Blog

Indonesia Jadi Negara dengan Pengguna E-Commerce Tertinggi di Dunia

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia terus bertumbuh dengan pesat setiap tahunnya. Pada 2030, diprediksi nilai transaksi ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 8 kali lipat dan didominasi oleh sektor e-commerce

Hal ini sejalan dengan jumlah konsumen belanja online yang juga meningkat pesat, khususnya di tengah pandemi. Bahkan data We Are Social 2021 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tingkat persentase penggunaan e-commerce terbesar di dunia, yakni sebesar 88,1%. Angka tersebut lebih tinggi darirata-rata adopsi e-commerce global, yaitu 78,6%.

Banyak orang memilih e-commerce karena sifatnya fleksibel, mudah diakses, beragam, serta memiliki banyak program yang memberikan keuntungan bagi customer. Dengan memahami lebih lanjut perilaku konsumen, kamu bisa menawarkan produk atau bisnismu dengan lebih tepat dan relevan. 

Baca juga: Benua Asia Menjadi Terdepan Untuk Urusan Perkembangan E-commerce

Kebanyakan Mengakses dari Mobile

Berdasarkan data pengguna internet di Indonesia, sebanyak 66,9% mengaksesnya melalui mobile phone, lebih tinggi dibandingkan perangkat lainnya. Kamu dapat memanfaatkan perilaku ini dengan mengoptimalkan pengalaman pelanggan saat mengakses toko onlinemu melalui smartphone mereka. 

Misalnya jika kamu berjualan di website, buat tampilan yang mudah dinavigasikan saat diakses secara mobile dan pastikan website tidak membutuhkan waktu lama untuk dibuka. Kamu juga bisa hadir di banyak marketplace sehingga bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Terapkan juga SEO agar toko onlinemu mudah ditemukan. 

Merata ke Hampir Semua Usia

Penggunaan platform digital biasanya dikaitkan dengan anak muda. Uniknya, ternyata konsumen yang berbelanja online bukan hanya berasal dari mereka yang masih berusia muda saja, tetapi hampir merata ke semua umur.

Bahkan menurut data We Are Social, kelompok usia yang paling banyak berbelanja online adalah mereka yang berusia 35-44 tahun dan 45-54 tahun yakni masing-masing sebesar 89% dan 89,4%. Di bawahnya adalah mereka di kelompok usia 25-34 tahun sebesar 88,5% dan 16-24 tahun sebesar 84,8%.

Mencari Produk Secara Online

Bukan hanya di tahap berbelanja saja, konsumen memanfaatkan internet di setiap tahapnya, termasuk dari pencarian produk. 93% pengguna internet melakukan riset terhadap sebuah produk atau jasa yang akan mereka beli secara online. 

Sebanyak 78,2% memiliki aplikasi belanja online di smartphone mereka dan 79,1% berbelanja online melalui smartphone. Kamu bisa hadir di marketplace-marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya untuk menarik banyak pelanggan. 

Karena marketplace sudah memiliki penggunanya sendiri, ini akan memudahkanmu untuk mencari dan mendapatkan target customer. Pilih marketplace yang memang sesuai dengan bisnis atau produkmu sehingga kamu tidak kesulitan menjangkau calon pembeli.

Baca juga: Marketplace E-Commerce Jadi Pilihan Platform Berjualan Bisnis Ritel

Produk yang Banyak Dicari

Berdasarkan kategorinya, pertumbuhan penjualan produk yang paling tinggi adalah makanan dan perawatan pribadi yakni sebesar 61,3%. Hal ini tentunya tak lepas dari adanya pandemi yang mempengaruhi gaya hidup sebagian besar orang. Pandemi membuat banyak orang harus memenuhi kebutuhan mereka dari rumah, termasuk untuk membeli makanan. Konsumen pun semakin peduli dengan masalah kesehatan dan kebersihan.

Selain produk makanan dan perawatan, produk mainan, DIY, dan hobi juga meningkat sebesar 51,5%. Menghabiskan sebagian besar waktu di rumah membuat banyak orang akhirnya mencari alternatif untuk mengisi waktunya dengan berbagai hiburan, termasuk dari produk-produk hobi. Tak hanya itu, anak-anak juga melakukan kegiatan belajar dari rumah sehingga banyak orang tua yang mencari cara agar anak bisa tetap belajar dan bersenang-senang dari rumah, salah satunya lewat mainan.

Menggunakan Pembayaran Digital

Dari banyaknya metode pembayaran yang ada, banyak pengguna internet yang memanfaatkan layanan pembayaran digital untuk melakukan transaksi. Dari sekitar 202 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 129,9 juta orang melakukan pembayaran secara digital.

Dari perilaku ini, berjualan di marketplace juga memberikanmu kelebihan dimana marketplace biasanya menyediakan banyak pilihan pembayaran bahkan pengiriman. Sehingga kamu tidak perlu repot-repot mengurus dan mengelola tiap metode pembayaran. Alhasil, baik kamu sebagai penjual maupun konsumen akan merasa lebih nyaman saat bertransaksi.

Agar penjualan di marketplace optimal, kamu bisa memanfaatkan layanan end-to-end management SIRCLO Commerce. Layanan ini menawarkan fitur yang terpadu mulai dari manajemen gudang, pengelolaan order, pengiriman, layanan pelanggan, hingga laporan transaksi. Mengelola bisnis di banyak platform dan marketplace kini tidak lagi repot dan menghabiskan waktu.

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu solusi entrepreneur dan enterprise. Pada kategori entrepreneur, SIRCLO menawarkan platform pengelolaan toko online UMKM untuk berjualan di 3 platform yang berbeda (website, marketplace, chat commerce), yaitu SIRCLO Store. Pada kategori enterprise, SIRCLO menawarkan layanan e-commerce enabler secara end-to-end melalui SIRCLO Commerce dan solusi pengembangan teknologi omnichannel melalui ICUBE by SIRCLO.

SIRCLO telah melayani lebih dari 100.000 brands untuk mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear, serta dipercaya oleh brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Serpong), hari ini SIRCLO memiliki 700 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!