Blog

jenis usaha UMKM

Apa Saja Jenis Usaha UMKM dan Perbedaannya? Cari Tahu!

Apakah kamu tahu apa saja jenis usaha UMKM?

Tidak dapat dipungkiri bahwa UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menjadi salah satu penggerak ekonomi di Indonesia. Menurut data, sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari jenis usaha UMKM.

Hadirnya jenis usaha UMKM juga berhasil membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, sehingga mampu menekan angka pengangguran di Indonesia.

Lalu, apa saja yang termasuk dalam jenis usaha UMKM dan seperti apa perbedaannya? Yuk, cari tahu penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Melihat Peran UMKM di Indonesia, Bagaimana Perkembangannya?

Jenis Usaha UMKM di Indonesia yang Terkenal

jenis usaha UMKM

Foto: Pexels.com

Pemerintah terus mendorong para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan diri. Bahkan, tidak sedikit bantuan diberikan kepada pemilik usaha berupa pelatihan dan bantuan modal.

Bagi kamu yang ingin terjun ke dunia bisnis yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, berikut jenis usaha UMKM paling populer di Indonesia.

1. Jenis Usaha UMKM Kuliner

Jenis usaha UMKM yang paling populer di Indonesia yaitu adalah bidang kuliner. Mungkin kamu sadar, sudah banyak pelaku usaha di bidang kuliner yang hadir dengan berbagai inovasi makanan dan minuman.

Setiap pelaku usaha juga memiliki ciri khas dalam menjual produk kuliner di pasaran. Kamu yang hobi masak, bisa juga loh memanfaatkan hobi ini untuk mendapatkan uang dengan menjadi pengusaha UMKM di bidang kuliner.

2. Jenis Usaha UMKM Pendidikan

Tentu saja, pendidikan merupakan hal yang penting sebagai modal utama bagi generasi muda.

Pendidikan dapat membantu mereka untuk berkembang dan bersaing di dunia profesional. Oleh karena itu, setiap orang berhak memperoleh pendidikan, baik formal maupun informal.

Pengusaha UMKM yang memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan lainnya dapat menjadikan ini sebagai peluang untuk membuka usaha.

Beberapa contoh lembaga pendidikan nonformal yang sering dicari adalah lembaga bahasa asing, olahraga, dan pelatihan pajak.

Baca Juga: Cara Memulai Usaha Pakaian yang Perlu Diperhatikan!

3. Jenis Usaha UMKM Fashion

Selain kuliner, jenis usaha di bidang fesyen atau pakaian juga sangat populer di Indonesia.

Apalagi, kebutuhan pakaian kamu juga berbeda-beda setiap harinya. Mulai dari untuk beribadah, bekerja, dan pakaian untuk bersantai. Kamu bisa ikut terjun mendirikan usaha di bidang pakaian.

Jika ingin menjadi pelaku usaha UMKM fesyen, kamu tidak perlu memiliki kemampuan untuk menjahit atau merancang pakaian. Karena saat ini sudah banyak pengusaha di bidang fesyen yang menjadi reseller atau dropshipper.

4. Jenis Usaha UMKM Pertanian

Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang luas dan subur. Tidak mengherankan, kalau saat ini sudah banyak pengusaha yang melirik sektor pertanian sebagai ladang usaha.

Seperti yang diketahui, pertanian adalah salah satu sektor yang tidak pernah mengalami penurunan dalam kondisi apa pun.

Kamu yang ingin terjun menjadi pelaku usaha pertanian tetapi tidak memiliki lahan luas, tidak perlu khawatir.

Pasalnya, saat ini sudah banyak pertanian modern yang tidak memerlukan tanah sebagai media tanam, seperti hidroponik.

5. Jenis Usaha UMKM Otomotif

Seiring dengan kemajuan pembangunan, perkembangan dunia otomotif di Indonesia juga berkembang pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah sepeda motor dan mobil yang selalu meningkat.

