Blog

Jadi Andalan untuk Belanja Online, Berikut Sejarah Perkembangan Marketplace di Indonesia

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia memang bisa dikatakan sangat pesat, bahkan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce terpesat. Menurut ICD, pertumbuhan e-commerce Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. 

Lebih lanjut lagi, data tersebut menunjukkan sekitar 30 juta masyarakat Indonesia pernah melakukan transaksi online, menciptakan pasar dengan nilai setidaknya sebesar USD 8 miliar. Pasar ini diprediksi dapat terus berkembang hingga USD 40 miliar dalam 5 tahun ke depan. 

Baca juga: Menilik Tren Perkembangan E-Commerce Indonesia di 2020

Dari banyaknya transaksi online tersebut, 60 persennya dilakukan melalui platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan marketplace lainnya. Kategori produk yang paling banyak dibeli yakni sekitar 70% dari total transaksi online antara lain produk elektronik, fashion, kesehatan dan kecantikan. 

Menurut laporan Ernst & Young, bisnis online di Indonesia yang saat ini didominasi oleh UMKM berkembang sebesar 40% setiap tahunnya. E-commerce dan marketplace memiliki potensi pasar yang begitu besar dan luas. Bagaimana awalnya perkembangan marketplace hingga bisa seperti sekarang ini? 

Awal Mulanya

Di Amerika, marketplace mulai populer pada tahun 1995 dengan adanya eBay  dan Amazon. Di China, marketplace mulai ramai setelah Jack Ma mendirikan Alibaba yang kini menjadi marketplace raksasa. Sementara di Indonesia, awal mula toko online dimulai pada tahuun 1999 dengan didirikannya forum jual beli Kaskus. 

Namun di masa awal berdirinya forum jual beli online, kebanyakan orang hanya menggunakan platform tersebut untuk menunjukkan produknya. Sementara proses transaksinya tetap dilakukan secara offline. Beberapa tahun setelahnya, Tokobagus.com yang kini menjadi OLX berdiri. Dengan mulai berkembangnya ekosistem ekosistem digital di Indonesia, Doku pun turut hadir pada tahun 2007 sebagai penyedia layanan pembayaran elektronik pertama di Indonesia. 

Semakin Banyak Pemain

Tren marketplace terus berkembang seiring perkembangan internet dan teknologi digital di Indonesia. Pada tahun 2009, Tokopedia berdiri dan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Marketplace pun menjadi semakin populer sebagai tempat bagi masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Pada tahun 2010, marketplace Bukalapak turut berdiri.

Minat dan antusiasme masyarakat terhadap perkembangan ini membuat para pemain luar negeri yang melihat peluang ini pun ikut tertarik. Pada tahun 2011, marketplace fashion asal Singapura Zalora mendirikan Zalora Indonesia. Pemain marketplace pun semakin ramai dengan bidang industri yang semakin beragam. Tahun 2011 juga menjadi tahun pertama diadakannya Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional yang semakin meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berbelanja online

Pada tahun 2014, Tokopedia mencetak rekor sebagai marketplace dengan investasi terbesar saat itu yakni senilai USD 100 juta. Pasar marketplace pun semakin luas baik dari segi yang berjualan maupun konsumennya. Hal ini membuat sejumlah pemain lama turut meluncurkan marketplace-nya sendiri, salah satunya Lippo Group lewat MatahariMall.com yang berdiri pada tahun 2015. Di tahun yang sama, raksasa e-commerce asal China JD.com ikut mendirikan e-commerce-nya di Indonesia, JD.id.

Saat ini, jumlah marketplace sudah begitu banyak dengan kekuatan industrinya masing-masing. Begitu pula dengan pilihan metode pembayaran yang juga semakin beragam. Proses transaksi yang tadinya terbatas yakni dengan debit dan kredit kini bisa dilakukan melalui smartphone. Bahkan sejumlah marketplace menyediakan dompet elektroniknya sendiri. 

Hal ini membuat semakin banyak konsumen yang lebih memilih untuk berbelanja di marketplace karena kemudahan yang ditawarkannya. Pertumbuhan ini dikatakan dapat membuat e-commerce menjadi penggerak utama ekonomi digital. Diprediksi, pasar e-commerce akan mampu menyumbang USD 100 miliar di tahun 2025. 

Baca juga: Bagaimana Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Indonesia Selama Pandemi COVID-19?

Melihat perkembangan e-commerce maupun marketplace yang begitu pesat, pebisnis dapat turut berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi digital ini agar bisa memanfaatkan peluang yang ada, salah satunya dengan masuk ke berbagai platform marketplace sehingga jangkauan bisnis semakin luas. Optimalkan penjualan di marketplace dengan layanan manajemen multichannel yang tersinkronisasi. Lewat solusi multichannel e-commerce yang ditawarkan Connexi, pebisnis dapat mengintegrasikan platform penjualannya mulai dari produk yang dijual, stok, pengelolaan pemesanan, hingga pengiriman.

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!