Blog

Melihat Peran UMKM di Indonesia, Bagaimana Perkembangannya?

UMKM seringkali menjadi sorotan dalam pembicaraan mengenai perkembangan ekonomi. Pasalnya, sebagian besar pelaku usaha di Indonesia merupakan pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah. Adapun definisi dari UMKM sendiri dilihat dari aset dan omzet suatu usaha.

Usaha mikro merupakan usaha dengan aset maksimal Rp 50 juta dan omzet Rp 300 juta per tahun. Usaha kecil memiliki aset antara Rp 50 – 500 juta dengan omzet antara Rp 300 juta – 2,5 miliar per tahun. Usaha menengah mempunyai aset antara Rp 500 juta hingga 10 miliar dan omzet Rp 2,5 – 10 miliar per tahun.

Baca juga: Ini Dia Cara UMKM untuk Mengembangkan Bisnis dengan Investor!

Dengan banyaknya pelaku UMKM di Indonesia, bagaimana perkembangan dan perannya dalam pertumbuhan ekonomi? Berikut penjelasannya:

Terus Bertumbuh dari Tahun ke Tahun

Dari tahun ke tahun, jumlah total unit UMKM maupun PDB-nya terus bertambah. Dari tahun 2010 ke 2017, jumlah PDB UMKM meningkat lebih dari 2 kali lipat. Jumlah total unit UMKM saat ini mencapai sekitar 62,9 juta unit yang tersebar di berbagai sektor. Sekitar 99,9% usaha di Indonesia merupakan UMKM.

Selain dari PDB dan unit usaha, nilai investasi UMKM dari tahun 1999 ke tahun 2013 juga meningkat pesat, tepatnya sebesar 963%. Per 2018, UMKM menyumbang 58,18% dari total investasi. Angka-angka ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan UMKM.

Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Dengan banyaknya jumlah UMKM, tak heran jika UMKM merupakan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 57,8% menjadi 61%.

Hal ini membuat UMKM menjadi jaring pengaman sekaligus penggerak perekonomian. Hal ini dikarenakan UMKM memiliki siklus transaksi yang cepat dan produknya pun cenderung berhubungan langsung dengan kebutuhan utama masyarakat.

Pengaman Ekonomi Saat Krisis

Bukan hanya saat kondisi normal saja, UMKM juga menjadi pengaman di masa krisis, misalnya saat krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008. Pada kedua krisis tersebut, UMKM malah dapat memanfaatkan barang baku dalam negeri untuk mendapatkan keuntungan. Namun, UMKM juga saat ini menjadi salah satu jenis usaha yang paling terdampak dengan adanya pandemi.

Menyerap Tenaga Kerja

UMKM juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja yakni sebesar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan menyedia 99% lapangan kerja. Artinya, UMKM dapat membantu masyarakat lokal untuk produktif serta mengurangi tingkat tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Bidang Usaha

Dilihat dari bidang usahanya, ada 3 bidang usaha non-pertanian yang mendominasi perekonomian nasional menurut Sensus Ekonomi tahun 2016. 3 bidang usaha tersebut adalah perdagangan besar dan eceran (total pelaku 46,17%), akomodasi dan penyediaan makan minum seperti restoran, rumah makan, kafe, dan katering (16,53%), dan industri pengolahan yakni kegiatan mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi (16,53%). 

Akses Terhadap Pendanaan

Walaupun perkembangan UMKM terus meningkat, pelaku UMKM seringkali masih menghadapi sejumlah kendala salah satunya dari segi pendanaan. Hanya 19,4% UMKM yang mendapatkan pembiayaan perbankan. Hal ini disebabkan karena literasi keuangan dan pembiayaan UMKM sendiri masih rendah. 

Digitalisasi

Tantangan lain yang juga dihadapi oleh UMKM adalah perkembangan teknologi saat ini yang begitu pesat. Teknologi dapat membantu pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka agar dapat bersaing dan unggul. Namun, baru sekitar 13% UMKM yang terhubung dengan pasar digital.

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan UMKM untuk Mendapatkan Modal dari Bank

Salah satu penyebabnya adalah karena literasi digital yang masih rendah. Padahal, pola hidup masyarakat saat ini telah beralih ke digital dan teknologi pun kian menjadi penggerak ekonomi. Maka itu, sangat penting bagi UMKM untuk mulai melakukan transformasi digital. Tidak hanya sebagai platform untuk penjualan saja tetapi untuk keseluruhan kegiatan bisnis mulai dari pemasaran, menjangkau customer, informasi produk, menjaga loyalitas, hingga melayani konsumen. Dengan demikian, UMKM bisa terus beradaptasi dengan perubahan yang ada dan tetap menjadi penopang ekonomi yang kuat.

Bisnis UMKM juga dapat mengembangkan bisnis melalui platform penjualan online. Dengan berjualan online, bisnis dapat lebih mudah menjangkau pelanggan dari seluruh penjuru negeri dan meningkatkan penjualan. SIRCLO Store dapat membantu bisnis berjualan melalui solusi teknologi yang ditawarkan dan mengaktifkan berbagai channel untuk berjualan. Klik di sini untuk tahu lebih lanjut.

Sumber:

  1. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/potret-dan-tantangan-umkm-di-indonesia 
  2. https://www.online-pajak.com/tentang-pph-final/perkembangan-umkm-di-indonesia 
  3. https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/kebijakan-perlindungan-dan-pemulihan-umkm-di-tengah-pandemi-covid-19 
  4. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/kontribusi-umkm-terhadap-pdb-2010-2020-1586251312 
  5. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200626123545-297-517786/menyelamatkan-umkm-menyelamatkan-ekonomi-indonesia 
  6. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4433703/baru-19-persen-umkm-yang-dapat-pembiayaan-perbankan 
  7. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200629190231-4-168897/baru-13-umkm-di-ri-yang-melek-digital 

___

Tentang SIRCLO

Didirikan pada tahun 2013, SIRCLO merupakan perusahaan e-commerce enabler yang menawarkan empat solusi bisnis bagi brand untuk berjualan online, yaitu SIRCLO Store, SIRCLO Connexi, SIRCLO Chat, dan SIRCLO Commerce. SIRCLO Store adalah sebuah platform SaaS (Software as a Service) pembuatan toko online berbasis template bagi bisnis dan brand lokal. SIRCLO Connexi menawarkan dashboard interaktif untuk mengelola penjualan dari berbagai platform e-commerce Indonesia. Selain itu, SIRCLO Chat menghadirkan platform conversational commerce berupa dashboard interaktif yang terintegrasi dengan WhatsApp Business API. Melalui solusi channel management bersifat end-to-end, SIRCLO Commerce menjawab kebutuhan brand korporat memasuki jalur distribusi online. 

Di bulan Mei 2020, SIRCLO secara resmi melakukan merger dengan ICUBE, Magento Premier Solutions Partner di Indonesia, untuk mendatangkan solusi-solusi pengembangan teknologi e-commerce dan Swift, sebuah omnichannel e-commerce builder. SIRCLO Store telah memprakarsai lebih dari 100.000 website dan membantu 3.000 brand mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear. SIRCLO juga telah dipercaya oleh puluhan klien yang terdiri dari 300+ brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, Eiger, dan Levi’s. Hari ini SIRCLO memiliki lebih dari 600 karyawan yang berkantor pusat di BSD Tangerang, serta memiliki kantor cabang atau perwakilan di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!