Blog

Kenali Jenis-Jenis Objektif dalam Marketing dan Perbedaannya!

Dalam menyusun strategi dan menjalankan aktivitas pemasaran, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah menentukan objektif dalam marketing. Objektif dalam marketing ini sendiri terdiri dari beberapa jenis. Tapi tunggu dulu. Sebelum membahas ke sana, marketing objectives itu sebenarnya apa sih? 

Banyak yang salah kaprah dan menyamakan objektif dalam marketing dengan marketing goals. Marketing goals merupakan tujuan jangka panjang aktivitas pemasaran yang sifatnya lebih luas dan general dan biasanya berhubungan langsung dengan misi dan tujuan dari bisnis itu sendiri. 

Sementara marketing objectives sifatnya lebih spesifik, bisa diukur, dan dalam jangka waktu yang lebih pendek. Supaya bisa menentukan strategi yang tepat, kamu perlu tahu dulu jenis-jenis marketing objectives. Berikut jenis-jenis objektif dalam marketing yang bisa kamu gunakan untuk campaign-mu selanjutnya. 

Baca juga: 7 Jenis Digital Marketing yang Bisa Diterapkan untuk Bisnis UKM

Meningkatkan Brand Awareness

Khususnya untuk bisnis atau brand baru, salah satu objektif yang penting untuk dijadikan fokus utama adalah brand awareness. Tujuannya tak lain untuk memperluas jangkauan brand-mu agar lebih dikenal banyak orang.

Tak hanya bisnis baru saja, jika bisnismu baru saja mengeluarkan produk baru atau memiliki target audiens baru, brand awareness merupakan sasaran objektif yang tepat. Contoh dari objektif ini misalnya, impressions di media sosial meningkat 30% pada akhir kuartal pertama. 

Meningkatkan Market Share

Market share atau pangsa pasar merupakan bagian dari pasar yang dikendalikan oleh produk atau jasamu. Objektif yang satu berkaitan dengan analisis kompetitor. Dengan menganalisis brand-brand lain yang ada dalam industri yang sama dengan brand-mu, kamu bisa mengetahui posisimu dalam suatu pasar sekaligus membantumu mengidentifikasi potensi pasarmu.

Untuk meningkatkan market share, kamu tentu harus menentukan dulu market share-mu. Salah satu caranya dengan membandingkan total penjualan dari produk atau jasamu dengan total penjualan dalam industri tersebut.  

Meningkatkan market share tidak selalu berarti menjadi market leader dalam industrimu. Kamu pun harus realistis dalam menentukan target. Contoh dari objektif ini misalnya, meningkatkan market share sebesar 25% di tahun kedua peluncuran produk dengan cara mengurangi persentase hilangnya pelanggan (churn rate). 

Mempromosikan Produk atau Jasa Baru

Memperkenalkan produk atau jasa baru ke pasar merupakan suatu tantangan tersendiri. Jika salah satu rencanamu adalah meluncurkan produk atau jasa baru, salah satu marketing objective-mu seharusnya adalah untuk mempromosikannya. Misalnya, menjual 100 unit produk A dalam 5 hari pertama setelah produk diluncurkan. 

Meningkatkan ROI

ROI atau return of investment merupakan salah satu pengukuran paling penting dalam marketing. Kenapa? Karena pada dasarnya ROI ini mengukur apakah investasi yang dilakukan berhasil dan efektif atau tidak. 

Di masa digital ini, mengukur ROI menjadi lebih mudah karena kita bisa mengetahui biaya cost per click atau cost per conversions. Tiap bisnis memiliki cara dan strategi yang berbeda untuk meningkatkan ROI mereka. Oleh karena itu, sasaran dari objektif ini bisa berbeda-beda. Misalnya conversion rate atau persentase pengunjung website toko online yang melakukan transaksi meningkat sebesar 10%.

Meningkatkan Profit 

Ada 3 cara untuk meningkatkan profit: mengurangi biaya, meningkatkan penjualan, dan keduanya. Ada banyak cara untuk meningkatkan penjualan, misalnya meningkatkan conversion rate pada web jualan online.

Menerapkan strategi SEO yang tepat untuk website toko online-mu dan memanfaatkan media sosial juga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan profit sekaligus menekan biaya. Misalnya, menekan biaya digital ads dan fokus untuk memaksimalkan SEO dengan cara membuat postingan blog setiap harinya. 

Memperluas Pangsa Pasar

Serupa dengan meluncurkan produk baru, mengetahui positioning bisnismu dan strategi komunikasi yang tepat menjadi kunci untuk memperluas pangsa pasar dan mencapai target pasar yang baru. Contoh dari objektif ini misalnya melakukan riset pasar pada 2 kuartal pertama dan menentukan strategi komunikasi pada 2 kuartal selanjutnya.

Mempertahankan Pelanggan

Selain mencapai target pasar baru, mempertahankan loyalitas pelanggan juga penting. Berinvestasi pada audiens yang sudah ada sangat penting, dan bahkan bagi beberapa bisnis lebih bermanfaat dan menguntungkan karena biaya yang dibutuhkan lebih kecil. Contoh dari objektif ini misalnya meningkatkan engagements dan interaksi dengan followers di media sosial.

Membangun Digital Presence 

Jika brand atau bisnismu belum memiliki ‘jejak digital’ yang luas secara online, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah membuat toko online, bisa dengan menggunakan jasa pembuatan website toko online agar lebih optimal. 

Kemudian, terapkan SEO dan tingkatkan ranking website toko online-mu di hasil mesin pencari. Agar peringkatnya bisa naik, pastikan web jualan online-mu SEO-friendly. Di sinilah pentingnya menggunakan jasa pembuatan website toko online yang profesional dan terpercaya. Jangan lupa juga untuk membuat strategi dan perencanaan untuk membangun social media presence

Contoh dari objektif yang satu ini misalnya membuat toko online dan mengunggah 20 postingan blog yang dioptimalkan dengan SEO setiap bulannya. Atau bisa juga mencapai 1.000 followers di Instagram dalam bulan pertama. 

Baca juga: Memilih Antara SEO dan SEM untuk Marketing Brand-mu

Dengan mengetahui jenis-jenis objektif dalam marketing, kamu jadi bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk bisnismu. Nah, sekarang giliranmu menentukannya. Apa objektif pemasaran yang tepat untuk bisnismu saat ini?

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit