Blog

Pro Kontra Mencari Modal Usaha Lewat Crowdfunding

Crowdfunding menjadi salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha bagi pebisnis pemula. Apalagi saat ini sudah ada banyak platform crowdfunding yang tersedia. Salah satu alasan kenapa crowdfunding mulai dilihat sebagai opsi untuk memulai bisnis adalah karena risiko finansialnya yang kecil. 

Untuk mulai mencari modal lewat crowdfunding juga tidak terlalu sulit apabila dibandingkan dengan meminjam uang dari bank atau mencari investor. Kamu tinggal pilih platform yang kamu mau, daftar, lalu mulai penggalangan. Ditambah lagi, crowdfunding juga bisa menjadi cara untuk mengetes ide bisnis kamu, apakah diterima oleh pasar atau tidak. 

Walaupun demikian, mencari modal lewat crowdfunding membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan lewat pinjaman. Selain itu, ada risiko ide bisnismu bisa ditiru oleh orang lain. Untuk berhasil mendapat modal dari crowdfunding pun dibutuhkan usaha yang tidak sedikit, misalnya mempersiapkan ads atau campaign yang menjelaskan produk atau jasamu. 

Baca juga: Baru Mulai Berbisnis Online? Tingkatkan Penjualanmu lewat Strategi Pemasaran Ini

Pasalnya, kamu bukan satu-satunya pebisnis yang mencari modal lewat crowdfunding. Untuk bisa mendapatkan perhatian dari pemberi modal, kamu harus bisa membuat bisnis terlihat unik dan menonjol. 

Berdasarkan modelnya, ada 2 jenis crowdfunding yang bisa kamu pilih untuk mendapat modal, reward-based crowdfunding dan equity crowdfunding. Berikut penjelasan serta pro kontra dari masing-masing model yang bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum mencari modal lewat crowdfunding.

Reward-Based Crowdfunding

Reward-Based Crowdfunding merupakan jenis penggalangan dana dimana penyedia dana mendapatkan imbalan atau reward non-finansial, misalnya berupa pre-order produk, jasa khusus, atau memberikan kredit dengan menuliskan nama mereka di website toko online mereka. Dengan sistemnya yang berbasis imbalan, tipe crowdfunding ini lebih cocok untuk bisnis B2C khususnya untuk proyek kreatif seperti game developer

Walaupun kelihatannya mudah – unggah di platform crowdfunding, tawarkan imbalan, lalu dapat dana – namun mendapatkan modal lewat reward-based crowdfunding tidak segampang itu. Diperlukan perencanaan dan strategi yang baik agar pencarian modalmu berhasil.

Pertama kamu harus menyiapkan goal pendanaanmu. Hal ini penting karena banyak platform crowdfunding yang menerapkan sistem all-or-nothing. Jadi kalau goal pendanaanmu tidak tercapai, kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun. Makanya, kamu harus pikirkan matang-matang berapa dana yang kamu butuhkan. 

Kamu juga harus memikirkan sistem reward seperti apa yang kamu berikan agar bisa menarik orang untuk memberikan dana. Belum lagi materi-materi yang harus kamu siapkan untuk diunggah di platform crowdfunding seperti web jualan online, ilustrasi produk, atau video penjelasan. 

Tak hanya itu, jika dana sudah berhasil terkumpul, kamu harus memikirkan bagaimana mendistribusikan reward kepada para pemberi dana. Intinya, diperlukan strategi yang tepat agar model crowdfunding ini bisa berhasil. 

Pro

  • Akses “uang murah”: Kamu tidak perlu menjual sebagian dari bisnismu. Malahan, kalau berhasil kamu mendapatkan customer awalmu. 
  • Membangun following: Tidak hanya mendapatkan modal, kamu secara tidak langsung juga membangun sebuah jaringan pendukung untuk bisnismu. Ini membantumu mengetes kesuksesan produk atau jasamu sekaligus bisa menjadi cara untuk mendanai proyekmu selanjutnya.

Kontra

  • Pendistribusian reward: Begitu penggalangan dana berhasil, kamu harus segera mengirimkan reward yang sudah kamu janjikan. Inilah yang menjadi tantangan. Kamu harus bisa mengirimkannya tepat waktu sehingga pemberi dana pun tidak kecewa dan mau untuk menjadi pelanggan. Kamu juga harus hati-hati dalam menyisihkan dana untuk pengiriman agar dana yang sudah didapat dari crowdfunding tidak habis hanya untuk mengirimkan reward.
  • Kerja kerasmu belum tentu berhasil: Kamu mungkin sudah menghabiskan waktu dan tenaga mempersiapkan berbagai materi campaign-mu. Namun, kalau penggalangan dana tidak berhasil,  semua usahamu bisa jadi sia-sia.

Equity Crowdfunding

Berbeda dengan reward-based crowdfunding dimana pemberi dana menerima imbalan berupa barang atau jasa, di equity crowdfunding pemberi dana mendapatkan sebagian dari perusahaanmu. Jadi pada dasarnya equity crowdfunding ini seperti mencari investor. Jadi sang investor akan mendapat profit apabila bisnismu memiliki performa yang bagus dan akan kehilangan uangnya apabila bisnismu ternyata tidak berhasil. 

Pro

  • Mendapat modal dalam jumlah besar: Apabila dibandingkan dengan model crowdfunding lainnya, equity crowdfunding lebih memungkinkan kamu untuk mendapatkan modal yang besar. 
  • Relasi dengan investor yang lebih mudah: Berhubungan dengan banyak investor bisa memakan waktu. Selain itu, akan ada banyak pendapat yang berbeda terkait perkembangan bisnismu. Hal ini bisa membingungkan apalagi bagi pebisnis pemula. Platform equity crowdfunding biasanya mengumpulkan seluruh dana dan investor menjadi satu investasi tunggal. Artinya, kamu hanya perlu berkomunikasi dan melapor kepada satu investor saja.

Pada dasarnya, crowdfunding bisa menjadi cara yang kreatif dan efektif untuk mencari modal usaha apabila dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan jenis bisnis yang kamu jalankan. Selain kedua jenis di atas, sebenarnya ada banyak model crowdfunding lainnya yang bisa kamu cari tahu lebih lanjut. 

Agar bisa berhasil, kamu perlu mempersiapkan materi bisnismu sebaik mungkin sebelum akhirnya diunggah ke platform crowdfunding. Salah satu aspek yang bisa kamu optimalkan adalah dengan membuat website toko online agar bisnismu terlihat kredibel dan kamu pun sebagai pebisnis terlihat profesional di mata calon pemberi dana.

Baca juga: 7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan untuk Pebisnis Pemula

Agar web jualan online-mu terlihat meyakinkan, sebaiknya gunakan jasa pembuatan toko online profesional. Jangan lupa sertakan deskripsi bisnis, foto produk, deskripsi produk, kontak, dan elemen-elemen dasar yang perlu ada di website toko online-mu. Dengan demikian, kamu pun bisa sukses mendapat modal usaha lewat crowdfunding.  

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit