Blog

Top 10 Marketplace E-Commerce Indonesia yang Paling Banyak Pengunjungnya

Saat ini semakin banyak pebisnis yang berjualan di e-commerce dan marketplace. Bukan hanya oleh pelaku UMKM saja, bahkan brandbrand besar pun ikut masuk dan berjualan di marketplace online. 

Hal ini terbukti dari angka pertumbuhan marketplace di Indonesia yang terus meningkat secara pesat, khususnya di masa pandemi. Dari top 10 marketplace di Indonesia saja, jumlah pengunjung per bulannya apabila dijumlahkan mencapai lebih dari 300 juta pengguna. 

Apa saja marketplace tersebut? Berikut 10 marketplace online yang paling laris di Indonesia berdasarkan data iPrice.

Tokopedia

Berdasarkan jumlah pengunjung per bulannya pada kuartal pertama 2021, Tokopedia saat ini menjadi marketplace nomor satu di Indonesia yakni sebesar 135 juta. Menurut survei ecommerceIQ, salah satu alasan banyak konsumen memilih Tokopedia adalah karena beragamnya pilihan produk yang tersedia. Di Tokopedia sendiri, kategori produk yang paling banyak dicari adalah produk elektronik, diikuti dengan fashion dan bahan makanan. 

Dari sisi penjual, jumlah merchant di Tokopedia sendiri didominasi oleh UMKM. Untuk mendukung merchant yang berjualan di marketplace, Tokopedia memiliki beberapa fitur yakni fitur promosi, broadcast chat, statistik toko, hingga keuangan dimana pebisnis bisa meminjam modal untuk mengembangkan usahanya.

Baca juga: Data Lonjakan Penjualan di Marketplace Saat Ramadhan 2021

Shopee

Pertama kali berdiri di Singapura, Shopee menjadi marketplace kedua dengan pengunjung terbanyak yaitu sebanyak 127 juta. Survei menunjukkan, alasan utama banyak konsumen memilih Shopee adalah karena harga produknya yang terjangkau. 

Kategori produk yang paling populer di Shopee di antaranya, kecantikan, peralatan rumah tangga, dan fashion khususnya fashion muslim. Beberapa fitur yang dapat digunakan pebisnis yang berjualan di marketplace Shopee di antaranya ShopeeLIVE, asisten penjual, chat bot, dan banyak lagi.

Bukalapak

Marketplace online ketiga yang paling banyak dikunjungi adalah Bukalapak dengan jumlah 34 juta. Berdiri pada 2010, awalnya Bukalapak ditujukan sebagai lapak online bagi pelaku UMKM. Kini Bukalapak memiliki sekitar 6 juta merchant yang menjual berbagai macam produk. 

Serupa dengan Tokopedia dan Shopee, alasan konsumen berbelanja di Bukalapak adalah harganya yang murah dan pilihan produk yang beragam. Kategori produk yang paling banyak dicari di Bukalapak di antaranya produk elektronik, fashion, dan hobi & gaya hidup. Beberapa fitur Bukalapak yang dapat digunakan pebisnis yang berjualan di e-commerce di antaranya inventaris barang, pantau saingan, dan sebagainya.

Lazada

Selanjutnya di posisi keempat adalah Lazada, marketplace online yang dimiliki oleh Alibaba Group memiliki jumlah pengunjung sebanyak 30 juta per bulannya. Berdasarkan survei konsumen, alasan utama mereka memilih Lazada sebagai platform untuk berbelanja online adalah reputasi yang baik dan harga yang terjangkau.

Kategori produk yang paling banyak dicari di Lazada di antaranya produk elektronik dan fashion. Walaupun dari jumlah pengunjung Lazada berada di posisi keempat, uniknya Lazada memiliki jumlah pengikut Facebook yang paling banyak dibandingkan marketplace lainnya yakni sebanyak 31 juta. 

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Agar Bisnis Ritel Kamu Terus Maju

Blibli

Pada posisi kelima adalah marketplace milik Djarum Group, Blibli. Per bulannya, Blibli memiliki 19 juta pengunjung. Banyak konsumen Blibli mengatakan alasan mereka memilih Blibli adalah karena reputasinya yang baik dan produknya yang otentik. 

