Blog

Langkah-Langkah Menerapkan Omnichannel Marketing untuk Bisnismu

Ada berapa banyak channel yang kamu gunakan untuk berbelanja? Sebagian besar orang akan menjawab lebih dari satu. Lebih dari 86% konsumen secara reguler berbelanja dari dua channel. Mereka tidak hanya melihat-lihat dari satu toko ke toko lainnya tetapi juga melakukannya lintas platform. 

Bahkan konsumen bisa berbelanja online saat mereka sedang mengantre untuk membayar produk di toko offline. Inilah alasan mengapa 87% bisnis retail menyadari akan pentingnya strategi omnichannel marketing untuk bisnis mereka. Mereka sadar bahwa jika mereka ingin tetap bisa bersaing dengan bisnis lainnya, mereka harus bisa menawarkan pengalaman berbelanja lintas platform yang konsisten bagi customer

Baca juga: 9 Tips Menyusun Strategi Omnichannel untuk Pebisnis Pemula

Menerapkan strategi omnichannel marketing dapat membantu menciptakan pengalaman yang unik bagi konsumen dan meningkatkan laba bisnismu. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan omnichannel marketing.

Rencanakan Pengalaman Berbelanja Customer 

Pahami langkah-langkah yang dilalui customer mulai dari saat mereka pertama kali berinteraksi dengan brand-mu, misalnya melalui iklan, hingga mereka akhirnya melakukan pembelian seperti lewat marketplace atau website toko online. 

Pahami channel-channel yang mereka lalui mulai dari iklan, mesin pencari, media sosial, hingga website, lapak di marketplace atau toko fisik. Analisis pula bagaimana perilaku mereka dalam menggunakan channel-channel tersebut dalam membuat keputusan berbelanja. Kemudian buat rencana mendetail mengenai bagaimana kamu ingin target konsumenmu berinteraksi dengan brand melalui channel-channel tersebut.

Walaupun tiap channel memiliki karakteristik yang berbeda, pastikan kamu menyajikan pengalaman yang konsisten di seluruh channel. Pastikan pula stafmu telah terlatih untuk dapat memberikan pengalaman yang juga konsisten. 

Gunakan Data untuk Mengembangkan Strategi

Dengan berbagai data mulai dari data media sosial, perilaku berbelanja konsumen, dan bagaimana customer berinteraksi dengan brand-mu, kamu bisa menganalisis dan lebih memahami customer-mu. Alhasil, kamu dapat menghasilkan konten dan menawarkan solusi yang sesuai dengan masalah dan tantangan yang mereka hadapi. 

Dengan data yang tepat, kamu tidak hanya dapat mengoptimalkan strategi pemasaranmu tetapi juga menjangkau audiens dengan lebih tepat dan menjaga hubungan pelanggan dengan lebih baik. 

Segmentasikan Audiens dan Personalisasikan Pengalaman Berbelanja Mereka

Setelah menganalisis data, kamu akan lebih mudah untuk mensegmentasikan audiensmu ke dalam beberapa kategori berdasarkan pola perilaku yang sama. Ini akan membantumu membangun pengalaman berbelanja yang spesifik dan unik untuk masing-masing tipe customer. Semakin jelas segmentasi pelangganmu, semakin efektif strategi omnichannel marketing yang kamu jalankan.

Fokus pada Customer

Untuk bisa berhasil, kamu harus menempatkan customer sebagai hal pertama dan terutama dalam membuat perencanaan. Berpikir layaknya seorang customer saat kamu merencanakan dan memantau strategi omnichannel marketing yang dijalankan. Dengan cara ini, kamu bisa terus mengembangkan strategi yang sudah ada dengan lebih optimal dan sesuai dengan apa yang dicari oleh target audiens.

Bangun Konteks yang Sesuai & Pesan yang Konsisten

Konteks merupakan bagian penting dalam menjalankan strategi omnichannel marketing. Mengirimkan pesan yang salah kepada target audiens yang salah pada waktu yang salah akan membuat strategi jadi kurang efektif atau bahkan menghalangani audiens yang tepat untuk berinteraksi dengan brand-mu.

Pastikan konteks dari pesan yang kamu sampaikan relevan dengan customer dan disampaikan pada waktu yang tepat dan pada channel yang paling banyak mereka gunakan. Sebelum menyebarkan pesan ke semua channel, luangkan waktu untuk membuat pesan yang konsisten tetapi tetap disesuaikan dengan karakteristik masing-masing channel. Pesan yang konsisten dapat menjadi panduan yang berkelanjutan bagi calon pembeli untuk melalui tiap langkah dalam pengalaman berbelanja mereka. 

Pilih Tools Otomasi yang Tepat

Gunakan tools marketing terotomasi untuk mengimplementasikan strategimu mulai dari saat perencanaan, implementasi, hingga analisis hasil. Lakukan analisis dan bandingkan tiap-tiap tools sebelum akhirnya memilih yang tepat untuk bisnismu.

Tools marketing yang tepat dapat membantumu mensegmentasikan audiens dengan lebih tepat, mengirimkan pesan yang lebih terpersonalisasi, menjadwalkan campaign, dan mengukur tingkat efektivitasnya dengan lebih mudah. 

Lakukan Retarget 

Seorang customer belum tentu langsung melakukan pembelian saat mereka pertama kali berinteraksi dengan brand. Dengan menampilkan iklan dan promosi yang tepat dalam berbagai platform kepada mereka seperti melalui media sosial, website, video, mesin pencari, dan lainnya, brand-mu akan lebih mudah diingat sehingga kemungkinan mereka melakukan pembelian semakin tinggi.

Lakukan Uji Coba Secara Berkala

Ada strategi yang berhasil, ada pula yang kurang efektif. Untuk bisa benar-benar mengetahui strategi mana yang paling tepat untuk customer dan calon pembeli, lakukan uji coba atau A/B testing secara berkala. Uji coba ini membantumu mengukur hasil dari suatu strategi sehingga ke depannya strategimu bisa semakin efektif. 

Baca juga: Kenali Pelanggan Omnichannel E-Commerce dan Faktor Perilaku Berbelanjanya

Untuk menjalankan strategi omnichannel marketing yang efektif, dibutuhkan data yang relevan, pemahaman akan target audiens dan perilaku mereka, tools yang tepat, serta analisis secara berkala. Dengan memadukan hal-hal ini, kamu bisa menawarkan pengalaman berbelanja yang positif kepada customer sehingga mereka betah berbelanja dari bisnismu. 

Yuk, mulai optimalkan berbagai kanal penjualan untuk berjualan online dengan solusi teknologi dari SIRCLO!

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!