Blog

Tingkatkan Penjualan dengan Post yang Menarik di Instagram Shopping

Saat ini rata-rata bisnis dan brand memanfaatkan Instagram untuk meningkatkan awareness, mempromosikan, dan meningkatkan penjualan mereka. Apalagi Instagram terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mempermudah pebisnis maupun customer melalui Instagram Shopping.

Namun, banyaknya bisnis yang menggunakan Instagram sebagai platform berjualan juga berarti kompetisi semakin ketat. Sebagai sebuah brand, kamu harus bisa memiliki keunggulan yang membuat pengguna lebih memilih untuk melihat-lihat dan akhirnya membeli produkmu alih-alih kompetitor. Kamu harus bisa menonjolkan produkmu sedemikian rupa untuk bisa menarik perhatian calon pembeli. Berikut beberapa tips membuat post pada Instagram Shopping yang dapat meningkatkan penjualan.

Baca juga: 5 Keunggulan Instagram Shopping yang Dapat Mendukung Bisnismu

Sertakan Orang dalam Foto

Alih-alih post hanya menampilkan produk, coba untuk menyertakan orang dalam foto. Misalnya jika produk yang kamu jual adalah pakaian olahraga, kamu bisa menunjukkan seseorang yang sedang berolahraga menggunakan pakaian tersebut. Selain menyoroti produk, menampilkan orang yang menggunakan produkmu juga memperjelas ekspektasi konsumen apabila mereka membeli dan menggunakan produk tersebut.

Selain itu, pastikan kualitas foto bagus dan produk terlihat jelas. Hindari menggunakan filter atau editing yang berlebihan karena ini dapat mempengaruhi kesan produk. Usahakan agar warna produk sepersis mungkin dengan warna aslinya. 

Pastikan Visual Konten Konsisten

Kamu mungkin sudah mengatur konten sedemikian rupa agar feed Instagram bisnismu terlihat estetis dan sesuai dengan branding yang ingin dibangun. Post produk untuk Instagram Shopping bukan berarti kamu tidak bisa meneruskan hal tersebut.

Sebelum melakukan photoshoot atau membuat konten untuk post Instagram Shopping, buat perencanaan dan susun timeline terlebih dahulu agar tiap kontennya memiliki visual yang konsisten dengan style sebelumnya baik dari segi warna, gaya desain, editing, dan lainnya. Dengan demikian, konten terlihat rapi dan konsisten.

Buat Post Carousel

Kamu tidak harus selalu mengunggah satu foto produk saja dalam 1 post. Carousel bisa menjadi alternatif untuk menunjukkan ragam atau rangkaian produk, produk baru, atau membuat sebuah katalog atas suatu kategori produk dari brand-mu. 

Dengan membuat post carousel, kamu juga bisa men-tag lebih banyak produk dalam unggahanmu sehingga kamu bisa benar-benar memanfaatkan Instagram Shopping. Kamu juga bisa menggunakan post carousel untuk menampilkan produk dari berbagai sisi atau menunjukkan cara penggunaan suatu produk.

Eksplor Berbagai Format

Foto bukan satu-satunya format yang bisa kamu eksplor. Kamu bisa mengeksplor format-format lainnya misalnya video atau grafik. Selain itu, feed juga bukan satu-satunya tempat kamu bisa mempromosikan produkmu. Kamu bisa memanfaatkan Instagram Story untuk menunjukkan produk sekaligus menjadi salah satu cara untuk meningkatkan engagement. Apabila pada feed kamu mungkin tidak bisa mengunggah terlalu banyak atau sering, Instagram Story lebih fleksibel sehingga kamu pun bisa berinteraksi lebih dekat dengan customer.

Pastikan Link Bekerja

Terkesan sepele, tetapi sangat berpengaruh. Melalui Instagram Shopping, kamu bisa mengarahkan calon pembeli ke website toko online. Maka itu, pastikan link yang kamu masukan sudah benar. Link yang tidak bekerja akan membuat calon pembeli malas dan akhirnya tidak menjadi membeli. 

Instagram Shopping dibuat agar customer bisa berbelanja dengan lebih mudah dan cepat. Link yang rusak bisa menghambat pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi calon pembeli. Sebelum mengunggah post, sebaiknya periksa kembali bahwa link yang kamu masukkan sudah tepat, misalnya dengan mengetesnya terlebih dahulu.