Para UMKM yang memiliki keterampilan di bidang otomotif memanfaatkan peluang ini untuk membuka usaha sendiri. Beberapa contohnya seperti bengkel spare part, jasa cuci mobil dan motor, serta jasa perbaikan kendaraan.

Namun, penting diperhatikan bahwa jika ingin membangun usaha di bidang otomotif, memerlukan modal yang besar.

Baca Juga: Kenali Bisnis Frozen Food Sebelum Memulai Berjualan

Perbedaan Jenis Usaha UMKM di Indonesia

perbedaan jenis usaha UMKM

Foto: Pexels.com

Jenis usaha UMKM dapat dibedakan berdasarkan omset, kekayaan bersih usaha, jumlah tenaga, modal awal, pembina usaha dan pajak yang dikenakan.

Kamu yang ingin mencoba mendirikan jenis usaha tertentu, cari tahu perbedaannya berikut ini.

1. Modal Awal

Perbedaan usaha UMKM dapat dari besaran modal saat pendirian usaha.

Melansir dari beberapa sumber, modal UKM atau usaha kecil menengah sebesar Rp50 juta. Sementara untuk UMKM adalah sebesar Rp300 juta atau mendapatkan bantuan modal dari pemerintah untuk pembiayaan modal.

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa UMKM yang termasuk usaha mikro punya modal lebih besar dibandingkan UKM?

Berdasarkan peraturan yang ada, UMKM diyakini memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan UKM dinilai bersifat perorangan dengan usaha dan keuntungan yang lebih kecil.

2. Pembinaan Usaha

Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014, disebutkan bahwa usaha skala mikro dibina oleh kabupaten dan kota, usaha kecil dibina oleh provinsi dan usaha menengah dibina oleh nasional atau pemerintah pusat.

3. Jumlah Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja dari usaha mikro, kecil dan menegah juga berbeda, lho.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan pada usaha mikro setidaknya memiliki 1 – 5 orang tenaga kerja, usaha kecil memiliki 6 -19 orang tenaga kerja dan usaha menengah memiliki 20 – 99 orang tenaga kerja.

Baca Juga: Benefit Yang Didapatkan Pelaku UMKM Jika Memiliki IUMKM

4. Pajak

Membayar pajak merupakan kewajiban setiap warna negara, termasuk pemilik usaha UMKM.

Namun, banyak pemilik usaha merasa kebingungan saat menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan, khususnya yang baru terjun.

Mengacu pada PP Nomor 23 Tahun 2018, wajib pajak yang memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 milyar, dikenakan pajak penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5%.

Artinya, pelaku usaha yang memiliki peredaran bruto tertentu ini tidak wajib memungut dan membayar pajak atau PPN atas setiap transaksinya, melainkan harus memungut PPh Final 0,5%.

5. Omzet Usaha

Selanjutnyam perbedaan jenis usaha UMKM juga bisa diketahui dari omset atau pendapatan usahanya.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 BAB IV, dijelaskan tentang kriteria usaha mikro memiliki pendapatan usaha tahunan paling banyak Rp300 juta, usaha kecil Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar dan usaha menengah Rp2.5 miliar hingga Rp50 miliar.

6. Kekayaan Bersih Usaha

Perbedaan jenis usaha UMKM juga dapat dilihat dari kekayaan bersih usaha atau pendapatan yang sudah dipotong oleh kewajiban dari pemilik usaha.

Kekayaan bersih usaha mikro paling banyak Rp50 juta, usaha kecil berkisar lebih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta dan usaha menengah berkisar antara Rp500 juta sampai dengan Rp10 milyar.

Semua kekayaan bersih dari ketiga unit usaha ini tidak termasuk dengan tanah dan bangunan tempat usaha atau bisnis.

Nah, itu dia ragam jenis usaha UMKM dan perbedaannya. Semoga artikel ini bisa membantu, ya!

 

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!