Blog

Toko Online melayani COD? Kenali dulu faktanya!

Bagi sebagian besar peminat belanja online dan pengusaha dari toko online sudah paham dengan konsep pembayaran Cash On Delivery atau yang disingkat COD. Memang, COD adalah salah satu cara paling populer yang dilakukan oleh toko online untuk melayani pembeli tanpa memerlukan kartu kredit atau rekening bank. Pengguna hanya perlu belanja melalui situs toko online, memilih barang yang ingin dibeli, memasukkan alamat, lalu membayar ketika barang tersebut datang ke depan pintu rumah.

Umumnya, beberapa pembeli akan mengambil keuntungan dari COD dan merugikan pihak perusahaan. Terkadang ada pembeli yang membatalkan pembelian mereka setelah produknya sudah diantarkan dan dilihat. Di kasus lain, pembeli akan memesan dua sampai tiga barang yang sama tapi dengan ukuran atau warna yang berbeda, kemudian memilih satu yang mereka inginkan ketika kurir sudah mengantarkan barangnya.

Nah, sebelum kamu mengambil keputusan untuk toko online kamu menyediakan layanan COD, berikut beberapa fakta yang bisa kamu pelajari dari sistem ini!

1. Pembeli Indonesia cinta COD

Fakta yang diungkapkan dari co-founder Zalora Indonesia, Hadi Wenas, mengatakan bahwa transfer bank adalah cara pembayaran paling populer di Indonesia. Kemudian, sebanyak 40 persen dari transaksi di Zalora dilakukan dengan COD. Sisa 10 persennya dilakukan menggunakan kartu kredit. Sedangkan di Lazada Indonesia, COD adalah cara pembayaran paling populer. COD berperan besar dalam membuat pengunjung tersebut mau membeli.

2. Ya, pengembalian barang sering terjadi

Kekhawatiran toko online terhadap COD adalah mudahnya pembeli mengembalikan barang (tidak jadi membeli). Tentu saja, sampai pembeli menyerahkan uangnya, transaksi belum resmi dilakukan, terlepas dari berapa kali ia memesan. Pembeli bisa mencari barang di browser internet mereka kapanpun, dan toko online tetap harus kehilangan waktu dan tenaga. Pembeli seperti ini tentu ada, tapi tidak banyak. Salah satu solusi untuk menghindari hal ini adalah dengan memberikan informasi selengkap mungkin pada toko online kamu.

3. Pengembalian buruk jarang terjadi

Memang benar bahwa COD mengurangi “biaya” pengembalian pembeli; tapi selama mereka senang dengan produk dan layanan yang mereka terima, mereka tidak perlu mengembalikan apapun. Pengembalian barang yang terjadi melalui sistem COD biasanya adalah karena informasi produk yang kurang, sehingga barang yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi pembeli. Pada sistem COD, pengembalian buruk akan sangat jarang terjadi karena dipantau langsung oleh kurir COD. Sehingga meminimalisir pengembalian barang yang telah rusak, cacat setelah dicoba, atau kotor pada saat mencoba.

4. COD bukanlah alasan utama terjadinya pengembalian

Meskipun sistem COD mempermudah proses pengembalian barang, tetapi COD bukanlah penyebab utama terjadinya pengembalian barang. Alasan utama pengembalian barang adalah karena kurangnya informasi mengenai produk yang ditransaksikan. Hal ini terjadi ketika situs yang menjual barang tidak memperlihatkan dan menjelaskan barang mereka secara rinci, dan barang tersebut tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan pembeli. Untuk mengurangi risiko seperti itu, gunakan foto barang dan memastikan foto yang dihasilkan berkualitas tinggi dan memberikan sebanyak mungkin informasi, seperti ukuran dan sebagainya. Selain itu, alasan lain dari pengembalian barang adalah pelayanan yang buruk, misalnya karena keterlambatan barang.

5. Semakin dewasa pasar, semakin sering pengembalian terjadi

Berbeda dengan apa yang dikira kebanyakan orang dan semakin dewasanya pasar, maka orang akan semakin mungkin memanfaatkan sistem COD dengan memesan beberapa barang dan kemudian hanya membeli dan membayar satu barang ketika semua barangnya sudah sampai. Terutama untuk produk fashion, kasus pembeli tidak mendapatkan ukuran yang sempurna adalah hal yang biasa. Beberapa alasan mengapa tingkat pengembalian lebih tinggi di pasar yang sudah dewasa: pertama, mereka tidak ragu untuk membayar sebelum memesan banyak barang (untuk kemudian dicoba dulu dan mengembalikan sebagian) dan kedua, mereka yakin mereka bisa mengembalikannya. Dua alasan tersebut membantu mengajak pembeli untuk melakukan pembelian secara online. COD adalah salah satu cara untuk mendorong orang agar berpindah dari belanja offline ke belanja online. COD bisa membantu menjembatani kebutuhan pembeli yang ingin melihat barang yang diinginkan.

6. Perusahaan logistik Indonesia lebih terbuka pada COD

Memang hingga saat ini, toko online yang sudah melayani COD biasanya memiliki kurir internal untuk menangani sistem pembayaran ini. Beberapa brand besar, hingga saat ini masih menangani langsung pengantaran barang mereka biasanya untuk wilayah domisili toko online. Sedangkan untuk COD di wilayah selain domisili toko tersebut tidak diterima karena keterbatasan kurir. Dalam mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah dengan mencoba untuk bermitra dengan berbagai perusahaan logistik yang menyediakan layanan COD. Saat ini beberapa perusahaan yang menyediakan jasa kurir atau logistik di Indonesia sudah lebih terbuka pada COD. Sebut saja salah satunya ACommerce dan JNE. Sekarang dengan mapannya e-commerce ini di Indonesia, perusahaan logistik mengerti risiko COD dan dapat berhati-hati memilih perusahaan e-commerce mana yang bisa diajak bekerja sama.

Masalah kedua muncul ketika perusahaan logistik harus menghadapi pengembalian langsung (return at the door). Tidak masalah jika pembeli mengembalikan barang itu sendiri dan membayar biaya antar kepada toko online yang bersangkutan. Tapi jika perusahaan logistik harus mengembalikan produk tersebut ke toko online, itu masalah lain. Ketika pembeli langsung mengembalikan barang, maka perusahaan logistik harus mengambil tindakan. Untuk menghemat biaya pengantaran, perusahaan logistik cenderung menyimpan banyak barang yang dikembalikan dan kemudian mengirimkannya sekaligus. Jika barang yang dikembalikan belum sampai ke toko online yang bersangkutan, pembeli tidak akan mendapatkan uang mereka kembali. Inilah yang membuat pembeli gelisah. Satu-satunya cara untuk mengakali ini adalah dengan menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan logistik sehingga semua pihak merasa senang.

Meskipun populer, COD punya tantangan sendiri. Penyesuaian sistem dengan toko online adalah salah satu cara untuk menjembatani toko online dengan pelanggan. Semoga dapat membantu kamu dalam memberikan layanan COD kepada pelanggan di Indonesia.

Sumber: Tech in Asia, 2013

Buat website toko online Anda hanya dalam 1 menit