Beri Jarak Pada Tag Produk

Fitur Shopping Tag juga memungkinkan kamu untuk men-tag lebih dari satu produk dalam satu post atau foto. Hal ini dapat meningkatkan exposure atas beberapa produk sekaligus. Namun pastikan kamu memberi jarak antara produk satu dengan yang lainnya sehingga saat kamu akan men-tag masing-masing produk, tag yang satu tidak menutup tag yang lainnya.

Hindari juga memuat terlalu banyak tag dalam satu foto atau post. Post dengan satu gambar memungkinkanmu untuk men-tag 5 produk sementara post carousel memungkinkanmu untuk men-tag 20 produk. Saat menempelkan tag pada produk, pastikan customer tidak akan kesulitan mengklik tag yang mereka inginkan.

Gunakan Hashtag yang Relevan

Hashtag merupakan salah satu fitur Instagram yang harus kamu manfaatkan untuk mengoptimalkan post Instagram Shopping-mu. Gunakan hashtag yang relevan dan menggambarkan produk sehingga unggahanmu dapat dengan mudah ditemukan saat customer mencari kata kunci yang berkaitan pada menu Explore atau Shopping. 

Misalnya jika kamu menjual celana kulit, kamu bisa menggunakan hashtag #celanakulit atau #leatherpants. Dengan demikian, saat pengguna Instagram mengklik hashtag tersebut, mereka akan menemukan produkmu. Selain itu, pengguna juga bisa mengikuti hashtag sehingga menggunakan hashtag yang tepat memungkinkan produkmu dilihat oleh orang yang memang mencarinya. 

Unggah Konten yang Dibagikan oleh Audiens

Kamu tidak harus selalu memikirkan ide kontenmu sendiri. Terkadang, konten bisa datang dari customer. Apabila followers atau customer-mu ada yang membagikan konten yang berkaitan dengan produkmu, kamu bisa mengunggahnya ulang pada feed. Hal ini disebut juga sebagai user-generated content (UGC). Selain mendorong interaksi dengan customer, ini juga menunjukkan kepada calon pembeli bahwa brand-mu bisa dipercaya. Namun sebelum mengunggah konten dari customer, pastikan kamu sudah meminta izin dari mereka. 

Jangan Berlebihan

Ada begitu banyak fitur Instagram Shopping yang bisa dieksplor. Namun ini bukan berarti kamu harus menggunakannya dalam tiap kesempatan. Menggunakan fitur baru memang menyenangkan, tetapi usahakan untuk berlebihan dalam menggunakannya. 

Hindari terus-terusan mengunggah post dengan Shopping Tag. Beri jeda pada konten, misalnya dari 6 konten, 2 kontennya merupakan post dengan Shopping Tag. Begitu pula pada Instagram Story, hindari juga terlalu sering mengunggah post dengan Instagram Shopping. Terlalu sering memanfaatkan fitur ini akan membuat konsumen merasa dibombardir dengan iklan dan dapat membuat mereka malah akhirnya merasa bosan. Maka itu, pastikan kamu juga membagikan konten-konten menarik lainnya yang bermanfaat bagi audiensmu. 

Tag Post Produk Lama

Selain produk baru, kamu juga bisa men-tag produk pada post-post yang lalu, terutama apabila post tersebut masih mendapatkan respons yang positif dari customer, misalnya like atau comment yang masih terus bertambah ataupun banyaknya DM yang masuk dari post tersebut. Dengan men-tag produk tersebut, kamu bisa lebih mengoptimalkan penjualannya. 

Apabila post yang kamu unggah menarik di mata customer, kamu pun bisa meningkatkan penjualan dan menambah jumlah pelanggan. Rencanakan postmu dengan baik agar nilai maupun solusi yang ditawarkan dari produk dan brand yang kamu tawarkan bisa benar-benar dipahami oleh konsumen. 

Untuk mulai mengaktifkan Instagram Shopping, kamu memerlukan website toko online yang menjual produk fisik. Dalam beberapa minggu ke depan, SIRCLO Store akan dapat mengintegrasikan katalog produk di website ke Instagram Shopping, sehingga pelangganmu dapat langsung diarahkan untuk berbelanja ke website. Yuk, mulai buat website jualanmu sekarang dengan harga terjangkau di program #MulaiSekarang oleh SIRCLO!

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!