SIRCLO Group Paparkan Lanskap Perkembangan Womenpreneur di Indonesia

SIRCLO Group Paparkan Lanskap Perkembangan Womenpreneur di Indonesia

SIRCLO Group Paparkan Lanskap Perkembangan Womenpreneur di Indonesia

April 21, 2022

Para Womenpreneur di Ekosistem SIRCLO Group

Faktanya, saat ini 65% dari pengusaha berskala mikro, kecil hingga menengah dalam ekosistem SIRCLO Group adalah perempuan.

JAKARTA, 21 April 2022 – Menjelang peringatan Hari Kartini, terdapat kabar baik terkait peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor kewirausahaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, mayoritas dari total UMKM di Indonesia—tepatnya 64,5% atau 37 juta UMKM—dikelola oleh kaum perempuan. Ini menjadi kemajuan yang signifikan, terutama karena partisipasi perempuan tidak hanya ikut menggerakkan roda ekonomi negara, namun juga memperkuat aspek personal, relasional, dan aspek ekonomi dari setiap perempuan yang terlibat.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada Q1 2022, SIRCLO Group melakukan riset terhadap 500 pengusaha perempuan di seluruh Indonesia untuk menangkap lanskap demografi, karakteristik, tantangan, hingga kebutuhan para womenpreneur atau pelaku bisnis wanita. Berikut ini merupakan beberapa temuan menarik dari survey tersebut:

  • Mayoritas womenpreneur (65%) adalah reseller yang usia bisnisnya berkisar antara 1 hingga 2 tahun.

  • Mayoritas womenpreneur menjalankan tipe usaha mikro, dimana lebih dari setengah (56%) menjalankan usahanya sendiri tanpa karyawan, 26% memiliki 1-2 karyawan, dan 10% memiliki 3-5 karyawan. 

  • Sebagian besar usaha yang dijalankan womenpreneur termasuk di bidang fesyen (32%), kuliner (27%), ritel (26%), kecantikan (17%), dan beberapa usaha lainnya di bidang kesehatan, kerajinan, pendidikan agrobisnis, serta travel. 

  • Jenis usaha yang paling banyak dijalankan mereka adalah usaha rumahan (49%) dan sebanyak 46% tidak memiliki toko/gudang/badan usaha. 

  • Omzet yang diperoleh womenpreneur Indonesia sebagian besar (87%) berada di bawah 15 juta per bulan atau di bawah 200 juta setahun.

  • Menurut data, motivasi terbesar womenpreneur dalam membangun dan menjalankan usaha adalah: tidak ingin terlalu bergantung pada pasangan dalam hal finansial (52%), mencari kesibukan dan aktualisasi diri (50%), dan menambah pemasukan utama yang dirasa kurang cukup dalam memenuhi kebutuhan (44%). 

Faktanya, peningkatan jumlah womenpreneur memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap penguatan pemberdayaan perempuan di Indonesia jika dilihat dari aspek: kapasitas personal, kapasitas relasional, dan kontribusi ekonomi. Secara personal, mereka lebih berani memimpin, merencanakan hidup, dan mengejar passion.

“Dalam bisnis, selalu ada berbagai fase tantangan yang harus dilalui. Contohnya, pemecahan masalah, saya dulu mudah panik dan pusing kalau ada masalah. Melalui berbagai proses yang ada membuat saya jadi lebih terbiasa untuk memfokuskan diri mencari solusi sehingga masalah jadi cepat selesai. Kemudian seiring pertumbuhan bisnis dan tim bertambah besar, giliran kemampuan kepemimpinan dan manajemen SDM saya yang diuji. Di balik tantangan selalu ada hal menarik yang bisa dipelajari di setiap fase bisnis yang mendewasakan dan membuat saya semakin berkembang bukan hanya dari sisi bisnis tapi juga secara pribadi,” ungkap Marcella Yanita, Founder Varesse dan pengguna toko online SIRCLO Store. 

Secara relasional, para womenpreneur dapat berlatih negosiasi, menjaga kepercayaan, dan bersosialisasi lebih luas, seperti yang dialami oleh Aya Choiriyah, anggota dari komunitas pemasaran IbuSibuk dari SIRCLO. “Saya sangat senang bisa menjadi influencer, karena bisa berbagi ilmu yang saya miliki. Ada rasa bangga ketika ada saudara atau teman yang menanyakan rekomendasi produk kepada kami. Pada dasarnya, saya sangat menikmati menjadi first adopter, dimana pengetahuan yang saya miliki bisa bermanfaat bagi orang lain. Di saat yang sama, dengan berbagi ilmu, saya juga merasa mendapat banyak pelajaran untuk diri sendiri,” jelasnya. 

Sementara secara ekonomi, para perempuan lebih aktif berpartisipasi dalam manajemen keuangan rumah tangga serta menambah pendapatan. “Menurut saya, sangatlah penting bagi kita para perempuan dan kaum ibu untuk memiliki penghasilan sendiri. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, namun setidaknya dengan mengeksplorasi peluang bisnis yang ada, kita bisa lebih siap secara finansial dan tidak selalu bergantung pada penghasilan pasangan. Dan yang paling menyenangkan, kerja keras saya pun juga memberikan dampak baik kepada anak, yang sekarang bisa bersekolah ke Jepang berkat beasiswa,” cerita Mama Des, Juragan Warung Pintar. 

Womenpreneur Indonesia Butuh Banyak Dukungan

Untuk bisa mengembangkan bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi, womenpreneur di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik secara finansial maupun non-finansial. Secara finansial, beberapa hal utama yang paling dibutuhkan responden adalah: dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan kemudahan akses pinjaman/modal, baik pada institusi formal seperti perbankan maupun institusi informal seperti P2P lending. Sementara itu, dukungan non-materiil yang paling banyak diminta oleh womenpreneur adalah pelatihan digital marketing, program pemerintah untuk UMKM, dan pelatihan pemanfaatan media sosial. 

Dalam rangka memberdayakan dan menumbuhkan lebih banyak womenpreneur di Indonesia, SIRCLO Group pun terus meningkatkan jumlah keterlibatan pengusaha perempuan di dalam ekosistemnya. Hingga saat ini, sebanyak 65% dari pengusaha berskala mikro, kecil hingga menengah dalam ekosistem SIRCLO Group adalah perempuan.

Melalui tiga lini bisnis yakni SIRCLO Store, IbuSibuk, dan WarungPintar, SIRCLO fokus meningkatkan pertumbuhan bisnis sesuai dengan spesialisasi masing-masing. SIRCLO Store berfokus membantu womenpreneur yang memiliki brand sendiri, IbuSibuk dikhususkan bagi womenpreneur yang mempromosikan produk/brand pada khalayak luas, sementara Warung Pintar memberdayakan womenpreneur yang memiliki toko dan menjual beragam produk/brand.

Secara konsisten, SIRCLO Group telah sukses menjalankan lebih dari 100 inisiatif pemberdayaan womenpreneur, mulai dari pemberdayaan kelompok, stimulus modal usaha, pemberian bantuan usaha produktif, dan peningkatan literasi digital. Hasilnya, jumlah pesanan pada bisnis yang dimiliki womenpreneur di SIRCLO Store dari tahun 2020 sampai tahun 2021 meningkat sebesar 181%, lebih dari 40 ribu ibu telah mendapat penghasilan tambahan lewat program pemasaran berbasis komunitas IbuSibuk, dan juragan perempuan di Warung Pintar meraih pendapatan 38% lebih tinggi dibandingkan sebelum bergabung dengan Warung Pintar. 

“Menjelang momen Hari Kartini, kami sangat senang bisa mengumumkan pencapaian positif dari para perempuan se-Indonesia yang terus bertumbuh dan semakin berdikari dalam kewirausahaan. Ini merupakan titik awal yang baik, namun masih dibutuhkan peran aktif berbagai pihak agar womenpreneur bisa mengembangkan usahanya secara konsisten dan ekspansif. Kami pun akan terus mengupayakan agar para pengusaha perempuan di ekosistem SIRCLO Group senantiasa mendapatkan dukungan dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi,” kata Brian Marshal, CEO dari SIRCLO Group. 

Highlight utama yang terdapat di riset Womenpreneur SIRCLO juga bisa dibaca di infografis terlampir. Sementara itu, laporan lengkap riset ini akan diluncurkan pada bulan Mei 2022 dan dapat diunduh di https://insights.sirclo.com/

Keterangan Dokumentasi

  1. (Atas ki-ka) Aya Choiriyah - Anggota Komunitas Momfluencers IbuSibuk, Marcella Yanita - Founder Varesse & Pengguna SIRCLO Store, (Bawah ki-ka) Desi Chandra Rahmawati, Pemilik Warung Mama Des, Juragan Warung Pintar, Martha Tarigan - Pemilik Toko Chika, Juragan Warung Pintar

***

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan penyedia solusi omnichannel e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu semua orang berjualan melalui berbagai saluran—online dan offline. SIRCLO memiliki tiga fokus utama yang terbagi ke dalam pilar-pilar solusi, yaitu solusi bagi enterprise, solusi bagi entrepreneur atau wirausaha dan UMKM, serta model bisnis New Retail, seperti warung.

Pada kategori Entrepreneur, SIRCLO menawarkan SIRCLO Store, dasbor toko online untuk UMKM berjualan di berbagai platforms, termasuk website, marketplace, chat commerce; Orami, platform parenting yang menggabungkan Commerce, Content & Community dalam satu ekosistem; dan IbuSibuk, solusi pemberdayaan komunitas Ibu untuk menjadi Key Opinion Leaders (KOL), micro-influencers, serta resellers.

Pada kategori Enterprise, SIRCLO menawarkan solusi SIRCLO Commerce, e-commerce enabler dan layanan channel management untuk brand berskala besar dan principal; Swift by SIRCLO, solusi pengembangan teknologi omnichannel; ICUBE by SIRCLO, Magento Premier Solutions Partner serta konsultan strategi dan implementasi teknologi omnichannel; Sooplai; platform B2B2C yang menyediakan produk Ibu dan Anak; dan ThinkTank by SIRCLO, solusi pemasaran digital end-to-end untuk brand berskala besar dan principal.

Adapun pada kategori New Retail, SIRCLO memberdayakan warung melalui beragam produk dan layanan digital dari Warung Pintar, untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pada alur distribusi offline, serta menyediakan akses untuk pemenuhan stok.

Hingga saat ini, SIRCLO mencatatkan lebih dari 150.000 brands dan lebih dari 500.000 pemilik warung yang telah dilayani secara akumulatif; lebih dari 25 juta end-consumers yang telah terjangkau; serta lebih dari 80 titik distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD - Serpong), hari ini, SIRCLO memiliki lebih dari 2.000 karyawan.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.