, kebiasaan, gaya hidup, dan sebagainya. 

Pikirkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Orang seperti apa yang akan menjadi konsumen ideal produk atau jasamu?’, ‘Masalah apa yang mereka hadapi?’, dan ‘Bagaimana produk atau jasa yang saya tawarkan bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut?’

Dengan demikian, kamu jadi tahu konten kamu ditujukan untuk siapa. Sebisa mungkin buat target audiensmu secara spesifik. Misalnya, jika kamu menjual peralatan olahraga, orang-orang yang gemar berolahraga bisa jadi masih terlalu luas cakupannya. Coba kerucutkan lagi, misalnya anak kuliahan yang hobi nge-gym, ibu rumah tangga yang suka yoga, atau bapak-bapak yang hobi main tenis. 

Pelajari Kebiasaan Online Mereka

Content marketing bukan sekadar membuat kontennya aja, tetapi juga bagaimana kamu membagikannya. Maka itu, kamu juga harus tahu kebiasaan dan perilaku online mereka. Platform apa saja yang mereka gunakan, apakah di Facebook, Twitter, Instagram, atau platform lainnya. 

Perhatikan juga tujuan mereka menggunakan platform tersebut. Generasi Z misalnya, menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dan mengunggah foto selfie atau video diri mereka sendiri. Sementara untuk melihat-lihat dan berinteraksi dengan brand, mereka lebih banyak menggunakan Instagram. 

Kalau kamu tidak tahu ini dan hanya berasumsi generasi Z menggunakan Snapchat, kemudian membagikan konten yang kamu buat di Snapchat, kontenmu tidak akan sampai secara efektif kepada target audiensmu. Maka itu, penting sekali untuk tahu kebiasaan-kebiasaan online mereka. 

Buat Konten Berkualitas

Setelah tahu siapa target audiensmu dan platform apa yang tepat, langkah selanjutnya barulah membuat konten. Tapi, ada jutaan konten baru di internet setiap menit setiap detiknya. Tiap menit, ada 3,3 juta konten baru di Facebook. Bagaimana caranya supaya konten yang kita buat tidak tertimbun?

Caranya adalah dengan membuat konten berkualitas yang menonjol di antara konten-konten lainnya. Jika kamu sudah tahu dengan jelas siapa target audiensmu, ide-ide konten seharusnya tidak terlalu membingungkan.

Jika kamu masih ragu-ragu, kamu bisa melakukan ‘riset’ kecil-kecilan dengan cara mendengarkan podcast yang kira-kira punya target audiens yang mirip denganmu, baca buku-buku yang berhubungan dengan pasarmu, atau bisa juga dengan menanyakan langsung ke audiensmu mengenai topik-topik apa yang ingin mereka tahu lebih dalam. 

Ada banyak tipe-tipe konten yang bisa kamu eksplor, mulai dari blog atau konten berbasis teks lainnya, media sosial, video, podcast, email marketing, konten interaktif, dan sebagainya. Setelah selesai membuat konten, bagikan konten tersebut di platform-platform yang sudah dibahas di poin sebelumnya. 

Jangan lupa juga untuk membuat konten secara konsisten. Menurut HubSpot, semakin banyak konten yang kamu buat, akan semakin tinggi pula traffic yang masuk. Dengan demikian, awareness audiens terhadap brand-mu juga semakin tinggi. Pastinya kualitasnya juga harus konsisten ya.

Baca juga: 5 Tips Menciptakan Branding Identity untuk Pemula

Mengubah Konten ke Penjualan

Bikin konten berkualitas? Cek! Tingkatin traffic? Cek! Selanjutnya apa? Tentu semua itu ditujukan gak lain untuk meningkatkan penjualan dong. Bagaimana cara mengkonversikan konten menjadi penjualan? 

Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengarahkan konten ke halaman toko online-mu. Bisa halaman promo, halaman produk tertentu, dan sebagainya. Cara lain adalah dengan memasang ads di media sosial untuk menarik pelanggan potensial. 

Saat menargetkan penjualan, jangan lupa juga untuk menggunakan CTA (call to action) agar audiensmu tahu apa yang harus mereka lakukan jika mereka tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut atau bahkan membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan. Misalnya “Download sekarang” atau “Cari tahu lebih lanjut”. 

Nah, langkah-langkah sederhana ini bisa kamu terapkan dalam membuat strategi content marketing untuk toko online-mu. Dengan konten yang berkualitas, tingkat awareness audiens terhadap brand kamu pun semakin tinggi yang akhirnya dapat meningkatkan penjualanmu. 

Selain konten yang optimal dan efektif, website toko online-mu juga tentu harus optimal. Supaya pengalaman berbelanja pelangganmu nyaman, pastikan kamu mempunyai website toko online yang mudah diakses dan berkualitas. Untuk yang satu ini, SIRCLO Store siap membantumu. Bisnis online jadi terasa lebih mudah!

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit