Blog

Mengadopsi Omnichannel Untuk Bisnis Ritel, Apa Saja Tantangan dan Solusinya?

Kata “omnichannel” akhir-akhir ini sering digaungkan sebagai masa depan dari bisnis ritel. Pada dasarnya, strategi omnichannel mengintegrasikan berbagai channel penjualan sehingga bisa memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mulus bagi konsumen. 

Mengadaptasi teknologi omnichannel memang bagus bagi perkembangan bisnis ritel ke depannya. Apalagi, sekarang akses terhadap data yang komprehensif menjadi alat yang penting untuk bisa mengoptimalkan bisnis. Namun di sisi lain, penerapan omnichannel juga cukup kompleks karena pebisnis harus bisa menyelaraskan berbagai channel penjualannya serta teknologi-teknologi yang sudah digunakan sebelumnya menjadi satu kesatuan.

Baca juga: Manfaat Teknologi Omnichannel untuk Mengoptimalkan Bisnis Ritel Online

Lalu bagaimana cara menghadapi berbagai tantangan tersebut agar bisa mengoptimalkan potensi omnichannel bisnis ritel? Berikut penjelasannya. 

Melayani Tiap Konsumen Secara Personal

Salah satu tantangan terbesar bagi pebisnis ritel adalah melayani tiap konsumen yang berbeda-beda. Karena tiap konsumen memiliki journey berbelanja yang unik, memberikan pelayanan yang personal untuk tiap konsumen jadi tantangan yang besar. 

Untuk menghadapi tantangan ini, inovasi dan strategi berbasis data menjadi solusinya. Dengan teknologi dan data, pebisnis bisa mendapatkan insights mengenai pola berbelanja, perilaku, dan preferensi konsumen. Dengan demikian, pebisnis bisa mengenal konsumennya dengan lebih komprehensif sehingga bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan. 

Contoh dari penerapan ini adalah Netflix. Terlepas dari device yang digunakan, penggunanya bisa mendapatkan rekomendasi konten berdasarkan film atau serial yang mereka tonton dan sukai. Dengan cara ini, tiap-tiap pengguna mendapatkan pengalaman menonton yang unik.

Mengelola Inventori

Menjalankan bisnis ritel dengan solusi omnichannel berarti semua saluran penjualan baik online maupun offline dikelola di bawah satu sistem yang sama, termasuk juga dalam pengaturan inventori dan pendistribusian produk. Hal ini berarti inventori kemungkinan menjadi salah satu bagian yang paling sibuk dalam operasional bisnis. 

Agar antara pemesanan dan stok tetap terkelola dengan baik tanpa adanya order yang terlewat, pebisnis ritel perlu memprioritaskan pengelolaan inventori agar mudah diakses oleh seluruh saluran penjualan. Selain itu, pebisnis juga perlu memastikan agar penanganan order dapat dilakukan secara efisien sehingga semuanya bisa dilayani dengan baik. 

Untuk melakukan ini, kamu bisa membuat kode produk atau SKU yang konsisten dan bisa dikenali di seluruh saluran penjualannya. Dengan demikian, tiap saluran penjualan bisa mengatur inventori tanpa melewatkan hal-hal penting. 

Lokasi Gudang

Lokasi gudang juga bisa menjadi tantangan lain dalam menjalani strategi omnichannel. Dengan diintegrasikannya inventori, artinya stok juga harus disimpan dalam satu gudang. Hal ini bisa menjadi tantangan karena lokasi bisnis atau toko mungkin terletak di beberapa tempat. 

Untuk mengatasi ini, pilihlah lokasi yang strategis baik untuk menjalankan bisnis, menjangkau konsumen, mengakses inventori, dan mendistribusikan barang. Isi gudang juga harus diatur agar stok bisa dengan mudah diakses oleh karyawan yang menangani pengepakan dan pengiriman untuk berbagai saluran penjualan. 

Alokasi Stok

Dengan banyaknya saluran penjualan, kamu harus bisa menghitung pembagian stok untuk tiap channel sehingga tidak ada saluran yang terlalu kelebihan atau sangat kekurangan stok. Jangan sampai kamu akhirnya malah mengorbankan satu saluran penjualan untuk menopang saluran lainnya. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ini. Pertama, kamu bisa menjaga pasokan tetap stabil melalui pendistribusian yang tepat waktu ke vendor-vendormu. Usahakan untuk menyelesaikan pick-up dan pengepakan sebelum jam sibuk sehingga semua pengiriman bisa dilakukan tepat waktu.

Cara lain adalah dengan memiliki satu toko khusus yang dimanfaatkan sebagai gudang kecil. Pilih toko yang mudah diakses dalam waktu singkat terutama oleh channel dengan tingkat penjualan yang tinggi. There are a few ways to offset this omnichannel retail challenge:

Keselarasan Karyawan

Karyawan khususnya mereka yang berhadapan langsung dengan konsumen harus bisa mengakses stok dengan mudah dan cepat. Jangan sampai mereka harus menolak konsumen karena kesulitan mendapatkan stok. 

Pastikan hal ini tidak terjadi dengan memperkenalkan model penjualan yang terintegrasi dengan sistem omnichannel kepada seluruh staf dan melatih mereka untuk beradaptasi dengan sistem tersebut. Karyawan juga sebaiknya tahu tindakan apa yang harus mereka lakukan jika stok habis, misalnya mengunjungi toko terdekat. Intinya, manfaatkan seluruh saluran penjualan dengan efektif sehingga kamu tidak akan kehilangan penjualan dengan sia-sia. 

Untuk memastikan ini, kamu harus bisa menjamin bahwa seluruh karyawan benar-benar memahami teknologi omnichannel yang digunakan karena kemampuan mereka bisa sangat mempengaruhi selesai tidaknya pemesanan konsumen. Kamu bisa menjalankan percobaan untuk sistem omnichannel ini di satu lokasi terlebih dahulu untuk mengetahui strategi yang tepat untuk menyelaraskan seluruh karyawan. 

Baca juga: Optimalkan Penjualan Bisnis Online dengan Omnichannel

Cara-cara di atas bisa dioptimalkan lagi dengan memanfaatkan teknologi dan otomasi. Melalui teknologi omnichannel seperti ICUBE dan SWIFT yang mengintegrasikan seluruh data dari berbagai saluran penjualan, kamu bisa menganalisis kinerja tiap saluran serta mengetahui saluran mana yang berjalan dengan baik dan mana yang tidak. Kamu pun bisa mendapatkan update secara real-time sehingga memungkinkan kamu untuk membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Lewat ekosistem yang terintegrasi, operasional bisnis pun bisa memberikan hasil yang maksimal.

Kami mengerti bahwa kesuksesan bisnis online Anda adalah yang paling utama.

Mulai kisah sukses Anda sekarang juga!