Kategori produk yang paling banyak dicari di Blibli serupa dengan marketplace lainnya, yakni produk elektronik, fashion, dan bahan makanan. Berdasarkan data Blibli, jumlah mitranya kini mencapai 16 ribu toko yang tersebar di lebih dari 300 kota. 

Bhinneka

Bhinneka menjadi marketplace keenam dengan pengunjung terbanyak yaitu 6 juta pengguna. Hadir sebagai toko online pada tahun 1999, awalnya Bhinneka hanya menjual produk elektronik. Namun sekarang Bhinneka memiliki banyak merchant yang menjual berbagai macam produk mulai dari otomotif, keperluan industri, dan lain-lain. Selain itu, Bhinneka juga kini memperkuat posisinya sebagai marketplace yang dapat membantu memenuhi kebutuhan bisnis (B2B) dan kerjasama dengan pemerintah (B2G). 

Orami

Selanjutnya ada marketplace parenting, Orami dengan total pengunjung 5,3 juta per bulan. Sedikit berbeda dengan marketplace lainnya, Orami memiliki target segmentasi orang tua dan ibu hamil. Selain itu, Orami juga menerapkan model bisnis inventori. 

Berbeda dengan marketplace pada umumnya, model bisnis inventori mengambil barang dari brand dan penjual kemudian menjualnya. Artinya, penjualan dilakukan secara langsung oleh marketplace. Beberapa kategori produk yang dijual Orami adalah produk untuk ibu hamil dan menyusui, perabotan kamar bayi, perawatan bayi & anak, mainan, dan lainnya.  

Ralali

Marketplace B2B lainnya yang juga masuk dalam top 10 marketplace adalah Ralali dengan total pengunjung per bulan sebanyak 4,4 juta. Beberapa kategori produk yang tersedia di Ralali di antaranya adalah keperluan Horeca, bahan bangunan, peralatan kantor, dan banyak lagi. 

Beberapa layanan yang tersedia bagi pebisnis yang berjualan di e-commerce Ralali di antaranya fitur permintaan harga, bantuan permodalan, layanan logistik, penghubung brand & distributor, dan sebagainya. 

JD.ID

Pertama kali beroperasi di Indonesia pada November 2015, JD.ID memiliki jumlah pengunjung 4 juta per bulannya, menempati posisi ke-9. Berdasarkan survei, alasan utama konsumen memilih JD.ID sebagai platform untuk berbelanja adalah karena barangnya yang otentik dan adanya gratis pengiriman. Dari kategori produknya, bahan makanan dan produk elektronik menjadi produk yang paling banyak dibeli di JD.ID. 

Zalora

Pada posisi ke-10 adalah marketplace fashion dan kecantikan Zalora dengan jumlah pengunjung 2 juta per bulan. Serupa dengan Orami, Zalora memiliki model bisnis inventori. Pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun 2012, Zalora menyediakan beragam produk dari lebih dari 500 brand baik lokal maupun internasional. Selain produk fashion dan kecantikan, Zalora kini juga menjual produk-produk peralatan rumah tangga dan gaya hidup.

SIRCLO Commerce, bisa bantu kamu kembangkan platform penjualanmu secara end to end sehingga kamu dapat menjangkau lebih banyak pelanggan secara efisien. Untuk Informasi lebih banyak tentang SIRCLO Commerce klik di sini.

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu solusi entrepreneur dan enterprise. Pada kategori entrepreneur, SIRCLO menawarkan platform pengelolaan toko online UMKM untuk berjualan di 3 platform yang berbeda (website, marketplace, chat commerce), yaitu SIRCLO Store. Pada kategori enterprise, SIRCLO menawarkan layanan e-commerce enabler secara end-to-end melalui SIRCLO Commerce dan solusi pengembangan teknologi omnichannel melalui ICUBE by SIRCLO.

SIRCLO telah melayani lebih dari 100.000 brands untuk mengembangkan bisnisnya secara online, seperti ATS The Label, Benscrub, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear, serta dipercaya oleh brands ternama seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Serpong), hari ini SIRCLO memiliki 700 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

To SIRCLO, the success of your online business is a priority.

Start your success story now!